Dendam Yang Salah

Dendam Yang Salah
Mengetahui kehamilan Alya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Apa maksud kamu mempermalukan dan menghina Karin? Jangan mentang-mentang kamu kaya bisa seenaknya saja kamu menghina Karin."Ucap Haikal lantang.


Karin mengadukan semua yang tadi terjadi dengannya saat datang ke kantor Alya. Tentunya banyak juga yang sudah ditambah-tambahi Karin, agar Haikal memarahi dan semakin membenci Alya.


"Oh jadi wanita licik itu sudah mengadu dengan mu?." Ucap Alya memandang sinis kearah Karin.


"Alya !!"Bentak Haikal dengan lantang sambil mengangkat tangan nya hendak menampar Alya.


Haikal tidak suka Alya menyebut Karin wanita licik. Apapun yang di ucapkan Alya tentang Karin, Haikal tidak akan pernah percaya dan tidak akan pernah untuk mendengarkannya. Menurutnya Karin adalah wanita yang baik dan wanita yang sangat dia cintai.


"Apa ? Kamu mau menampar ku? Ayo tampar, Ayo !! Kenapa kamu berhenti? Bukannya dulu kamu sering main tangan? Bagian tubuh ku mana yang belum kamu pukul? Aku tidak akan pernah takut dengan orang bodoh sepertimu, Haika !."Seru Alya dengan penuh penekanan.


Plaakkk


Plaakkk


Akhirnya dua tamparan berhasil Haikal layangkan di pipi Alya. Melihat Haikal yang menampar Alya membuat Karin tersenyum bahagia. Namun berbeda dengan Haikal, dia seakan menyesal sudah menampar Alya. Setelah menampar Alya dia hanya diam termenung sembari memandangi tangan kanannya yang tadi dia pakai untuk menampar Alya.


"Alya, Aku... Aku."Seru Haikal terbata-bata.


"Sayang kamu kenapa? Menyesal kamu menampar wanita jahat ini?."Tanya Karin sambil melingkarkan tangannya di lengan Haikal.


" Ahh Mana bisa aku menyesal. Aku tidak akan pernah menyesal, Sayang. Wanita seperti dia memang pantas untuk mendapatkan tamparan. Bahkan lebih dari sekedar tamparan pun dia pantas mendapatkannya."Ucap Haikal sambil mencoba menetralkan perasaanya yang tidak menentu.


Karin tersenyum senang karena berhasil memprovokasi Haikal. Dia tidak akan membiarkan Haikal melembutkan hatinya untuk Alya. Karin akan terus berusaha untuk menambah kebencian Haikal terhadap Alya.


"Aku tidak akan takut dan tidak akan lemah menghadapi orang seperti kamu, Haikal. Kamu itu hanya laki-laki lemah yang beraninya cuma sama wanita saja. Dasar pengecut !!."Seru Alya sambil menatap sinis Haikal.


"Kamu dibiarkan justru semakin berani ya, apa kamu tidak takut melawan kami berdua dan kamu hanya sendirian !!."Bentak Karin dengan lantang.

__ADS_1


"Memangnya kalian siapa? Aku hanya takut sama Tuhan, bukan dengan kalian berdua. Manusia licik dan tidak tahu malu !!."Jawab Alya sedikitpun dia tidak takut dengan Haikal dan Karin.


Hoooeekk. Hooeekk Hoeeekkk


Tiba-tiba Alya merasa mual dan mau memuntahkan isi dalam perutnya. Dengan cepat Alya berlari dan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Alya tidak peduli dengan wajah-wajah keheranan Karin dan Haikail.


*Ada apa dengan, Alya ? Padahal tadi dia terlihat segar dan biasa saja. Namun kenapa sekarang tiba-tiba justru dia mau muntah-muntah. Atau jangan-jangan dia itu sedang hamil. Tidak, Alya tidak boleh hamil, lagipula Haikal juga tidak pernah menyentuh Alya. Tapi beberapa hari yang lalu Haikal menyentuhnya, tapi kenapa dia sudah hamil? Jika dia hamil pasti itu bukan anak Haikal .*Gumam Karin dalam hatinya.


Karin khawatir jika Alya hamil dan Haikal akan menyayangi dan mulai menerima pernikahannya dengan Alya. Yang Karin tahu, Haikal itu menyukai anak kecil dan sudah tidak sabar ingin punya anak.


"Kenapa dengan Alya?."Tanya Haikal.


"Mana aku tahu. Mungkin saja dia hamil."Jawab Alya sekenanya.


Haahhhh


Hamil?


Haikal langsung terdiam, dia terlihat sedang memikirkan apa yang barusan di ucapkan oleh Karin. Jika benar Alya hamil sudah pasti anak yang ada dalam kandungannya itu adalah anaknya. Sebab Haikal lah orang pertama yang sudah mengambil mahkota Alya.


"Hamil? Benarkah Alya hami." Seru Haikal tanpa sadar dia menunjukan senyum bahagianya.


"Tapi aku kan suaminya?." Tanya Haikal dengan wajah bingingungnya.


"Bodoh !! Kamu jangan mau-maunya di bodohi sama wanita licik dan murahan itu, Sayang. Biarpun kamu pernah melakukan hubungan suami istri dengannya, belum tentu itu anak kamu. Dia itu pasti sengaja ingin hamil agar kamu bisa bersikap baik dengannya."Ucap Karin.


Karin pun mulai kembali mempengaruhi Haikal, dengan mengatakan jika Alya hamil sudah pasti bukan anak Haikal. Dan mengatakan pasti itu anak pria lain yang sudah tidur dengan Alya. Dan sepertinya apa yang dikatakan Karin berhasil mempengaruhi Haikal.


Haikal terlihat marah dan merasa dibohongi oleh Alya. Di saat dia masih menjadi istri sah Haikal, dia sudah berani tidur dengan pria lain. Haikal marah, kesal dan geram. Dia berjalan cepat menuju kamar Alya, untuk memberi pelajaran Alya.


Braaaakkkk


Haikal membuka pintu kamar Alya dengan kasar, Alya yang tadi buru-buru ingin kekamar mandi lupa untuk mengunci pintu kamarnya sehingga Haikal bisa masuk dengan mudah.


"Alya !!." Teriak Haikal dengan lantang.


Alya yang masih ada dikamar mandi tidak memperdulikan panggilan Haikal. Dia mual, lemas secara tiba-tiba bahkan kepalanya pun terasa pusing.

__ADS_1


"Alya, apa yang kamu lakukan dikamar mandi. Cepat keluar, aku ingin bicara dengan mu !."Teriak Haikal yang saat ini berdiri di depan pintu kamar mandi.


Ceklekkkkk


Dengan badan sempoyongan Alya membuka pintu kamar mandi dan menemuin Haikal. Karin tetap mengekori Haikal, saat ini dia berdiri di ambang pintu sambil bersedekap.


"Ada apa? Tolong kali ini jangan mengajak ribut, aku benar-benar lelah dan lemas, Haikal."Ucap Alya bicara dengan pelan.


"Kamu kenapa? Apa kamu hamil?." Tanya Haikal dengan pelan.


"Bukan urusan kamu, apa peduli kamu ? Kalaupun aku hamil kamu juga tidak peduli kan?."Tanya Alya dengan kesal.


"Siapa ayah anak itu?." Tanya Haikal dengan ketus membuat Alya langsung memandang tajam Haikal.


Alya tidak akan meminta Haikal untuk peduli dengan kehamilannya. Namun bukan berarti Haikal bisa meragukan anak yang saat ini ada dalam kandungannya. Degup jantung Alya bergemuruh, dia tidak terima dengan pertanyaan Haikal seolah-olah Alya itu wanita murahan yang mau saja tidur dengan pria lain.


"Kamu menanyakan anak ini anak siapa? Apa kamu sudah lupa dan sudah hilang ingatan? Kamu itu suamiku dan kamu juga yang sudah mengambil mahkotaku. Dasar pria brengsek kamu, Haikal!."Seru Alya benar-benar marah.


"Aku tidak yakin itu anakku. Bisa saja kamu sengaja tidur dengan pria lain, dan mengakui anak itu anak ku. Dasar wanita licik, murahan, p3l4cur !." Seru Haikal.


Plaaakk


Plaaakk


Kali ini gantian Alya yang memukul pipi Haikal dengan cukup keras. Dia tidak terima atas tuduhan dan hinaan yang dilontarkan oleh Haikal.


"Jaga mulut busukmu itu, Haikal. Aku ini bukan wanita seperti Karin, yang dengan mudah bergonta-ganti pasangan dan mau tidur dengan pria manapun. Kamu juga pria tidak bermoral, mau melakukan hubungan ranjang tanpa adanya ikatan pernikahan. Jangan kamu samakan aku dengan kalian berdua!!." Ucap Alya penuh penekanan.


Karin melangkah mendekati Alya dan hendak melayangkan tamparannya di wajah Alya. Namun tanpa diduga justru Haikal yang menghentikannya. Tangan Karin dengan cepat di tangkap oleh Haikal.


"Sayang biarkan aku menampar mulut lancang nya."Ucap Karin.


"Sudah sayang, lebih baik kita biarkan saja dia terus bicara semau dia. Lihat saja wahahnya sangat pucat. Kalau dia mati sore ini juga, kita juga yang akan kena masalah. Lebih baik sekarang kita keluar dari sini."Seru Haikal merasa kasihan melihat Alya dengan wajahnya yang pucat.


"Suatu saat nanti kamu pasti akan tahu siapa wanitamu itu, Haikal. Dan disaat kamu sudah tahu, pasti kamu akan menyesal !."Ucap Alya dengan senyum susah untuk di artikan.


Haikal tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Alya, dia pun segera menarik tangan Karin untuk keluar dari kamar Alya. Haikal ingin bicara lagi dengan Alya, namun menunggu waktu yang tepat dan tentunya tanpa diketahui oleh Karin.

__ADS_1


*********


__ADS_2