
POV 3 AWAl KEHANCURAN RUMAH TANGGA
Awalnya tidak ada yang perlu di curiga kan dari seorang wanita yang baru seminggu lebih di rumahnya namun semenjak mendengar omongan putra sulungnya itu Tari menjadi yakin jika suaminya dan art barunya itu memiliki sebuah hubungan.
“Kamu sudah pulang?”Tanya Burhan suami Tari tersaat pria itu baru saja memasuki kamarnya.
“Kamu seperti kelelahan mas,apa pekerjaan mu di kantor bisa membuat kamu selelah ini?”Tanya Tari yang berusaha untuk menahan air matanya.
“Yah Ma bisa di katakan begitu. yasudah kalau begitu papa mau mandi dulu yah soalnya papa ada janjian makan malam sama client”
Tari menghembus nafas kasar setelah pintu kamar mandi itu sudah tertutup rapat, ia pun mulai menangis mencerca suaminya dalam diam. “Jahat! kamu tega sama aku mas! hiks..hiks..”
Tak lama setelah itu Tari mulai menelpon seseorang. “Cari tau tentang jati diri wanita yang bekerja sebagai art di rumah saya! saya akan membayar mu mahal jika kamu menemukan informasi lengkap tentang nya!”
Sebelum mendapatkan bukti yang jelas tentang perselingkuhan suaminya, tentu Tari tak ingin beremosi dulu atau akan marah seperti wanita di luar sana yang menjambak rambut pelakor karena telah bermain api bersama suaminya.
Bahkan Tari cukup diam saja namun di dalam lubuk hatinya ia juga bertindak. seperti sekarang ia baru saja keluar dari dalam kamarnya dan menghapus kasar air matanya sebelum di ketahui orang lain.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Rubby kecil tengah memperhatikan dua orang yang sedang asyik bermain di taman belakang matanya melirik ke sana kemari memperhatikan bola yang di tenga di tendang dua orang itu.
“Gol!...yeaay akhirnya aku pemenangnya Bi!”
__ADS_1
“Yah Bibi kalah lagi dong,.. Hey Rubby sini....”
“Bi kenapa sih panggil dia!..
“Kasian Tuan, nampaknya dia dari tadi memperhatikan kita bermain. bagaimana kalau kita ajak dia bermain?”
“Tidak ah sus, aku tidak mau bermain dengannya!”
“Tante Mita tadi panggil aku yah..”
“Yah Bi mita meminta mu untuk menyingkir dari sini jadi jangan ganggu kami bermain!”
Rubby kecil memasang wajah cemberut baginya majikan kecilnya ini memang keterlaluan.
“Astaga Tuan, Tuan tidak boleh begitu!”Tegur Bi Mita menasihati Andre.
“Kalau tidak seperti ini pasti dia tidak akan mengerti Bi!”
“benar kata ibu, orang kaya itu memang berbeda!”Gumam Rubby seraya menggigit bibir bawahnya.
“Eh nyonya! ada apa?”
__ADS_1
“Nampak dari ekspresi wajahmu kamu nampak terkejut Rin, lihatlah wajah mu sampai keringatan begitu”
“Oh iya nyonya saya baru saja membersihkan halaman belakang makanya jadi keringatan begini”Rindi menghapus jejak keringat yang ada di pelipis.
“eh tapi itu yang ada di bawah dagu mu itu...”Tari menunjukkan jari telunjuknya pada leher Rindi yang terlihat ada sebuah tanda merah.“Ada warna merah seperti...
“Oh ini!“Raut wajah Rindi berubah menjadi kepanikan segera ia menutupi tanda merah itu dengan rambut panjangnya yang terurai berantakan.“Ini adalah bekas kerokan Nyonya sebenarnya saya agak tidak enak badan”
“Hmm baru ini saya tau jika kerokan di depan leher itu bisa..hahaha...”
“Maaf nyonya apa ada yang di perlu kan lagi”Tanya Rindi yang sengaja menggantikan topik.
“Hmm sebenarnya saya membutuhkannya bantuan kamu tapii ketika melihat keadaan seperti kelelahan ini jadi lebih baik saya urungkan saja, kamu sepertinya sangat kelelahan yah nampak seperti habis bermain”
“A-apa m-maksud nyonya..”
“Astaga saya sampai lupa kamu kan janda mana ada suami terus mau main sama siapa kalau bukan sama suami iya kan? kecuali sama suami orang...”
“Hahaha nyonya ini ada ada saja omongannya”
“Iya Rin asal kamu tidak main belakang saja sama suami orang. Gak enak lo Rin jadi pelakor”
“Saya bukan pelakor NYA, tapi suami nyonya juga suami saya”Gumam Rindi dalam diam.
__ADS_1