Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Datang Ke Pesta


__ADS_3

“Dre yakin kamu mau makan itu, itu sepertinya tidak higienis loh, bahkan siapa tau saja dia memasukkan racun di dalamnya!”Tuduh Celine pada Rubby yang hendak mengambil susu dari dalam kulkas.


Tak sengaja Rubby menjatuhkan botol susu itu kebawah lantai, ia menahan nafas sebelum emosinya meledak karena tuduhan yang tak pasti.


Andre ragu-ragu memakan nasi uduk yang telah ia buka bungkusnya.“Maka dari itu aku ingin orang yang pertama membawanya ke sini yang mencobanya!”Kata Andre.


Rubby bergegas cepat berjalan ke arah mereka.“Aku bukan kamu yang berniat membunuh orang!”Cerca Rubby.


“Yaudah kalau begitu cobain!”Kata Celine ngotot.


Rubby menarik nafas dalam kemudian ia tersenyum paksa.“Apa mau taruhan jika ini tidak beracun?”Tantang Rubby dengan seringai nya


Andre menggeser piring berisi bungkusan nasi uduk tersebut ke arah Rubby. maka tanpa perlu beralasan Rubby mengambil sendok lalu mencobanya.“Ini enak,“Rubby mengambil satu suapan lagi kali ini nasi telah memenuhi mulutnya.“lihat tidak ada reaksi apapun kan, aku baik-baik saja. tapi kalau kalian tidak mau yah sudah aku tidak memaksa dan dari pada mubazir tidak di makan lebih baik...”


“Kembalikan ini milikku!”Tukas Andre yang merebut nasi uduk yang bekas Rubby makan kemudian memakannya walau sendok itu bekas suapan Rubby.


Di dalam situasi ini Rubby adalah pemenangnya tapi yang terasa panas di sini adalah Celine


...----------------...

__ADS_1


Di dalam ruangan meeting Andre berbicara hal penting kepada semua karyawannya jika ia akan membangun hotel cabang kedua di sekitar sini, maka semua karyawannya pun memahami serta memberi saran agar hotel kedua ini di beri interior-interior yang yang mewah seperti hotel asia, bukan hanya satu tapi ada juga yang memberi banyak saran.


Meeting berjalan dengan lancar hingga pada akhirnya mereka semua bubar kecuali yang tertinggal hanyalah Andre dan Redy.


“Kumpulan saja semua saran yang mereka tulis di atas meja itu”Perintah Andre.


“Baik, pak”


“Oh iya Pak ada satu lagi yang ingin saya sampaikan pada bapak”Ucap Redy.


“Katakan!”


“Bapak mendapatkan undangan pernikahan malam ini dari pak Ridwan pemilik apartemen bintang”


“Bukan begitu pak sebenarnya beliau ingin mengundang bapak secara langsung hanya saja kemarin bapak tidak datang ke kantor jadinya beliau hanya menyampaikan undangan itu kepada saya”


“Datang saja kerumah saya, apa tidak bisa”


“Hmm entahlah pak saya juga tidak tau”Sahut Redy sambil garuk kepala.

__ADS_1


...----------------...


“Dre ayolah, kamu mau kan jadi partner aku ke pesta nanti malam karena kebetulan anaknya pak Ridwan itu teman satu fakultas saat kuliah dulu, jadi aku akan sangat malu pergi ke sana tanpa adanya pasangan”Celine merangkul leher Andre dari belakang seperti seorang kekasih yang berperilaku manja.


Andre tak bicara ia hanya berusaha melepas tangan Celine yang melingkar di lehernya.“Cel, tolong bersikap seperti biasa saja aku takut siapapun akan melihat hal ini”


“Hanya Redy yang berani masuk ke ruangan pribadi mu, jadi tidak usah mempermasalah kan hal itu.tapi kamu mau kan temani aku nanti malam”


“Hmm yah”Balas Andre singkat.


“Sungguh, kalau begitu aku jadi senang mendengarnya”


...----------------...


“Dim, apa kamu yakin. padahal aku bukan orang yang penting seperti kamu dan aku rasa datang ke pesta semewah ini aku tidak pantas”Rubby menahan Dimas yang hendak turun dari mobil karena dia merasa tidak percaya diri.


“Penampilan mu malam ini semakin bersinar melebihi kilauan bintang di langit, kamu sangat lah cantik Rubby dan aku rasa pandangan semua orang akan jatuh kepada mu bahkan melihat penampilan mu yang sekarang pun mereka pasti tidak akan mengira kamu dari kalangan biasa”


“tetap saja aku gugup Dim”Rubby memegang jantungnya yang terasa berdebar-debar.

__ADS_1


Dinas turun terlebih dahulu, menutup pintu mobilnya kembali serta membuka kan pintu sebelah kiri. “Gandeng tangan ku jika kamu merasa gugup”


Rubby menarik nafas dalam kemudian tanpa berpikir panjang ia pun keluar dari mobil dan berdiri di samping Dimas.Sedangkan mobil yang di kendarai melaju ke arah parkiran oleh sang supir.


__ADS_2