Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Menggoda Rubby


__ADS_3

pandangan mata semua orang terjatuh pada kedua pasangan yang di mana seorang pria tampan menahan pinggang sang wanita agar tak terjatuh. Bahkan Dimas dan Celine juga syok melihat kejadian itu.


pria bermata Hazel menatap wanita yang ada di dekatnya dengan pandangan mata tanpa kedipan mungkin ia terpana terpana ketika melihat kecantikan luar biasa yang tak pernah ia lihat sebelumnya pada wanita yang ia kenal ini.


“Kenapa, apa kau terpana melihat kecantikan ku?”Tanya Rubby dengan percaya dirinya.


“Apa jabatan mu datang ke pesta semewah ini?”Tukas Andre pelan seraya sedikit menyunggingkan sudut bibirnya.


“Sekarang lepaskan aku!”Rubby bersiap melepaskan lingkaran tangannya yang tak sengaja ia tautkan di leher Andre. Namun Andre semakin menarik pinggangnya hingga tubuhnya berdempetan dengan Andre.


“Sekarang aku tanya kan pada mu, apa kamu datang kemari tanpa undangan?”Kata Andre menyeringai.


Deru nafas Andre terasa hangat begitu terasa di pucuk kepala sehingga sulit bagi Rubby untuk bernafas.“Jelas aku datang ke sini bersama seseorang, emangnya apa masalahnya dengan mu!”


“aku pernah bilang jika aku akan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah kamu lakukan pada malam itu”Andre semakin berbisik pelan menggoda Rubby seraya memandangi leher jenjang Rubby yang hanya memakai gaun warna cream yang membentuk V.


“Kamu tidak waras! apa kamu tidak malu aku dan kamu menjadi pusat perhatian semua orang!”Kata Rubby memperingatkan.


“Aku calon suami kamu! jadi biar saja mereka tau jika kamu adalah milikku!”


“Dasar wanita tidak tau diri! beraninya kamu merebut kekasih ku!”Kata Celine marah sembari menarik tubuh Rubby dari dekapan Andre.


Hampir Rubby terjatuh dua kali kalau bukan saat Ini Dimas yang menyanggah tubuh Robby agar tak terjatuh.“Kamu baik-baik saja kan?”


Rubby mengangguk seraya menegakkan tubuhnya kembali.“Makasih yah Dim”


“Lihat kamu sudah memiliki kekasih tapi masih saja menggoda kekasih orang!”Celine bicara keras sehingga semua mata yang memandang melirik ke arah Rubby.


“Kamu jangan bicara sembarangan justru pria inilah yang telah menggoda wanita ku!”Sahut Dimas membela Rubby.


Sontak Rubby pun langsung melirik Dimas.“Dim apa yang kamu bicarakan?”


“Husst tenang lah ini adalah trik agar kamu tak terlalu di sudut pandang semua orang yang ada di sini”Kata Dimas berbisik.


“Ini sudah tepat jam delapan malam dan tibalah saatnya bagi sepasang kekasih melakukan dansa romantis...”Suara MC di sana mengatakan akan di adakan sebuah dansa, bahkan sebagian orang melupakan peristiwa yang terjadi sekarang dan mereka mulai mendekati pada sang kekasih masing-masing.

__ADS_1


Alunan musik pun mulai di bunyikan, dan sekarang Dimas menawarkan diri untuk mengajak Rubby berdansa bersamanya.


“Mau berdansa dengan ku tuan putri yang cantik”Kata Dimas seraya mengulurkan tangan untuk menyambut tangan Rubby.


Andre melihat hal itu dengan rasa ketidak sukaan sedangkan sekarang Celine yang berada di dekatnya memegang tangan Andre untuk mengajaknya berdansa.“Tuan putri yang cantik ini sangat ingin berdansa dengan dengan pangeran tampan"


“Aku tidak bisa berdansa, aku yakin tubuh ku pasti terasa kaku”


“Hahaha terbukti sekali kamu sangat kampungan, buktinya tidak bisa berdansa”Ejek Celine.


“Asal-usulnya saja dari kampung jadi jelas watak udik masih melekat di jiwanya!”Sahut Andre yang juga mengompori.


“Kalian ini...!”


“Cantik, ini bukan saatnya untuk beradu debat dan sekarang ayo..”


Rubby menarik nafas dalam pada akhirnya ia pun menerima uluran tangan Dimas yang mengajaknya untuk berdansa.


Seperti ada percikan api di diri Andre di saat melihat kedua pasangan yang ada di hadapannya melakukan adegan dansa yang terlihat romantis, yang di mana sang pria memegang pinggang sang wanita sedangkan sang wanita menumpukan tangannya di bahu sang pria. Karena tidak mau kalah Andre pun juga melakukan hal yang sama bersama Celine.


“Dre, rasanya aku sangat ingin seperti ini terus sama kamu”


“Aww!! Andre kamu lihat-lihat dong, masak injak kaki aku, ini sakit tau!”


Dimas dan Rubby menatap Celine yang mengeluh kesakitan sembari mengulum tawa masing-masing.“Apa kaki mu tidak terasa sakit karena aku injak? ”Tanya Rubby yang merasa khawatir karena kedua kakinya menginjak kedua kaki Dimas.


Bagaimana bisa fokus kalau titik fokus Andre hanyalah pada Rubby yang tenga berdansa bersama seorang pria yang tak di sukainya, apa ini yang di namakan cemburu? pikir Andre dalam hati.


“Aku harus pergi ke toilet sebentar!”Tukas Andre seraya melepaskan diri dari Celine.


“Dre, nanti saja. tunggu dansanya sudah selesai”Celine menahan lengan Andre.


“lalu apa kamu mau aku di permalukan di depan keramaian karena tidak dapat menahannya?”Andre seperti emosi sehingga mau tidak mau Celine merelakan Andre pergi ke toilet.


 

__ADS_1


“Tidak! tidak ada apa dengan ku! apa yang tenga aku pikirkan! lalu apa aku ini....ah tidak! tidak mungkin aku manaru perasaan pada seorang wanita yang paling aku benci! please jangan konyol Andre!” Andre berbicara sendiri saat ia tengah berada di dalam toilet.


“Andre...kenapa kamu lama sekali. lihat pesta dansanya telah berakhir, aku jadi malu pada semua orang yang ada di sini karena sendirian” Celine mengeluh berharap mendapat belas kasihan pada Andre namun apa dia pria itu hanya melewatinya begitu saja.


“AC di sini sama seperti angin, buktinya sebagian rambutnya ada yang sedikit berantakan”Kata Dimas seraya merapikan rambut rambut halus Rubby.


tak di sangka sebuah tangan menyambar tangan Rubby tanpa basa-basi menarik tubuhnya juga. “Ayo kita pulang!”Cerca Andre antusias.


“Apa yang kamu lakukan, lepaskan dia!” Dimas menahan Andre agar tak membawa Rubby bersamanya.


“Saya berhak membawanya pulang karena dia adalah adik saya, dan kami masih tinggal di satu atap bersama!”


“Lepasin aku! aku bisa pulang bersama!”Balas Rubby yang hendak menarik tangannya namun masih di tahan oleh Andre.


Celine pun datang dan hendak membantu Rubby melepaskan tangannya dari genggaman Andre.“Kamu datangnya sama Aku Dre! jadi pulang nya kamu juga harus sama aku!”


“Ayo pulang!”Andre tetap memaksa menarik tangan Rubby untuk mengikutinya.


Dimas tak bisa diam saja ia juga merasa marah karena Andre bersikap semena-mena pada Rubby. “Jenis orang seperti anda memang tidak pantas di beri kelembutan!”


Bugg.....


Cukup satu pukulan Dimas berhasil memberi tinju di wajah Andre saat pria itu berbalik. Andre menyeringai sembari menghapus jejak darah di sudut bibinya.“Curang!”Tukasnya.


Karena tidak mau kalah Andre pun juga membalas hal serupa memberi tinjuan di wajah Dimas hingga pria itu tersungkur.


Bugg....


Dimas bangkit membalas lagi apa yang telah Andre perbuat kepadanya. Pukul-pukulan pun terjadi di antara keduanya, membuat Rubby kebingungan.


“Hentikan! Dimas! Andre! sudah cukup!”Cerca Rubby pada keduanya tapi apa daya keduanya pun tak mau mendengarkan.


Semua mata melihat kejadian itu, bahkan ada juga yang mengambil momen perkelahian dengan ponsel masing-masing.


Rasa pusing di kepala seketika terjadi membuat Rubby menyentuh kepalanya sendiri yang berdenyut hebat. Samar-samar Rubby melihat keduanya sudah tak terlihat jelas lagi hingga hal tak terduga terjadi kepadanya.

__ADS_1


Andre dan Dimas yang sibuk berkelahi menghentikan aktivitas mereka di saat mereka melihat Rubby yang jatuh serta tak sadarkan diri.


“Rubby!”Sahut mereka berdua secara bersamaan.


__ADS_2