Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Awal Satu Masa Lalu


__ADS_3

POV Part 1


Semua terasa aman, dan damai sebab terlihat tak ada satupun orang yang ada di sekitarnya sehingga membuat seorang wanita berkaca mata tebal ini pergi mengendap-endap dari lantai atas ke arah dapur.


Suara bising dari arah dapur terdengar jelas dari ruangan fitnes sehingga membuat seorang pria yang saat ini tengah melakukan berolahraga push up menghentikan aktivitasnya. Pria itu tersenyum menyeringai lantas bangkit seraya mengelap keringat yang mengalir di pelipisnya.


Wanita berkaca mata tebal itu pun tersenyum memperhatikan isi lemari es yang terdapat banyak snack ringan dan minuman meski jantungnya terasa berdebar karena ia takut aksinya ketahuan oleh kakak tirinya.


Ia pun dengan cepat meraih tiga snack dan satu minuman teh botol yang ia rangkul dengan satu tangannya. di rasa semua telah selesai maka dengan sedikit dorongan kaki ia kembali menutup lemari es.


“Kira-kira hukuman apa yang pantas untuk di berikan pada seseorang telah mencuri makanan di malam hari!”


Deg...


Wanita itu merasakan jika aliran darah di tubuhnya berhenti mengalir sontak ia pun menjatuhkan semua apa yang baru saja ia rangkul di tangannya.


“kenapa apa kau terkejut um?”


“M-maaf kak, dari tadi pagi hingga sekarang aku belum makan...”Ucapnya seraya menundukkan kepalanya lebih dalam.


“Ah aku lupa jika aku sengaja menyuruh Mutia agar tak masak hari ini”Pria menganggukan kepala seraya memainkan dagu dengan jari tangannya.“Jadi apa kamu belum makan sedikit pun?”


“Yah kak, aku belum makan hiks...”Sedetik kemudian wanita pun terisak dengan keringat dingin yang menerpa jari tangannya yang saling bertautan.


“Aku menganggap diri ku hanya tinggal sendiri di rumah ini tapi aku lupa jika aku memiliki seorang adik yang kehidupannya harus aku tanggung yaitu kamu seorang adik yang bukan berasal dari rahim mama ku tapi dari rahim seorang pelac*r!!”

__ADS_1


Wanita sesekali menghela nafas di sela-sela air mata yang semakin deras. ia hanya menggigit bawahnya untuk menahan suatu emosi yang akan meledak sedangkan sang kakak terus saja menghujaninya dengan kalimat yang menyakitkan.


“Huuuu...!! apa kau masih mengingatnya Rubby! mengingat kapan kau dan ibu mu pertama kali datang ke dalam kehidupan ku?”


“Maaf kak...maaf....hiks hiks...”


“ck.aku benci suara tangis mu itu!”Cerca Andre seraya membanting handuk kecil yang sedari tadi menggantung di lehernya.


...----------------...


POV AWAL KEHANCURAN RUMAH TANGGA


Seorang wanita muda tenga sibuk mengajari anak lelakinya yang berusia 12 tahun khusud di ruang belajar.


“Ma kemarin aku mendapatkan nilai 100 dan sekarang aku yakin aku akan menggapai nilai itu kembali”


“Oke ini berarti soal yang terakhir yah ma”


Tak lama pintu ruangan belajar pun di ketika dari luar sehingga Andre yang kini masih sibuk belajar berfokus pada pintu yang ketuk dari luar itu.


“Ma pasti itu papa”


“Kalau papa pasti dia tidak perlu mengetuk pintu nya dulu. masuk saja!”


 pintu pun terbuka menampilkan seorang pelayan yang bertugas di bagian dapur.

__ADS_1


“permisi nyonya itu di bawah tuan sudah pulang bersama Art baru yang akan bekerja di rumah ini mereka sedang menunggu nyonya di ruang tamu”


“Yaudah baik, saya akan kesana sekarang.”


“Baiklah NYA kalau begitu saya permisi balik ke dapur dulu”


“Yah silakan


Tari bersama Andre putranya telah tiba di menuju ruangan tamu, ia juga melihat wanita yang berada di samping suaminya nampak akrab dan saling beradu pandang melalui senyuman.


Sekilas mungkin tidak ada hal aneh untuk di curigai hingga sampai akhirnya suami dari Tari pun mulai beranjak.“Ma, ini dia papa sudah membawa art yang akan bekerja di rumah kita,”


Wanita itu juga ikut berdiri dan mulai memperkenalkan diri.“Hallo Bu perkenalkan saya Rindi yang akan bekerja di rumah ini”


“saya lestari dan kamu boleh memanggil nama saya dengan sebutan Nyonya Tari”


Wanita yang bernama Rindi itu pun terpaksa menarik tangannya kembali ketika istri majikannya ini menolak berjabatan tangan dengannya.


“Hmm Rindi tugas kamu di rumah ini adalah bersih-bersih hal utama, kecuali tugas masak bukan kamu yang urus”


“Oh baiklah nyonya saya mengerti sebab tadi Mas Burhan...


“Mas...!”Ucap Tari spontan.


“Maaf nyonya! maksud saya tuan Burhan”

__ADS_1


“Kyaaaaa!!!......Ibu tolong.....”


...----------------...


__ADS_2