Dendam Yang Salah

Dendam Yang Salah
Tekad yang tidak bisa di rubah


__ADS_3

Sang ayah masih menatap putranya dengan serius.


"Kalau boleh Papa dan Mama tau, motif apa yang sebenarnya untuk membalas dendam kepada teman kamu, Jupiter?" tanya sang ayah.


"Katakan saja, Nak. Kamu tidak perlu menutup-nutupi apa yang menjadi tujuan kamu, ceritakan saja kepada Mama dan juga Papa." Timpal sang ibu ikut angkat bicara, dan tentunya dengan rasa penasarannya.


Jupiter menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Kita sarapan pagi dulu ya, Ma, Pa." Jawab Jupiter yang tidak ingin sarapan paginya terasa gambar setelah menjawab dengan jujur.


Jupiter sangat paham dengan sosok kedua orang tuanya yang begitu tegas, jika keputusan sudah berada ditangan sang ayah. Sedangkan ibunya, seseorang yang paling kuat untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi keputusannya.


"Baiklah, setelah sarapan Papa akan tagih ucapan tadi." Kata sang ayah, Jupiter mengangguk.


"Ya, Pa, tenang saja." Jawab Jupiter Karena tidak ingin sarapan paginya terasa hambar, Jupiter cepat-cepat untuk menghabiskannya. Begitu juga dengan kedua orang tuanya yang sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Jupiter, yakni putranya sendiri.


Selesai sarapan pagi, tak lupa dengan minumnya hingga tandas dan tak tersisa.


"Cepat kamu katakan, apa motif sebenarnya atas balas dendam yang kamu katakan kepada Papa dan Mama?"


"Ya, Nak, jangan berbelit-belit." Kata sang ibu ikut menimpali.


"Dendam atas meninggalnya Felly, Pa, Ma." Jawab Jupiter yang pada akhirnya mengatakan dengan jujur.


"Apa! dendam atas meninggalnya Felly? kamu jangan mengada ngada, Piter." Kata sang yang benar-benar terkejut dengan tujuan putranya untuk membalaskan dendamnya pada seseorang.

__ADS_1


"Memangnya siapa orangnya yang kamu tujuan, Piter?" tanya sang ibu ingin tahu.


Ingatannya tertuju pada sosok perempuan yang dibawa putranya ke rumah sakit.


"Gala, ya! dialah pelakunya yang sebenarnya. Gala yang sudah membuat Felly celaka saat aku sedang mengajaknya liburan berpetualang di pegunungan bersama Gala juga Felly dan yang lainnya. Saksi membenarkan, jika Gala lah penyebab kematian Felly." Jawab Jupiter menjelaskan kepada kedua orang tuanya.


Sang ayah menoleh ke ibunya Jupiter, dan keduanya saling menatap satu sama lainnya.


"Apakah perempuan yang berada di rumah sakit itu adalah adiknya Gala? atau pacarnya?"


"Adiknya Gala, Pa." Jawab Jupiter dengan entengnya.


"Apa! jadi, kamu mau membalaskan dendam lewat adiknya, begitukah maksudnya kamu, Piter?"


"Ya, Pa. Tujuan Piter sudah bulat, tidak akan memenjarakan Gala, melainkan membalaskan dendam lewat adiknya." Kata Piter.


"Ya, Nak. Yang dikatakan Papa kamu itu memang benar, jangan kamu kotori nama baikmu." Kata sang ibu ikut menimpali dan tak lupa memberi nasehat kecil untuk putranya, karena takut jika berujung pada masalah yang cukup besar dan rumit.


'Percuma, karena aku sudah kotor. Kehidupanku tak seindah yang kalian lihat, karena aku mempunyai pekerjaan ilegal tanpa kalian ketahui. Maafkan aku, Pa, Ma. Keputusanku sudah bulat, tetap akan membalaskan dendam atas meninggalnya Felly.' Batin Jupiter dengan keputusannya yang sudah bulat dan tidak lagi bisa untuk diganggu gugat.


"Sudahlah, hentikan perbuatan kamu itu sebelum terlambat." Kata sang ayah kembali mengingatkan putranya.


"Dan menikahlah dengan Hanny, justru namamu tidak akan tercoreng hanya karena sebuah balas dendam." Timpal ibunya ikut mengingat sebelum semuanya terlambat, pikirnya.


Karena belum mengetahui kebenaran yang ada, kedua orang tua Jupiter tidak berani untuk ikut serta menunjuk pada Gaka, pikirnya.

__ADS_1


Mau bagaimanapun, setiap negara mempunyai hukum masing-masing. Tentunya tidak sembarangan untuk melaporkan pelaku, apalagi tidak ada bukti yang detail. Yang ditakutkannya yaitu, atas tuduhan yang salah akan menjebak diri sendiri.


Tetapi tetap saja, keputusan tetaplah keputusan yang tidak bisa dirubah oleh Jupiter sendiri. Tidak peduli baginya jika kedua orang tuanya menentang sekalipun. Tekadnya sudah bulat dan tidak bisa untuk di rubah.


"Tidak, keputusanku sudah bulat. Aku harus memberi pelajaran untuk Gala, yang sudah menghilangkan nyawanya Felly." Jawab Jupiter.


Kedua orang tuanya sendiri bingung harus memutuskan pilihan untuk putranya, yakni mempunyai misi yang sangat keji. Mana mungkin bisa untuk melihat perlakuan putranya yang tengah melakukan ajang balas dendam lewat orang yang tidak bersalah, lebih lagi pada seorang perempuan.


"Aku mau ke kamar, Mama dan Papa harus bisa merahasiakannya pada Hanny, juga keluarganya. Yang tahu aku menikah, hanya orang yang berada di rumah ini, termasuk Papa dan Mama. Katakan kepada kedua orang tuanya Hanny, aku akan datang ke rumahnya besok." Sambungnya lagi sekaligus memberi pesan kepada kedua orang tuanya untuk merahasiakan statusnya, serta ajang balas dendam.


"Mama dan Papa tidak mau ikut campur dengan urusan kamu, termasuk dengan keluarganya Hanny. Kita berdua hanya bisa menutupi pernikahan kamu, soal ajang balas dendam, angkat tangan." Ucap Ibunya yang tidak mau terseret ke ranah hukum atas perbuatan putranya.


"Mama tenang saja, aku mempunyai anak buah yang cukup handal dan dapat di andalkan. Intinya, pernikahanku disembunyikan." Kata Jupiter, kedua orang tuanya hanya mengangguk terpaksa.


Karena harus pergi ke kantor untuk kerja, Jupiter cepat-cepat membersihkan diri dan tentu saja berangkat kerja.


Meski mempunyai perusahaan sendiri, Jupiter tak lepas dengan pekerjaan ilegalnya. Maka dari itu, tak akan pernah habis harta yang dimilikinya. Sayangnya, pernikahan yang sebentar lagi akan menjadi momen bahagia, harus diganti dengan pernikahan palsu.


Sedangkan kedua orang tuanya sendiri masih berada di ruang makan, keduanya nampak pening memikirkan putranya yang sudah lewat dari jalurnya.


Sambil memijat pelipisnya masing-masing, kedua orang tua Jupiter berusaha untuk berpikir. Berharap, akan mendapatkan cara untuk tidak gegabah dalam melakukan sesuatu yang membahayakan.


"Pa, bagaimana ini. Kalau Jupiter sampai lupa dengan tujuannya, bisa tambah runyam masalahnya. Aku yakin, ada sesuatu yang sebenarnya tidak diketahui oleh Jupiter." Kata ibunya Jupiter yang penuh kekhawatiran terhadap putranya.


"Terus, kita harus apa? mungkin jalan satu-satunya memerintahkan anak buah untuk menyelidiki kasus kematiannya Felly. Tapi, dulu saja tidak bisa ditemukan jejaknya. Bahkan, jasadnya saja tidak dapat di temukan." Jawabnya yang juga ikutan penat memikirkannya.

__ADS_1


Dilain tempat, rupanya Gala tengah menikmati sarapan pagi bersama Rembo, teman privasi yang tidak diketahui oleh Jupiter.


"Kau yakin, mau balas dendam dengan Jupiter? apakah kamu sudah memikirkannya dengan matang? pikirkan baik-baik jika kamu mau balas dendam dengannya." Kata Rembo mengingatkan.


__ADS_2