
“siapa suruh kamu berdiri di situ! minggir!”Rubby bersikap ketus kemudian dengan santainya melewati Andre begitu saja.
Andre berbalik melihat tubuh wanita itu yang hampir menjauhinya.
“Dre ada apa?”Tanya Celine yang saat ini tengah mengawasi Rubby yang sudah menjauhi mereka.“Apa dia membuat masalah lagi?”
“Bukan membuat tapi sering membuat masalah”
“Mau kemana lagi!”Celine menahan tangan Andre yang akan beranjak pergi.“aku ingin mengajak mu makan di luar dre”
“Melihat kondisi wajah ku seperti sekarang apa kau mau mereka di sana beranggapan tentang wajah ku ini! jika kamu mau makan di luar ajak saja Mutia, mungkin dia dengan senang hati ingin menemanimu”Andre melepas paksa tangan Celine yang bertaut di lengannya.
Hubungan teman tetaplah teman, seperti Andre yang selalu menganggap Celine sebagai teman sekali gus adiknya sendiri, tak ada rasa cinta sedikit pun di hatinya untuk Celine hanya saja Celine menganggap perhatian Andre padanya sebagai lambang dari cinta.
Celine menarik nafasnya yang terasa memburu, bahkan baru kali ini Andre menolak ajakannya karena suatu alasan.“ayo non kita pergi makan di luar soalnya saya jarang sekali makan di luar apa lagi di restoran mewah hihihi”
“Kamu pergi sendiri! dan makan sendiri di sana!”
Di malam ini Andre tetap terjaga tak bisa tertidur meski beberapa kali memejam kan mata kemudian entah kenapa bayangan seseorang yang paling ia benci menari di pikirannya.
ssstttt...
“Sial. kenapa wanita itu berada di pikiran ku sekarang!”Andre kemudian menyibak kan selimut yang menutupi tubuh lantas bangkit menuju meja kerjanya.
__ADS_1
Sebelum membuka laptop yang ada di atas meja terlebih dahulu ia meminum sebotol air mineral sembari membuka laptop.
Byurrrr.....
Andre tanpa sengaja menyemburkan air yang ada mulutnya sampai-sampai air itu membasahi layar laptopnya.
“Wanita ini lagi!”Ucapnya spontan.
Tertera di layar laptop Andre foto Rubby saat berada di pesta malam itu, wajahnya yang tentu sangat cantik nampak bersinar tak sengaja tersorot kamera.
*Wanita cantik ini sangat beruntung di rebut dua pria tampan..*Begitu lah terjelaskan sebuah situs yang tiba-tiba muncul di layar laptop Andre.
“Situs sialan berani-beraninya mereka membuat berita yang tak sesuai dengan ekspetasi”Segera Andre mengklik tombol blokir di menu utama dan tidak membutuhkan waktu lama situs pun berhasil terbuang.“yes berhasil!”
Andre bernafas lega seraya merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal. Bicara tentang pegal Andre jadi ingat jika ia harus melakukan gym pada besok pagi.
Musik yang sejak tadi berputar kini berpouse sementara karena mendapatkan panggilan telepon dari seseorang.
Rubby tersenyum seolah senang ketika mendapatkan panggilan dari seseorang hingga dengan nada khawatir ia pun mulai berkata duluan sebelum orang itu memulai obrolan.
[Hallo dim, bagaimana kabar mu, Dim maaf yah...]
[Aku baik-baik saja Rubby, hanya saja aku sangat khawatir pada mu aku takut kondisi mu saat tidak baik-baik saja karena malam itu dan karena bagaimana pun ini semua karena ulah ku]
__ADS_1
[Jangan suka menyalahkan diri sendiri Dim, aku bahkan ingin sekali menjenguk mu di rumah mu hanya saja dokter menyarankan aku untuk tetap di rumah]
[Rub, boleh kah melihat wajahmu aku hanya ingin memastikan apa rubby ku baik-baik saja]
[M.... bagaimana yah...]
[Yasudah kalau tidak bisa, aku juga tidak akan memaksa mu kok]
[Bisa bentar yah aku nyalain lampu dulu]
[Hmm yah baiklah]
Panggilan kini berpindah menjadi vidio call, Akhirnya Dimas dan Rubby bisa melihat wajah masing-masing.
[Kamu terlihat cantik Rub, meski tak memakai polesan make up]
Terlihat wajah Rubby bersemu merah ia diam-diam tersenyum ke arah saat Dimas memujinya cantik. [Jangan seperti itu nanti aku bisa terbang kalau kamu memuji ku terlalu tinggi, tapi wajahmu pasti itu sangat sakit?]
[Awalnya terasa sakit tapi entah kenapa ketika melihat wajahmu seolah sakitnya hilang]
[Dim please aku serius, kalau saja bukan karena ulah ku semua tak akan seperti ini uhuhukuhuk....]
[Rubby apa kamu sakit?]
[Tidak aku hanya batuk biasa, bentar yah aku mau ke dapur dulu mau ambil minum]
__ADS_1
[Kalau begitu aku ikut!]
[Hanya sebentar kok, tunggu yah]Rubby meletakkan ponselnya di atas ranjang dan tetap mengabaikan Dimas yang tetap bersikeras ikut ke dapur bersamanya.