Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Memberi Andre Pelajaran


__ADS_3

Rubby di antarkan pulang dengan mobil mewah bewarna putih oleh seorang pria yang telah di ketahui bernama Dimas yang baru ia kenal di rumah sakit waktu itu. Ia perlahan turun setelah Dimas membukakan pintu mobil untuknya.


“Jangan bersikap terlalu manis padahal aku bisa kok buka pintunya sendiri”, ucap Rubby.


“Tidak apa-apa selagi itu tak merepotkan bagi ku”


Sejenak Rubby memperhatikan jam di tangannya. “Ini bahkan baru jam 8 pagi harusnya aku melanjutkan jogging saja dari taman sana sampai kerumah”


“Lari setelah makan, apa itu bagus untuk kesehatan?” Sahut Dimas.


“Hmmm iya deh, Kata-kata mutiara dari seorang dokter yang profesional itu memang selalu benar”


“Berapa uang yang kamu inginkan setelah memuji ku hehe”


“Apa kamu pikir aku segampang itu dok”


“Maaf aku hanya becanda Rub, jangan terlalu di ambil hati”


“Iya beruntung sekali sayang nya aku bukan tipe manusia yang mudah tersinggung. Oh iya apa mau mampir dulu?”Rubby menawarkan Dimas untuk mampir kerumahnya tapi Dimas menolak karena masih terlalu awal serta di jawab mungkin lain kali akan berkunjung ke rumah Rubby.


“Rubby...”Panggil Dimas saat Rubby baru saja melangkah memasuki gerbang rumahnya.


Rubby menyahut dan berbalik badan.“Iya”


“Jika ada waktu senggang aku juga ingin mengajak mu untuk berkunjung ke rumah ku untuk bertemu dengan kakak ku soalnya dia sangat ingin mengenal kamu”

__ADS_1


Rubby tersenyum hangat kemudian menjawab apa yang baru saja di ucapkan Dimas. “sepertinya siang ini bisa berhubung aku tak memliki aktivitas”


“Baiklah aku senang mendengarnya dan kalau begitu aku akan menjemput mu lagi jam satu siang”


“Oke kabarin saja jika mau menjemput ku jadi aku bisa siap-siap"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Senyuman yang tak pernah memudar seolah membuat wajah Rubby berseri-seri lantaran ia pernah merasa sebahagia ini saat baru saja melakukan aktivitas perjalanan bersama Dimas padahal pria itu baru ia kenal belum sampai 24 jam.


“Wah non Rubby, hayo barusan di anterin siapa mukanya nyampe merah gitu udah gitu cowoknya ganteng lagi.”


Raut wajah Rubby kembali normal di saat gerak gerik anehnya di ketahui pak Agam.


“Tadi hanya temen pak”


“Pak apa aku dulu jelek sehingga tidak ada seorang pria satu pun yang mendekati?”Tanya Rubby teramat penasaran dengan masa lalunya.


“Non walaupun non Rubby dulu pakai kaca mata tapi menurut bapak non masih tetap cantik kok, cantik natural dan untuk sekarang memang itu cowok sebagai satu-satunya orang yang nganterin Non nyampe wajahnya Non seberserih ini”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Buang semua Barang-barangnya hingga tak tersisa sedikit pun!”Perintah Andre pada Mutia.


Bahkan dengan semangatnya Mutia memasukan pakaian pakainya Rubby kedalam kantong sampah berukuran besar.

__ADS_1


“Benda-benda yang ada di atas meja itu masukan juga ke dalam kantong sampah”Andre mengambil serta memandangi bingkai foto dirinya waktu masih kecil dan tanpa berpikir panjang ia juga memasukan bingkai foto itu ke dalam kotak sampah yang tersedia di samping ranjang Rubby.


Rubby menyerengit aneh di saat melihat pintu kamarnya terbuka lebar padahal sebelum pergi jogging ia sudah menguncinya. kemudian beragam campuran suara mengusik telinga Rubby untuk lebih memilih memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar.


“Apa yang kalian lakukan!“ Bertapa syok saat Rubby mengetahui jika Kamarnya berantakan di tambah Mutia yang terlalu bersemangat memasukkan pakaian pakaian Rubby ke dalam kantong sampah.


Tak akan tinggal diam Rubby perlahan memajukan langkah hendak mencegah Mutia melakukan hal yang tidak ia sukai, namun di sisi lain Andre menahan lengan Rubby.


“Tidak ada yang bisa menentang perintah ku sekali pun itu hanya kamu jadi cukup sadar diri saia karena ini bukanlah dunia mu!”


“Ck apa kamu pikir aku takut dengan gertakan mu!”Rubby melotot tajam.


Maka dari itu seperti biasa Andre menumpukan tangannya mencengkram erat rahang Rubby.


“Berani kamu menyorot kan mata mu seperti itu! ingat Bagaimana pun kamu adalah seorang wanita jadi kamu tidak akan mampu untuk melawan, dan jangan mentang-mentang kamu hilang ingatan kamu bisa semena-mena!”


Cengkraman tangan Andre di kedua rahangnya memang tak main-main sakitnya bahkan rasanya ingin menangis seolah daya di dalam dirinya seakan melemah.


Bisa di lihat dari ekor mata terlihat juga di sana Mutia tersenyum penuh kemenangan di saat melihat Rubby yang mulai tak berdaya karena perbuatan Andre.


’Rasain kamu Rubby, syukuri emangnya enak makanya jadi orang jangan sok melawan padahal hatinya masih lemah seperti dulu’


Bug!!


“Arrrggghhh....sakitttt.....!!”Andre menjerit kesakitan serta jatuh tersungkur kebelakang sembari memegangi bagian depan celananya yang terasa sangat sakit karena tendangan Rubby.

__ADS_1


Rubby berjongkok menyamai posisi Andre


“Apa hanya segitu kemampuan mu tuan?”Tanya Rubby di ikuti seringainya.


__ADS_2