Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Demi Kebaikan


__ADS_3

Pagi telah tiba bercampur mentari pagi yang begitu terik menyinari kedua mata.“Selamat pagi Rub”


Terlihat suster Ana tenga sibuk membuka tirai jendela di kamar menyapa wanita yang masih belum begitu sadar sedang Mengkucek-ngucek mata.“Sus sejak kapan ada di sini?”


Wanita yang usianya 40 tahun itu tersenyum sembari berjalan mendekati Rubby. “Tidur mu begitu lama sehingga sus tidur di samping mu kau tidak tau”


Sekejap Rubby mulai menyadari jika saat ini dirinya tak memakai gaun yang di belikan Dimas.“Apa semalam...”


“Iya semalam kamu pingsan”


“Pingsan...terus apa penyebabnya sus, kenapa aku bisa pingsan?”


“Dokter mengatakan kamu terlalu cemas, dan satu lagi”Suster Ana menunjukkan satu telunjuknya memberikan peringatan.“Kamu jangan dulu olahraga berat, yah seperti jogging pagi itu sama saja mengganggu sistem otak kamu yang masih belum terlalu pulih”


Rubby membuang nafas gusar ketika suster Ana memberikan larangan jika ia tak boleh jogging pagi lagi. kembali suster Ana meneruskan omongannya.“Ini demi kebaikan kamu loh Rub, jadi untuk sementara jangan dulu yah.”ucapnya lembut sembari mengelus lengan berlapis baju tidur kotak-kotak tangan panjang.


...----------------...


Menyebar luas berita Andre dan Dimas di media sosial tentang perselisihan di antara mereka berdua yang merebuti seorang wanita yang tak lain wanita itu adalah Rubby.


Banyak sebagian dari karyawan yang bekerja di perusahaan Andre membicarakan hal ini, terutama mereka sangat penasaran tentang wanita cantik yang menjadi rebutan atasnya.

__ADS_1


Selama ini mereka hanya tau tentang wanita yang sering mengunjungi Andre di kantor yang tak lain ia adalah Celine yang berstatus sebagai temannya Andre saja.


“tapi ada juga yang mengatakan jika wanita ini adalah adik tirinya pak Andre”


“Hubungan saudara tiri tidak masalah dong jika menjalin hubungan sebagai pasangan selagi bukan hubungan kandung”


“Tapi ngomong-ngomong adik tirinya pak Andre cantik juga yah, jadi wajar saja dia menjadi rebutan CEO antara Dokter”


Brakk....


Celine tiba-tiba saja datang ia menebrak meja, wajahnya sangar seperti menahan amarah wajar saja sekumpulan orang-orang yang sedang bergosip itu lantas terkejut.


“Jika sekali lagi kalian membicarakan gosip yang tidak penting itu! maka jangan salahkan saya jika kalian semua akan saya pecat!”Ancam Celine dengan mata yang melotot tajam.


...****************...


Dimas hanya tersenyum saja sembari menulis resep obat untuk pasien di hadapannya.“Nanti obatnya ibu ambil saja di ruangan obat”


“Dok, tapi kan saya belum selesai bicara kok gak di jawab? jadi apa benar ini dokter?”


“itu hanya perihal biasa mungkin nanti siang berita nya akan terhapus,”

__ADS_1


“Saran sih dok, selagi janur kuning belum melengkung dokter pasti memiliki peluang besar untuk memiliki sesuatu yang sangat ingin dokter miliki”Ucap Ibu-ibu itu seraya tersenyum lebar pada Dimas,maka detik ini pula Ibu-ibu tersebut pamit undur diri.


setelah wanita paruh bayah itu tak ada lagi di ruangannya, Dimas pun menyandarkan tubuh di kursi kerjanya.“Sebaiknya aku menemui dokter kulit agar dia bisa memberi ku obat sebagai penghilang memar di sudut bibir serta wajah”Gumamnya pelan seraya menggoyang-goyangkan kursi kerja yang ia duduki sekarang.


...****************...


“Andre kamu itu milik ku jadi tak akan pernah aku biarkan orang lain memiliki mu selain aku!”


Tok.. !!!


tok....!!!


tok....!!!


Pintu ruangan kerja Andre di ketuk dengan sangat kuat lantas Andre yang baru saja menenggelamkan wajah di atas meja pun begitu terusik.


“Andre...buka...!!”


“Nona Celine... tunggu tenangkan dirimu dulu”Redy menarik tangan Celine untuk tidak mengetuk atau menganggu Andre yang saat ini masih ada di dalam.


“Bagaimana aku bisa tenang ha!apa dia tidak mengerti perasaan ku! dia mempermalukan aku tadi malam!”Celine menarik tangannya karena tak mau di sentuh oleh Redy.

__ADS_1


Sekilas Andre membuka pintu serta masih berdiri di dalam ruangannya. “Masuk!jangan membuat keributan di luar!”Ketus Andre pada keduanya terutama pada Celine.


Celine sedikit mendorong tubuh Redy karena kesal karena pria itu terus saja menghalangi dirinya bertemu Andre.


__ADS_2