
"Dasar gila tak bisa kah sehari pun kau biarkan aku tenang sedikit! kamu benar-benar mengusiku!"
Rubby membuka pintu kamarnya dengan tarikan kasar dan bertapa terkejutnya jika yang tenga berdiri di belakang pintunya adalah seorang pria berwajah tampan serta bertubuh tinggi.
"Kyaa..!!..O my god! siapa kamu...!!"teriak Rubby sembari satu tanganya berusaha menutupi dada karena dan satu tangannya lagi berusaha menutup pintu kembali sekarang ia hanya memakai handuk saja dengan rambut terurai yang masih basah.
pria tersebut terpana berdiri tegak memandangi wanita yang tak pernah memakai handuk saja saat di hadapannya bahkan sekarang itu terjadi tepat di depan mata.
Tentu Rubby tak bisa menutup pintu sepenuhnya karena kekuatan tangan pria itu lebih besar dari dugaannya.
"Dasar pria mesum!! cepat lah keluar sebelum saya memanggil satpam di rumah ini untuk mengusir mu..!!"
Ketika Rubby merasakan jika handuknya akan segera melorot maka kali ini Rubby beralih memegangi handuk yang ia kenakan dengan kedua tangannya.
"Siapa Aku? Ha! mustahil! jadi benar apa yang di katakan mereka jika otak mu bermasalah!"Ucap pria itu sedikit menyeri.
Sekali lagi Rubby memandangi pria tersebut dari atas sampai bawah, bahkan sekarang ia mengambil nafas panjang.
"Aa-apa k-kamu Andre...Andre kakak tiri ku yang kejam itu..."
Kalimat yang Rubby ucapkan membuat Andre tertawa mengerikan.
"Ck,Kakak tiri yang kejam?..hahaha dugaan mu hampir saja benar...tapii Aku tak yakin kau hilang ingatan..?"
Rubby mendengus nafas kasar, ia menatap Andre dengan tatapan ketidaksukaannya.
"Apa lagi, apa lagi yang kamu inginkan, apa kamu belum puas dengan apa yang telah kau perbuat pada ku waktu itu, bahkan hampir saja kau merenggut nyawa ku karena perbuatan gila mu itu!"
"Tapi lihat sekarang kamu baik-baik saja tanpa adanya kematian....
Rubby dengan cekatan menghampas tangan Andre yang hendak memegang kepalanya.
"Jangan sentuh Aku kalau kau tidak ingin nasip mu di dalam penjara.!"
Prokkk... Prokkkk... prokkk....
Andre bertepuk tangan dengan bangganya memperhatikan Rubby dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Kira-kira jenis setan macam apa yang telah merasuki dirimu sehingga kau bisa berubah sehebat ini!"
"Dan kalahnya orang seperti dirimu harus di lawan agar tidak terus menerus menindas orang lemah!"
Kini kedua bola mata Andre berubah menjadi sorot kebencian, kebencian yang biasa ia lakukan saat menindas Rubby.
"Sekarang! sekali lagi aku tegaskan pada mu! cepat pergi dari kamar ku sebelum aku...
Andre menahan tangan Rubby yang hendak memukul dirinya.
" Wanita seperti mu tidak akan mampu melawan seorang pria pemegang sabuk hitam karate seperti ku jadi sadar diri karena posisi mu sekarang hanya memakai handuk saja dan jika aku mau aku bisa saja membantu mu melepaskannya tepat di depan mata ku!"
Rubby melongo tak percaya oh andai saja posisi nya sekarang tidak memakai handuk akan di pastikan jika ia akan memukul, menendang pria ini sekarang juga tidak perduli jika ia pemegang sabuk hitam karate.
"lepaskan tangan ku pria brengsek!!"
"Kenapa, kenapa harus malu lagi pula sebentar lagi kau akan resmi menjadi istri ku jadi aku berhak melihat isi tubuh istri ku walaupun harus sekarang!"
"Apa! istri! jangan bermimpi kamu!" Rubby kembali memukul Andre dengan tangan yang satunya tapi apa daya Andre pun mulai menangkapnya kembali.
"jika sekali lagi kau memukulku maka akan aku pastikan handuk yang kau pakai akan terlepas!" Andre tersenyum miring seolah menantikan hal itu.
" Tuan Andre...ooh rupanya kau berada di sini tuan.."Sahut Mutia yang sudah berada di luar kamar Rubby.
Sontak Andre pun segera melepaskan kedua tangan Rubby, ia berbalik ke arah Mutia. bahkan ini juga kesempatan untuk Rubby menyambar bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa?"
"Itu tuan di depan ada tamu penting, tamu penting yang cantik itu loh tuan, yang tubuhnya tinggi, pokoknya cantik lah tuan pasti tuan kenal padanya"
"Apa maksud mu Celine?"
"hmm sepertinya iya tuan"
Andre kembali melihat keadaan di depannya ternyata Rubby telah hilang dari pandangannya kemudian tanpa berpikir lama Andre pun keluar dari kamar Rubby untuk menemui tamunya yang bernama Celine.
"Andre, hay kamu apa kabar" Wanita cantik yang bernama Celine itu berdiri memeluk Andre sebelum pria itu duduk di sofa di sampingnya.
__ADS_1
"Aku baik, Cel kamu juga apa kabar apa kuliah mu di luar negeri sudah selesai?"
"Aku baru saja selesai wisuda minggu kemarin hanya saja aku kecewa kau tidak datang"Wanita bernama Celine itu tersenyum cantik setelah melepaskan pelukannya dari Andre.
"Kamu kan tau aku adalah seorang pemimpin penting di perusahaan jadi aku tak sempat untuk melakukan hal itu"
"Tidak masalah tapi aku senang sekarang, akhirnya aku bisa melihat wajahmu setelah 3 tahun lamanya, kau semakin tampan"
"Hahaha kamu tidak berubah Cel, kamu masih sama seperti dulu hmm apa pelayan di rumah ini sudah membuat kan kamu minum"
Ternyata dari ujung sana Mutia berjalan dengan membawa nampan berisi teh hangat.
"ini mbak minumanya maaf yah lama" Kata Mutia sembari meletakkan secangkir teh satu persatu di atas meja.
"Di rumah sebesar ini apa pelayan di rumah mu hanya ada satu An?"
"Hmm masih ada mbak satu lagi hanya saja dia itu lagi males malesan yah gitulah mbak namanya juga seorang pemalas"
"Ih kenapa pelayan seperti itu masih di pertahankan An, lebih baik pecat saja, enak saja dia mau bersikap seenaknya di rumah kamu" Celine dengan sewot ikut berkomentar pedas.
"Mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengusirnya pergi dari rumah ini!" Kata Andre menyeringai.
"Andre kalau kamu tidak mampu mengusirnya biar aku saja aku saja yang mengusirnya lagian pekerjaan seperti itu gampang kok"
"Iya mbak, mbak Celine benar sekali pokoknya saya dukung mbak deh"
Mendengar Mutia yang selalu menimpali omongan mereka maka Andre pun mulai menegur Mutia.
"Kembali lah ke dapur bahkan kau juga tak pantas bercampur obrolan dengan majikan dan juga tamunya!"
"Oh maaf tuan, maaf sekali saya minta maaf dan kalau begitu tuan, mbak saya permisi balik ke dapur dulu."
(Rub apa kau serius jika Andre bicara tentang ingin segera menikahi mu)
(Aku serius Sus pria itu sendiri yang mengatakan kepada ku dan bukan kah di awal dia membenci ku lalu kenapa dia berniat untuk menikahi ku)
(Astaga padahal dari awal dia tak mau menikah dengan mu tapi kenapa dia tiba-tiba mau)
__ADS_1
Obrolan telepon antara Rubby dan suster Ana cukup berdurasi lama kemudian pada akhirnya obrolan itu terhentih karena ponsel Rubby lobet.