Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Lagi dan Lagi memberi Mutia Pelajaran


__ADS_3

Sapu dan lap pel tergeletak begitu saja di depan kamar Rubby membuat wanita itu menetralkan nafasnya dulu sebelum memanggil nama sang pembuat onar.


“apa dia tidak kapok dengan segala amarahku!”Kata Rubby sembari mengambil sapu dan lap pel itu kemudian ia pun berjalan menuruni tangga.


Di ruang tamu tenga ada Mutia sembari memberi kutek bewarna merah maroon ke kuku kakinya.“Apa maksud kamu letakkan ini semua di depan pintu kamar aku!”


“Biasa.supaya kamu itu sadar kalau di rumah ini kamu bukan majikan!”


Rubby yang merasa kesal menyundul kaki Mutia menggunakan kain pel hingga kutek yang baru saja di pakai belepotan tak beraturan.


“Aarggh...tidak kuku ku...kamu itu yah!!”


“apa!!...apa kamu pikir aku takut pada mu Mutia! kalau kamu ingin aku bermain hantam-hantaman dengan mu. ayo! karena aku sama sekali tidak takut!”


“Ayo! di pikir aku takut gitu sama kamu! dengar yah aku ini 5 tahun lebih tua dari usianya kamu!”


Rubby mengacungkan ujung sapu tepat di leher Mutia.“Jangan banyak bicara!”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Wangi aroma parfum wanita menyadarkan Andre untuk bangun dari mimpi panjangnya akibat mabuk semalam, bersama kedatangan Celine yang berjalan Menghampirinya sembari membawa segelas kopi hangat.


“Celine...kamu kah itu...”Tanya Andre kebingungan saat dirinya tak merasa jika ia bukan berada di kamarnya saat ini.


“Minum dulu kopinya, nanti baru bicara panjang lebar”


Celine menyodorkan gelas berisi kopi buatannya agar cepat di minum Andre dan Andre pun menerimanya.


“Kamu mabuk berat semalam, Redy menelpon ku untuk mengantarkan kamu pulang tapi maaf aku tidak sempat membawa mu ke rumah mu Dre”


Andre meminum kopi buatan celine seujung bibir saja kemudian meletakkan kopi itu di atas meja di samping tempat tidur Celine.


“Tidak merepotkan sama sekali lagi pula aku senang kok kamu bermalam di sini bersama aku”


“Tapi sepertinya aku harus pulang sekarang, karena aku masih banyak pekerjaan yang harus di urus di perusahaan”Kata Andre yang kini ingin bersiap-siap bangkit dari tempat tidur.


Celine menahan tangan Andre agar tidak pulang secepat ini.“Apa tidak ingin sarapan dulu bersama aku Dre, soalnya aku sudah memesan sarapan dari restoran terbaik khusus untuk mu”


“Tapi Cel...

__ADS_1


“Dre please kali ini saja temani aku sarapan, aku bosen sarapan sendirian tanpa ada temen”


Celine memasang wajah sedih agar Andre mau menuruti keinginannya.


“Baiklah Cel, aku mau menemani kamu sarapan”


“makasih andre,kamu memang yang terbaik”Ucap Celine yang kini telah memeluk tubuh Andre.Bahkan seperti biasa Andre pun membalas pelukan Celine meski yang sebenarnya ia tak pernah memeluk Celine kalau bukan Celine yang memeluknya duluan.


...----------------...


Asap dari mie instan yang sudah di masak mengepul di udara bercampur aroma mie instan yang menggoda insan yang sangat kelaparan.


Rubby tidak sabaran lagi sehingga dengan bantuan dari tiupan mulutnya ia mampu membuat satu sendok mie instan masuk ke dalam mulutnya.


“Rubby kamu benar-benar keterlaluan bahkan pinggang ku ini nyaris patah karena ulah mu”Rengek Mutia yang tenga mengepel sembari memegang pinggang belakangnya.


“Aku membuat dua mangkuk mie instan, makanlah itu, itu memang sengaja aku buat khusus untuk mu”


Mutia memandangi semangkuk mie instan yang ada di atas meja makan itu dengan senyuman kecut.“aku tidak yakin mie itu aman. seperti kamu yang tega menendang bokong ku, bahkan aku yakin mie itu ada racunnya”

__ADS_1


Rubby menjatuhkan sendok dan garpu nya di atas meja, kemudian kedua matanya menatap mata Mutia dengan tajam. melihat kedua mata Rubby seperti itu, Mutia pun menjadi takut, takut akan rubby yang bisa saja mematahkan semua tulang-tulangnya.


__ADS_2