
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Haikal tidak bisa tidur, dia terus gelisah dan memikirkan Alya. Lebih tepatnya dia terus membayangkan tubuh mulus Alya saat mengenakan lingerie tadi. Haikal menoleh kesampingnya, terlihat Karin sudah tidur dengan lelap. Secara perlahan-lahan Haikal turun dari ranjang dan membuka laci nakas samping ranjangnya.
Haikal mengambil kunci, yang akan dia gunakan untuk membuka pintu. Haikal keluar kamar nya pelan-pelan agar tidak membangunkan Karin. Jika Karin terbangun apa yang sudah dia rencanakan pasti berantakan.
Langkah kaki Haikal menuju kamar Alya, suasana rumah sudah sangat sepi. Sebab saat ini sudah jam 1 malam.
"Pintu nya dikunci? Hemm beruntung aku juga pegang kunci kamar ini."Seru Haikal yang saat ini sudah berdiri di depan kamar yang di tempati Alya.
Ceklekkk
Pintu terbuka dan secara perlahan Haikal masuk dan mengunci kembali pintunya. Setelahnya, Haikal mendekati ranjang Alya dimana saat ini Alya sedang tertidur dengan pulas dan masih dengan baju yang sama.
Glekkk
Haikal menelan Salivanya sendiri. Akal sehatnya sudah mulai kacau. Ternyata dia benar-benar tergoda dengan tubuh wanita yang masih sah menjadi istrinya.
"Aku berhak atas tububnya, sebab dia istri sahku."Ucap Haikal pada dirinya sendiri.
Haikal mulai naik ke kasur, merasa ada yang mengusik tidurnya Alya pun terbangun dan kaget saat mendapati Haikal sudah ada di atas ranjangnya.
"Mau apa kamu, Haikal?." Tanya Alya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Mau apa? Tentu saja aku ingin tidur dengan istriku. Memangnya tidak boleh tidur dengan istri sendiri?."Tanya Haikal dengan tatapan seperti orang kelaparan.
"Kamu sudah gila ! Tidak waras ! Bukannya kamu itu tidak menganggapku sebagai istri kamu? Oh jadi sekarang kamu sudah mulai menjilat ludah kamu sendiri? Atau jangan-jangan kamu memang sudah jatuh cinta dengan ku, Haikal?." Seru Alya dengan tenang.
Alya mencoba tetap bersikap tenang di depan Haikal. Padahal dalam hatinya dia ketakutan, takut jika kejadian malam itu akan terulang lagi. Mana saat ini dirinya juga sedang hamil, dia tidak mau membahayakan kandungannya.
"Kenapa? Kamu takut? Bukannya tujuan kamu memakai pakain seperti ini untuk menggodaku? Kamu sengajakan menggodaku? Kamu jangan munafik, Alya."Seru Haikal sambil menarik paksa baju Alya.
Akhirnya baju lingerie yang dipakai Alya sudah sobek tidak beraturan. Haikal semakin bersemangat, Alya terus berontak. Namun tenaga Alya tidak sebanding dengan tenaga Haikal. Berontak pun percuma, yang ada tenaganya juga akan habis.
Dengan berlinangan air mata, akhirnya malam itu Haikal berhasil kembali melakukannya. Haikal seperti tidak kenal lelah, terus dan terus sampai 2 jam lamanya baru dia berhenti.
"B@j!n9an kamu Haikal."Seru Alya mengumpat Haikal.
"Aku akan membuat mu menyesal sudah memperlakukan aku seperti wanita murahan begini."Ucap Alya terus mengumpat Haikal.
"Hahaaaa. Alya, alya !! Kamu bisa apa? Kamu hanya bisa memakiku saja tapi kamu tidak bisa berbuat lebih. Kamu itu memang nikmat Alya, bahkan lebih nikmat dari Karin. Sayangnya kamu kurang garang dan tidak ada perlawanan. Seandainya kamu bisa mengimbangi permainanku, aku pasti akan sanggup sampai pagi."Ucap Haikal sembari memakai pakaiannya kembali.
**********
Pagi hari, Alya bersiap-siap ke kantor. Dia sudah menyiapkan semua berkas-berkas yang dia butuhkan untuk meeting dengan klien. Alya pun juga sudah merias wajahnya, akhir-akhir ini Alya senang berdandan meskipun tidak tebal seperti Karin.
"Mau ke kantor, Non Alya?."Tanya bik Asih dengan sopan dan ramah.
"Iya bik. Seperti biasa aku harus kekantor untuk bekerja agar bisa mendapatkan uang. Jadi aku tidak harus repot-repot hidup numpang sama orang lain."Seru Alya sengaja bicara seperti itu agar Karin sedikit tahu diri.
Saat ini Alya ada didapur untuk mengambil air putih, sedangkan Karin dan Haikal sedang sarapan berdua di meja makan. Sudah seperti sepasang suami istri yang bahagia saja, padahal hanya sepasang pasangan mesum.
"Kamu nyindir aku?."Tanya Karin dengan mata melotot.
__ADS_1
"Memangnya aku ada nyebut nama kamu? Tidak kan? Tapi kenapa kamu yang marah? Oh atau jangan-jangan kamu memang merasa seperti yang aku ucapkan tadi?."Ucap Alya semakin berani sehingga membuat Karin kesal.
Brraaakkkk
Haikal menggebrak meja makan dengan keras sehingga Alya dan Karin langsung kaget dan terdiam.
"Kalian itu kenapa sih pagi-pagi sudah ribut ? Alya ! Jaga sikap kamu dan ucapan kamu, aku tahu apa maksud dari ucapanmu tadi. Karin tinggal disini itu tidaklah numpang tapi dia memang berhak tinggal disini. Aku dan Karin dua hari lagi akan menikah, dan kamu !! Jangan harap aku menceraikan kamu sebelum kamu merasakan penderitaan yang lebih dari apa yang aku dan Karin alami."Ucap Haikal dengan lantang.
Sedikitpun Alya tidak takut dengan ancaman Haikal. Saat Alya sudah mempunyai semua bukti-bukti kebusukan dan kejahatan Karin, tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk meledakkan boom nya.
"Aku tidak peduli. Mau kamu dan dia menikah sekarang pun aku tidak peduli."Ucap Alya lalu melangkah meninggalkan dapur.
Namun baru juga melangkah, Karin langsung mencengkram lengan Alya dengan tatapan penuh kebencian dan amarah.
"Tunggu !! Apa itu dileher kamu? Bekas siapa itu?." Tanya Karin dengan mata membulat melihat tanda merah di leher Alya.
Alya tersenyum senang, akhirnya Karin melihat juga tanda merah itu. Alya memang sengaja belum menutup tanda itu dengan foundation agar Karin bisa melihatnya.
"Oh tanda ini? Memangnya kenapa? Dan kenapa kamu seperti wanita bodoh saja. Aku punya suami sah, jadi wajar dong aku punya tanda merah seperti ini?." Seru Alya melirik Haikal.
Haikal terdiam dan hanya bisa pura-pura tidak mendengarnya. Dia tahu pasti sebentar lagi Karin akan marah. Sebab dia sudah berjanji Jika dia tidak akan pernah menyentuh Alya.
" Jangan bohong kamu Alya !! Haikal tidak mungkin menyentuhmu ! Karena dia sudah berjanji tidak akan menyentuh wanita seperti kamu. Aku bisa memberikan lebih dari apa yang Haikal minta."Ucap Karin dengan percaya diri.
"Oh kamu tidak percaya? Tanya saja sama Haikal semalam loh kami habis melakukannya sampai jam setengah 4 dini hari. Apa tadi malam kamu dan Haikal melakukannya? Tidak kan? Itu karena Haikal ingin melakukannya dengan ku. Oh iya kata Haikal aku ini lebih nikmat dan menggigit dibandingkan dengan milikmu yang sudah tidak berada lagi. Hahaaa "Ucap Alya lalu tertawa dengan puas.
Alya ... !!
Haikal berteriak meminta Alya untuk berhenti tertawa. Alya memang langsung menghentikan tawanya, lalu dengan masa bodo dia berjalan meninggalkan dua manusia tidak tahu diri itu.
__ADS_1
Alya menghampiri mobilnya yang ada di garasi samping. Dari garasi terdengar Haikal dan Karin yang sedang berdebat. Haikal merayu Karin agar Karin tidak marah dengan dirinya.
***********