
“Ada apa dengan ku. Kenapa aku seperti aku yang ditindas oleh wanita itu, kemarin tombak keabadian ku, kemarin dia menampar wajah ku, dan sekarang dia malah mengigit bahu ku seperti vampir yang kelaparan”
Andre marah-marah sendiri di dalam kamarnya sembari membuka bagian atas bajunya tepatnya di bahu sebelah kanan. Tentu berwarna merah seperti bercak gigitan.
“arrrggghhh...gila ini sakit sekali!”Ujar Andre yang kembali meringis saat memegang bekas gigitan Rubby di bahunya.“Benar, selain hilang ingatan aku rasa otaknya ada sedikit gangguan namun setidaknya aku harus menjaga jarak terlebih dahulu sebelum wanita itu bertindak jauh”
...----------------...
Rubby kembali ke kamar setelah menutup rapat-rapat pintu kamarnya ia pun segera melemparkan tasnya ke atas ranjang dan setelah itu ia pun menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Tepat di depan cermin Rubby berbicara sendiri, ia mengutuk dirinya karena ceroboh melakukan hal tadi kepada Andre, melihat sikat gigi yang ada di hadapannya ia pun segera mengambilnya lalu mengoleskan odol di atasnya.
“Apa aku ini jelmaan vampir...”Ucapnya di sela-sela saat menyikat gigi.Rubby membayangkan film asia yang ia tonton kemarin malam, tepat sekali di saat wanitanya menggigit bahu sih pria dengan cara yang pelan lalu film pun berakhir dengan adegan ranjang yang terjadi di antara dua wanita tersebut.
Rubby menepis pikiran buruknya itu dan kembali berpikir yang ia lakukan tadi adalah sebuah perlawanan untuk menghindari perilaku kasar Andre.
Berkelana selama hampir satu jam di kamar mandi pada akhirnya Rubby pun keluar dari rutinitasnya.bahkan seperti biasa ia memeriksa ponselnya sebelum memakai baju.
__ADS_1
{Akan ku balas dengan setimpal atas apa yang telah kau lakukan pada ku, adik sialan!}
Rubby menutup mulutnya rapat-rapat setelah mendapatkan pesan berisi sebuah ancaman dari Andre.
...****************...
“Good Morning Dre...kemari duduklah di sini”Ujar Celine yang menyuruh Andre untuk segera duduk di kursi meja makan.“Mutia mengajarkan aku memasak makanan kesukaan kamu Dre, jadi aku rela bangun pagi-pagi demi membuatkan kamu sarapan sebelum berangkat kerja.ayo makanlah”
“Terimakasih yah Cel, kamu sampai-sampai repot-repot seperti ini”
“ayo cobain,”Titah Celine.
Celine memandangi wajah Andre ia bahkan berharap spaghetti buatannya menjuarai hati Andre.“Rasanya gimana, pasti enak kan?”
Andre menelan spaghetti itu begitu saja, selanjutnya ia pun meminum segelas air putih.
“Dre, dari ekspresi wajah mu... apa spaghetti tidak enak?”
__ADS_1
“Sebenarnya ini enak hanya saja kamu terlalu menambah kan banyak garam di dalamnya”
“Masak sih!”Celine yang ragu kemudian mengambil garpu lalu mencoba spaghetti itu ke dalam mulutnya. “Tidak enak...duh sorry yah Dre, tapi kalau kamu mau aku pasti akan masak lagi kok”
“Celine tidak perlu tidak apa-apa”Ucap Andre yang kini memegang tangan Celine agar tak pergi ke dapur lagi.
“Kamu yakin, tau bila perlu gimana kalau kita sarapan pagi di...”Kalimat Celine terhenti lontaran ia melihat ada sesuatu yang aneh di atas bahu Andre hampir tepatnya di bawah leher karena saat ini Andre masih memakai baju tidur yang semalam. “Dre, ini kok merah seperti bekas gigitan?”
Sontak Andre pun berdiri sembari menaiki baju tidurnya lebih menutupi bagian lehernya.
“Dre apa kamu...”
Bertepatan pada pertanyaan Celine yang bertubi-tubi saat ini pun Rubby melintasi keduanya sembari menenteng beberapa bungkus nasi uduk yang ia beli di dekat sini.
“Mau makan bersama kebetulan aku beli 4 bungkus beserta kue-kuenya”
“memakan makanan seperti itu! apa kamu gila! aku itu bukan orang kampungan seperti kamu!”Tukas Celine.
__ADS_1
“Yasudah kalau tidak mau, aku tidak memaksa kok...”Rubby hendak kembali ke dapur namun Andre menghentikan langkahnya.
“Berikan itu pada ku”