
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Kamu hamil, Alya?."Ucap Mama nya Alya kaget.
Mama Alya tidak tahu harus bersikap bagaimana? Mau bahagia atau bersedih saat mengetahui kehamilan Alya. Sebab pernikahan Alya terjadi atas sebuah rasa dendam, dan Alya sampai sekarang tidak pernah merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Akan tetapi anak dalam kandungan Alya tetap harus bahagia, bagaimanapun nanti tetap dia akan menjadi pewaris Alya.
"Iya ma. Saat ini usia kandungan Alya sudah masuk bulan ke 3, Ma. Maaf, Ma jika Alya menyembunyikan semua ini dari mama. Ma, Alya ingin menggugat cerai Haikal tapi apa pengadilan akan mengabulkan permintaan Alya dengan keadaan Alya yang masih hamil begini?." Tanya Alya meminta pendapat dari sang mama tercinta.
"Kenapa tidak dari dulu saja kamu menggugat carai Haikal? Kenapa saat kamu sudah hamil kamu menggugatnya? Kamu bisa bercerai saat anak mu sudah lahir, apapun keputusan mu mama akan mendukungnya. Mama tidak ikhlas melihat hidupmu menderita seperti ini, Alya." Ucap Widia sembari mengusap punggung Alya dengan lembut.
"Dulu Alya belum punya bukti apa-apa ma, dan Alya juga mengkhawatirkan keselamatan mama. Sebab Haikal mengancam akan menyakiti mama, Alya tidak mau sampai semua itu terjadi Ma."Ucap Alya serius.
Widia mengangguk paham, dia sangat tahu bagaimana Alya. Alya sangat menyayanginya dan tentunya dia akan melakukan apa saja demi keselamatan mamanya.
"Terus apa rencana kamu, Alya?." Tanya Widia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Alya.
"Alya akan memberitahu kejahatan dan kebusukan Karin kepada Haikal ma. Dan setelah Haikal menyadari kesalahannya, Alya akan meninggalkannya dan tidak akan mengizinkan dia untuk bertemu dengan anak yang saat ini masih dalam kandungan Alya."Ucap Alya sangat serius.
"Mama tidak akan melarang kamu untuk memberi pelajaran Haikal dan Karin. Tapi mama minta jangan terlalu ambisius dan jangan sampai membahayakan diri kamu sendiri."Ucap Widia menasehati Alya.
"Iya ma. Kalau begitu Alya pulang dulu ya ma, sudah semakin sore takutnya nanti jalanan semakin macet."Ucap Alya berpamitan.
Setelah berpamitan, Alya pun langsung keluar dari rumah mamanya. Dia melajukan mobilnya menuju rumah suaminya. Pria yang berstatus suami tetapi musuh baginya.
Sesampainya dirumah, Alya segera turun dari mobil dan masuk ke rumah. Saat dia masuk rumah, ternyata sudah ada Haikal yang duduk di sofa ruang keluarga dengan ponsel ditangannya dan kopi panas terhidang di atas meja. Namun tidak ada Karin di samping Haikal, biasanya Karin itu selalu menempel seperti perangko saat Haikal ada dirumah.
__ADS_1
"Kemana saja kamu jam segini baru pulang?." Tanya Haikal dengan nada bicara cukup tegas.
"Dari rumah mama."Jawab Alya singkat.
"Kenapa kamu tidak izin dengan ku, tidak seperti Karin yang kemana-mana selalu izin. Padahal dia hanya istri siri ku dan kamu istri sah ku. Oh iya aku lupa kamu belum tahu kan kalau aku dan Karin sudah menikah secara siri? Aku dan Karin sudah menikah seminggu yang lalu di rumah orang tua, Karin."Ucap Haikal dengan senyum sinis seolah mengejek Alya.
Alya memang tidak tahu jika Haikal dan Karin sudah menikah siri. Dan dia baru tahu saat Haikal memberitahunya barusan ini. Namun Alya sama sekali tidak bersedih, dia terlihat biasa saja dan tidak peduli dengan pernikahan Haikal dan Karin.
"Oh selamat deh kalau begitu."Jawab Alya terlihat santai.
"Kamu tidak marah?." Tanya Haikal.
"Buat apa aku marah? Justru aku senang kamu menikah dengan wanita murahan itu, sudah murahan menjijikan pula. Oh iya pasti saat ini dia sedang bersenang-senang dengan pacarnya dan kamu tahunya dia ada kerjaan kan? Bodoh banget sih kamu, Haikal? Karin itu wanita licik, dia sudah merencanakan semua yang terjadi termasuk kecelakaan yang terjadi. Itu semua dia lakukan karena dia ingin menghancurkan ku."Seru Alya mulai bicara tentang Karin.
"Tutup mulut mu, Alya !! Karin bukan wanita seperti yang kamu tuduhkan. Dia itu wanita yang sabar, anggun dan lembut. Kamu jangan coba-coba mengadu domba aku dan Karin. Kamu itu yang pembunuh."Seru Haikal lantang, dia tidak suka Alya memandang rendah Karin.
"Bodoh !! Laki-laki bodoh kamu, Haikal !! Selama ini Karin itu sudah membohongi kamu, bahkan dia sudah berselingkuh dengan Alex, teman mu sendiri. Dan soal kecelakaan itu rekayasa Karin dan Alex, dan selama 1 bulan lebih dia bersembunyi di luar kota. Jika kamu tidak percaya, lihat ini dan buka mata kamu lebar-lebar. Disana sudah tertera tanggal, bulan dan tahun serta jamnya pun ada."Seru Alya sambil melemparkan foto-foto kebersamaan Karin dan Alex.
"Ini pasti bohong dan ini pasti rekayasa kamu saja, Alya. Foto ini bisa di edit, apalagi dunia sudah canggih begini. Jangan kamu fikir, aku bakal percaya dengan semua foto rekayasa ini."Seru Haikal tetap tidak mempercayai bukti yang sudah ada di tangannya.
"Kalau kamu tidak percaya ya sudah. Saya juga tidak memaksa, terserah anda."Seru Alya bicara dengan santai.
"Jika kamu mau tahu pekerjaan apa yang di lakoni isyri sirimu itu, kamu datang saja di hotel XX. Pasti saat ini dia sedang memuaskan Alex, dasar pria bodoh."Seru Alya tersenyum sini sambil melambaikan tangannya lalu berlalu masuk kekamarnya.
Tinggal lah Haikal seorang diri, dia mencoba menghubungi Karin. Namun sampai panggilan ke 2 Karin belum juga mengangkat sambungan teleponnya.
Haikal terus mencoba sampai akhirnya Karin pun mengangkat teleponnya.
[ Hallo Karin. Lama sekali kamu menganggkat teleponnya? Kamu lagi apa sih?.] Tanya Haikal kesal karena Karin terlalu lama mengangkat teleponnya.
[ Maaf sayang, aku tadi dari kamar mandi. Baru selesai mandi, sayang. Ada apa sih kok marah-marah? Sudah kangen ya? Sabar ya sayang, besok sore aku pulang. Baru juga sehari tidak bertemu.] Jawab Karin dengan manja.
__ADS_1
[ Kamu benar di luar kota? Tidak di hotel XX?]
[ Hahhh.. Hotel XX? Tidak sayang, aku ada di luar kota. Sedang pemotretan untuk iklan, Sayang. Kok kamu tidak percaya begitu sih sama aku , Sayang?.]
[ Ohh... Ya sudah. Berarti tadi aku salah lihat. Cepat pulang, aku merindukan mu.]
[ Baik sayang. Sudah dulu ya, aku sudah dingin banget nih. Mau pakai baju dulu.]
[ Iya sayang]
Klik
Sambungan telepon sudah berakhir, Haikal tetap mempercayai Karin daripada Alya.
Sementara itu di hotel XX, Karin dan Alex memang sedang berada di hotel yang sama. Tepatnya juga kamar yang sama dan ranjang yang sama.
"Haikal itu memang bodoh. Dia terlalu percaya dengan mu,Sayang."Ucap Alex yang memeluk Karin dari belakang dengan tangan yang tidak tinggal diam.
" Emmhh... Sayang, kita lanjut main lagi yuk. Tadi kan sempat terganggu karena ada telepon dari pria bodoh itu. Sekarang ponsel sudah aku matiin jadi aman tidak ada pengganggu lagi."Ucap Karin dengan manja.
"Baiklah sayang, gantian aku yang bermain dan kamu cukup menikmatinya."Seru Alex langsung membawa Karin di atas kasur.
Tanpa menunggu lama, Karin dan Alex sudah berolah raga lagi dan ini tidak tahu olah raga yang keberapa kalinya untuk hari ini.
"Ahh.. Sayang, kamu semakin membuat aku tidak bisa berkutik."Seru Karin dengan suara tersengal-sengal karena menahan sesuatu yang semakin memuncak.
"Iya dong. Biar kamu betah dan tidak melupakan ku. Kamu kan kalau dirumah juga sering berolah raga dengan, Haikal."Ucap Alex dengan terus bekerja.
"Haikal tidak ada apa-apanya di bandingkan kamu, Sayang. Masih lebih besar kamu dan bisa membuat aku puas. Ayo sayang semakin cepat, lebih cepat lagi sayang."Racau Karin.
Alex tersenyum senang melihat Karin yang semakin ketagihan dengan permainannya. Selagi Karin ada bersamanya, Alex tidak perlu pusing-pusing memikirkan biaya hidupnya. Sebab ada Karin yang menjamin, dan Karin mendapatkan uang itu dari Haikal.
__ADS_1
***********