Dendam Yang Salah

Dendam Yang Salah
Hancur sudah


__ADS_3

'Astaga! tadi aku jawab apa, gak gak gak, gak boleh terjadi.' Batin Rahel yang tersadar akan ucapannya barusan.


Jupiter sambil mengingat rasanya kehilangan adik perempuan satu-satunya, didalam dadanya terasa bergemuruh hebat.


Antara ingin membalaskan dendamnya pada adik teman sendiri atau harus mengabaikannya, Jupiter semakin dilema dibuatnya.


Namun, kebenciannya kembali menguat saat adiknya tergeletak bersimbah da_rah didepan kedua matanya. Otaknya kembali terasa mendidih, dar_ah yang terus mengalir, masih diingat jelas oleh ingatannya.


Rahel yang semakin takut menatap wajah suaminya yang terlihat gara_ng, membuatnya semakin ketakutan.


Dengan tubuhnya yang gemetaran, Rahel menggigit bibir bawahnya hingga terluka karena rasa takutnya yang sulit untuk di kendalikan. Lebih lagi dirinya hanya mengenakan handuk yang dililitkan, semakin berdegup kencang dan detak jantungnya yang tidak beraturan.


"Jangan, jangan lakukan itu. Aku mohon, jangan, jangan sentuh aku. Aku rela melakukan apapun, tapi aku mohon jangan nodai aku." Ucap Rahel dengan tubuhnya yang gemetaran saat suaminya memegangi kedua pundaknya dengan tatapan yang siap memangsa dirinya.


Jupiter sama sekali tidak menanggapinya, justru ia mengangkat dagu milik istrinya. Kemudian, dengan berani menge_cup bibirnya dengan lembut, dan melu_matnya.


Cuih!

__ADS_1


Rahel meludah ke samping dan mengusap bibirnya berulang kali dengan kedua tangannya, tentu saja merasa jijik saat mendapat ci_uman tanpa didasari dengan perasaan cinta diantara keduanya. Justru, yang dilakukan oleh Jupiter hanyalah sebagai perusak harga diri istrinya atas nama dendam meninggalnya adik perempuannya.


Jupiter yang mendapat hinaan dari istrinya, ia langsung mendorong tubuh istrinya hingga terpental ke atas ranjang tidurnya.


Tanpa pikir panjang untuk membalaskan dendamnya pada adik perempuan teman dekat dulu, Jupiter langsung menarik paksa handuk yang melilit di atas buah_da-danya hingga pandangan terlihat begitu polos.


Rahel mencoba meringkuk dan menyambar selimut yang ada di dekatnya, naas, tak dapat ia gapai.


Dengan rasa ketakutan, Rahel berusaha untuk memberontak, tak dapat ia lakukan. Jupiter yang sudah hilang kendali atas dendamnya yang lebih besar dari tujuan dari awal, sampai ia lupa jika mempunyai kekasih.


Rahel yang ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menangis dengan kondisinya yang sudah seperti tidak mempunyai harga diri sama sekali.


Sambil meringkuk di pinggir kepala ranjang, Rahel menunduk ketakutan, bak seperti orang depresi karena kelewat ketakutan.


Jupiter sendiri yang sudah bertekad untuk membalaskan dendamnya, langsung melepaskan pakaiannya sendiri hingga tak tersisa di tubuhnya, dan benar-benar polos seperti istrinya tanpa berbalut kain apapun.


Dengan tatapan yang sulit diartikan, Jupiter seperti orang yang kese_tanan dan mendekati istrinya. Kemudian, Jupiter memaksa istrinya untuk melayani sebagaimana permintaannya.

__ADS_1


Jupiter yang cukup lama melakukan kegiatan panas dengan istrinya, tidak peduli dengan air matanya yang terus membanjiri kedua pipinya sampai kedua matanya sembab, hingga sampainya kegiatan panasnya selesai.


Tubuh Rahel yang terasa remuk atas perbuatan dari suaminya, ia langsung menutup tubuh polosnya dengan selimut tebal, juga dengan tangisannya yang sulit untuk di redakan. Jupiter sendiri tidak menghiraukan kesedihan dari istrinya.


Selesai mandi, Jupiter mendekati istrinya yang masih menangis sesenggukan.


"Jangan lebay, masih banyak lagi yang harus kamu terima atas kema_tian adikku, paham." Ucap Jupiter dihadapan istrinya dengan tatapan penuh kebencian lewat kakaknya yang ia tuduh telah menyebabkan kema_tian adik perempuannya.


Rahel yang mendengarnya, pun ingin rasanya memberi sumpah serapah dengan ucapannya yang lantang.


"Cepat kau mandi, ini baju gantimu." Ucap Jupiter sambil meletakkan paperbag yang udah disiapkan oleh seseorang yang sudah mendapatkan perintah darinya.


Rahel sama sekali tidak menjawabnya, masih merasakan remuknya badan, juga sesuatu milik berharganya yang terasa perih.


Pernikahan yang dianggap akan membawa kebahagiaan, justru dirinya menjadi sebuah pelampiasan dendam atas tuduhan kepada kakaknya.


Jupiter yang sudah ada sedikit rasa kepuasan karena berhasil meno_dai perempuan yang dijadikan pelampiasan dendamnya, kini tengah berbaring di sebelah istrinya yang masih dengan posisinya.

__ADS_1


__ADS_2