Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Minta Di Buatkan Nasi Goreng


__ADS_3

krieett...bruukk...krieett...bruuk...


Samar Samar terdengar suara pintu lemari yang berasal dari lemari dapur terbuka serta tertutup, jika semakin dekat melangkah suara itu kian menjadi-jadi dan yang benar saja ternyata Andre adalah pelakunya.


Andre menoleh pada sosok wanita yang berponi tipis itu tenga balik menatapnya“Dia lagi”Gumam Andre pelan seraya melanjutkan aktivitasnya mencari sesuatu di sana.


karena tak ingin berurusan panjang maka Rubby meneruskan niatnya untuk mengambil air minum di dalam kulkas karena ia tak mau membuat Dimas menunggu lama.


“Aku lapar! apa kau bisa masak”Rubby baru saja membuka kulkas di kejutan dengan adanya permintaan Andre yang menurut nya sangat langkah.“Aku lupa kalau Mutia tidak masak hari jadi aku ingin meminta bantuan mu untuk membuat ku makanan yang bisa di makan”


Rubby terdiam mengamati Andre yang hanya memalingkan wajahnya ke arah lain. “Apa aku hanya salah dengar, aku rasa kamu salah bicara”


“Aku serius, aku begitu lapar, sedangkan aku sendiri tidak bisa masak. kalau kamu tidak mau membantu ku ya terserah!”


Kalau di pikir-pikir Rubby belum mengonsumsi apapun dari siang namun saat Andre mengatakan jika ia lapar dan ingin di masakin sesuatu seketika rasa lapar pun bermunculan.


kruggg....


Bunyi cacing yang ada perut seperti tenga berdemo pada detik ini juga membuat Rubby memegang perutnya sendiri.


“Ck, sama saja!”


“Semua ini gara-gara kamu!”


Perlahan kedua mata Rubby tertuju pada rak penyimpanan lemari es ada telur, daging ayam dan juga sosis. segera ia mengeluarkan ketiga bahan tersebut lalu ia letakan di atas meja.


“Bantu aku kupas bawang putih, dan bawang merah”


“Kamu berani menyuruh aku!...


“Kalau begitu pergi lah ke kamar dan biarkan aku yang masak sendirian terkhusus untuk ku!”


“Baiklah aku akan mengupasnya sekarang juga puas kamu!”

__ADS_1


Rubby mengambil celemek lalu memakainya di tubuh sedangkan saat ini Andre tenga mengupas bawang putih.


“Mau berapa banyak?”


“5 butir saja”Jawab Rubby yang saat ini tengah fokus mencuci sedikit daging ayam.


“Astaga aku lupa...!aku lupa kalau...”Rubby terlihat terburu buru jujur ia sampai lupa kalau Dimas masih berada di dalam vidio call nya ia meletakkan daging ayam yang cuci ke dalam wadah kecil.


“Aarggh....pedih... pedih sekali...”


“Kenapa ada apa?”Tanya Rubby yang hampir saja akan beranjak dari dapur.


“Bawang sialan ini! telah membuat ku tak bisa melihat apapun! tolong lakukan sesuatu ini sangat perih”


Rubby dapat melihat kedua mata Andre yang saling tertutup serta mengeluarkan air mata dengan rasa iba.“Diam sebentar aku akan membantu mu”


“Bodoh! apa dengan cara mengibas-gibaskan tangan seperti ini akan meredahkan rasa pedih di mata ku!”Kata Andre seraya menangkap tangan Rubby yang bermain di depan matanya.“tiup saja mata ku, itu akan meredakan”


“Ya sudah sini baiklah, tapi tundukan wajahmu sedikit”


perlahan Rubby menganggakan kedua tangannya di wajah Andre lalu memulai aksi meniup mata pria itu.


"fhuu......bagaimana apa masih terasa perih?”


“Coba tiup lebih cepat,”titah Andre


 tiupan yang berasal dari mulut Rubby pada kedua mata Andre perlahan membuat pria itu mulai membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah Rubby yang tenga memancungkan bibinya.


kedua mata itu tanpa sengaja bertemu dengan sangat dekat terlebih Rubby yang saat ini masih setia mengerucutkan bibirnya padahal Andre sudah sepenuhnya membuka mata. dengan begini terlihat jarak mereka yang dekat hingga suatu dentuman di jantung masing-masing berdetak sangat cepat.


“Mau berapa lama lagi”Sahut Andre yang membuat Rubby seketika melepaskan tangannya.


“Dasar cemen! mengupas bawang seperti ini saja kau langsung menangis serta terpejam. awas menyingkir lah!”

__ADS_1


Andre memegang dadanya di saat Rubby tengah menunggunginya.Degupan di jantung terasa berdetak tak beraturan dapat di rasakan dia saat ini.


Rubby mengambil alih per bawangan yang sempat Andre pegang, ia pun mulai mengupas tanpa ada resiko seperti yang Andre alami.


Di sisi lain Dimas yang tenga galau menantikan Rubby yang tak kunjung kembali dari dapur hingga rasa kantuk di matanya mulai meradang membuatnya tertidur dalam keadaan sambungan video call yang masih menyala.


Hampir satu jam berkutik di dapur pada akhirnya nasi goreng dengan toping yang special telah tersedia di atas piring putih. wanginya yang semerbak tak sabar segera ingin di masukan ke dalam perut.


Andre mengamati nasi goreng yang ada di depannya dengan pandangan seperti orang-orang yang kelaparan pada umumnya.


“Ini punya mu sengaja porsinya aku banyakan”


“Hm”Andre hanya berdehem seraya mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


Rubby pun menarik kursi makan dan ikut duduk bergabung bersama Andre yang duduk di hadapannya.“apa rasanya enak?”


“hmm lumayan!”


Rubby tersenyum kecut ketika Andre mengatakan jika rasa nasi gorengnya lumayan padahal ketika ia jajal sendiri rasanya tak seburuk itu, mungkin saja dia gengsi tak ingin mengatakan penilaian sesungguhnya.


...----------------...


POV Andre


Nasi goreng yang ia buat enak sekali berbeda dengan nasi goreng yang sering Mutia buat asin dan hambar, dan aku akui selama hidup dengannya beberapa tahun ini tak pernah aku duduk atau makan bersamanya satu meja seperti ini tapi kali ini kami makan bersama seperti tak ada permusuhan di antara kami padahal aku sangat, begitu sangat membenci nya.


kali ini aku menatap nya yang tenga kesusahan makan dengan rambut panjang yang ikut terjatuh saat ia menundukan kepala.


lama-kelamaan aku mendengar dia mengomel akan rambut panjangnya, hingga kedua kedua matanya menyapu kesana kemari mencari sesuatu.


Kulihat dia menggapai sumpit yang ada di depan mata segera ia menggulung rambutnya sendiri hingga membentuk sanggul sebagai kuncinya ia menggunakan sumpit itu dan melanjutkan makan.


entah mengapa melihatnya seperti itu membuat auranya bersinar ia terlihat semakin cantik, sangat cantik hingga suatu kebencian yang berada di hati ku menghilang begitu saja.

__ADS_1


aku yang sepertinya mulai gila karenanya menjadi kikuk sendiri ketika dia balik menatap ku dengan kondisi mulutnya yang masih terisi nasi goreng, menurut ku bukan hanya cantik tapi dia menggemaskan.


Pov Andre End


__ADS_2