Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Aku Bukan Yang Dulu


__ADS_3

Di pagi hari Rubby membuka kaca jendela di kamarnya lalu menghirup udara yang berasal dari sana dalam-dalam. Kemudian kedua matanya memperhatikan beberapa orang yang tengah melakukan joging pagi di jalanan depan rumah.


Tanpa berpikir panjang Rubby mengganti bajunya dengan baju joging, sebab Rubby berniat untuk olaraga pagi demi menyehatkan tubuh. Setelah telah siap dengan seragam jogingnya Rubby pun keluar dari kamar.


Dengan langkah gontai Rubby menuruni anak tangga satu persatu tapi kali ini tujuannya pergi ke dapur dulu terlebih dahulu untuk mengambil minum.


Setelah sampai di dapur ternyata sudah ada Mutia yang tengah sibuk memasak sembari memakai earphone di telinganya bahkan pinggulnya ikut bergoyang-goyang. Rubby cukup cuek saja sembari mengambil gelas ia pun menuju ke kulkas.


"eh ehh siapa yang suruh kamu ambil susu di dalam kulkas!" Tegur Mutia yang mulai menyadari keberadaan Rubby.


"Aku seorang majikan di rumah ini jadi wajar dong jika aku mau susu, minuman, atau makanan di rumah ini"


"Dasar kamu itu yah gak punya malu!"


"Sudah-sudah! siniin susunya! kalau kamu berani macem-macem aku akan adukan kamu sama tuan Andre!"Mutia mengancam dan hendak merebut gelas berisi susu yang telah Rubby pegang.


"Kamu itu apa-apaan sih! dengar kamu tak punya hak untuk mengancam ku karena aku juga majikan mu!" Rubby mempertahankan gelas berisi susu yang ada di tangannya agar tidak jatuh di tangan Mutia.


"Oh yah meski berulang kali kau mengatakan hal yang sama aku masih tidak sudi kau menjadi majikan ku!"

__ADS_1


"Dasar keras kepala!"


Aksi bermain rebut-rebutan terus terjadi hingga pada akhirnya gelas berisi susu tersebut terlempar dan membuat susu tersebut tumpah bahkan mengenai baju seseorang.


Andre mengeram tak tertahan ketika ia merasakan jika sesuatu yang basah mengenai jas kerjanya yang ia beli di Jerman.


"Kalian berdua! apa-apaan ini!" Bentak Andre pada Mutia dan juga Rubby.


"Maafkan saya tuan, maaf karena ini bukanlah kesalahan saya! ini adalah kesalahannya wanita ini!''


''Enak saja, jelas ini kesalahan kamu. Andai saja kamu tidak mengusik ku tadi pasti keadaannya akan terlihat normal-normal saja"


"Oh yah emangnya apa masalahnya kalau dia telah pulang!" Rubby menunjuk-nunjuk Andre yang berdiri tak jauh dari hadapannya."Aku tidak takut sama sekali!"


"Tuh tuan lihat,dia kurang ajar sekali kan!..


" Mutia cukup! sekarang kamu tinggalkan kami berdua!"Perintah Andre yang terlihat masih meredamkan amarahnya.


"Tidak mau! waktu ku tidak banyak untuk berdebat dengan mu lebih baik aku melakukan joging sekarang!" Sahut Rubby tanpa rasa takut ia pun melewati Andre begitu saja seperti tak terjadi masalah.

__ADS_1


****************


Brakk......


Andre memukul meja di kamarnya dengan perasaan kesal, kesal akan sikap Rubby yang telah berubah total.


"Arrrggghhh... Entah apa yang harus aku perbuat untuk mengembalikan ingatannya agar dia bisa ingat siapa sosok dirinya di rumah ini! enak saja dia berani semena-mena terhadap ku majikannya sendiri!"


Sedangkan sekarang sehabis olahraga joging Rubby menyempatkan diri untuk sarapan pagi sebab pagi tadi ia tak sempat sarapan pagi karena ulah sih nenek lampir itu.


"Hehehe baru kali ini aku melihat ada seseorang yang makan sehabis olahraga pagi"Ucap seorang pria yang tiba-tiba duduk di samping Rubby.


Rubby terdiam menoleh ke sampingnya dengan kondisi mulut yang penuh dengan suapan nasi uduk.


" Minum dulu sebelum memulai pembicaraan"Sahut pria itu lagi.


Dengan cekatan Rubby meminum segelas teh di hadapannya lalu ia mulai berbicara pada pria yang tak asing baginya ini.


"A-apa kamu pria yang waktu itu ada di rumah sakit itu kan?"

__ADS_1


__ADS_2