
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seminggu berlalu, Karin masih saja tinggal di rumah Haikal. Hubungan Karin dan Alya pun tidak membaik. Baik Alya maupun Karin tidak bisa untuk saling berbaikan. Karin sudah menabuh genderang perang dan Alya hanya mengikuti alur yang ada saja.
"Masih betah saja kamu tinggal disini, Rin? Apa kamu tidak malu tinggal di rumah orang? Punya malu sedikit dong, jangan bisanya numpang doang."Ucapan Alya cukup pedas sehingga membuat Karin tidak terima.
Karin tidak terima dikatakan hidup numpang, sebab dia dan Haikal akan menikah dan sudah pasti dia juga berhak tinggal di rumah Haikal.
"Maksud kamu bicara seperti itu apa? Aku ini calon istrinya Haikal dan aku juga berhak tinggal disini. Kamu itu yang seharusnya pergi dari rumah ini, kamu istri yang tidak diinginkan Haikal. Dasar wanita ular, wanita licik, pembunuh !!."Ucap Karin bicara dengan ketus.
Alya hanya menyeringai dengan sinis, seharusnya kata-kata itu lebih pantas untuk Karin sendiri. Namun Karin tidak berkaca dengan dirinya sendiri, seolah merasa dirinya selalu benar dan benar.
"Ohh ya. Jadi aku disini yang harus pergi? Hello, Karin, karin aku ini istri sahnya Haikal jadi aku berhak ada dirumah ini. Kamu itu wanita licik, kamu fikir aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan selama kamu dianggap mati? Tunggu saja tanggal mainnya, Karin. Kamu pasti akan menyesal !." Ucap Alya dengan penuh penekanan.
Selesai bicara seperti itu, Alya langsung meninggalkan Karin dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Sedangkan Karin terlihat sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.
Karin masih menganggap jika mama nya Alya masih ada di pihaknya. Tujuan utama Karin juga ingin menghancurkan hubungan baik antara anak dan ibu.
" Lihat saja kamu Alya. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia, saat ini Haikal sudah kembali di genggamanku. Dan sebentar lagi hubunganmu dan tante Widia akan hancur !! Sehingga kekayaanmu akan mudah aku rebut!!."Seru Karin dengan mengepalkan tangannya.
Karin menghampiri Haikal yang memang sedari tadi ada di dalam kamarnya. Haikal sedang beristirahat, sebab saat di kantor tadi pekerjaannya cukup banyak dan sangat melelahkan.
"Sayang kamu kenapa cemberut seperti itu?."Tanya Haikal yang heran dengan Karin.
__ADS_1
Karin memang sengaja memasang wajah cemberut, dia ingin membuat Haikal marah kepada Alya. Dengan begitu, Haikal akan menghajar Alya sesuai apa yang diharapkan Karin.
" Aku lagi kesal dengan Alya sayang, sebab tadi dia sudah menghinaku dan merendahkanku. Dia mengatakan aku tidak pantas berada di rumah ini, karena aku hanya menumpang hidup denganmu. Dan dia juga mengatakan jika dia yang lebih berhak tinggal di sini, karena dia istri sahmu. Kenapa kamu tidak menceraikan dia saja? Lagipula saat ini aku sudah kembali lagi."Ucap Karin memprovokasi Haikal.
Haikal terlihat sangat marah, dia tidak terima dengan kata-kata Alya di tujukan kepada Karin. Jika karena bukan soal dendam, Haikal pasti sudah menceraikan Alya. Namun Haikal masih dendam dengan Alya, dia masih belum puas menyakiti Alya.
"Kurangajar !! Jadi Alya bicara seperti itu? Apa dia kira, dia itu berharga di hidupku? Aku belum mau menceraikan dia, sayang. Aku belum puas menyiksanya dan menyakiti batinnya. Baiklah sekarang kita temui dia, aku akan buat perhitungan dengannya."Ucap Haikal terlihat sekali kilatan api amarahdi wajahnya.
Karin mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan. Malam ini dia akan melihat Alya kesakitan karena Haikal akan menghajarnya. Dengan hati yang bahagia, Karin merangkul lengan Haikal dan berjalan menuju kamar yang di tempati oleh Alya.
Brraaakkk braaakkk brraaakkkk
Haikal memukul-mukul pintu kamar Alya sembari berteriak meminta Alya untuk keluar dari kamarnya.
Brrraakkk braaakkk braaakkkk
"Alya !! Keluar kamu !!."Teriak Haikal dengan lantang.
Tidak mau suara Haikal mengundang rasa penasaran para tetangga. Akhirnya Alya pun membuka pintu kamarnya, namu kali ini Alya sudah berganti pakaian dengan yang super-super seksi. Bahkan lebih seksi dari yang saat ini dipakai oleh Karin.
Alya memang sengaja melakukannya itu, lagipula dia dan Haikal pasangan Halal sehingga tidak akan berdosa jika tubuhnya dilihat oleh Haikal.
"Ada apa sih? Ganggu saja !." Seru Alya pura-pura kesal.
Glleeekkkk
Mata Haikal langsung melebar dan mulutnya terbuka. Haikal terlihat menelan salivanya sendiri, dia mengagumi keindahan tubuh Alya apalagi di area yang terlihat menantangnya itu.
"Ada apa?." Tanya Alya lagi.
__ADS_1
"Haiii kenapa kamu pakai baju yang seperti itu. Kamu tidak pantas memakai baju seperti itu di depan Haikal ! Menjijikan !"Seru Karin tidak menyukai pakaian lingeri yang dipakai oleh Alya.
" Kenapa tidak boleh Haikal itu suami saku jadi sah-sah saja dong aku memakai pakaian seperti ini di depan suamiku. Yang tidak boleh dan menjijikan itu justru kamu ! Apa pantas menumpang di rumah orang berpakaian seperti itu."Ucap Alya sembari memandang sinis Karin.
Haikal yang tadi terlihat sangat marah dan ingin membuat perhitungan kepada Alya, sekarang justru dia hanya diam saja. Haikal memandang kedua wanita yang ada di hadapannya yang saat ini sedang berdebat.
Jiwa Haikal meronta-ronta, dia kembali teringat kejadian malam itu. Malam dimana dia berhasil mengambil milik Alya secara paksa yang rasanya lebih jauh menggigit daripada milik Karin.
"Sayang ! Kenapa kamu justru diam saja ? Katanya kamu ingin membuat perhitungan kepada wanita ular ini tapi kenapa sekarang justru kamu diam apa kamu tergoda melihat tubuh dia yang menjijikan itu tanya Karin dengan kesal.
"Emm bukan, bukan begitu Karin sayang. Aku hanya memberikan kesempatan kamu untuk mengeluarkan unek-unek di dalam hatimu. Jika aku tetap berada di sini, wanita ini kan tidak akan berani untuk melakukan kekerasan kepadamu. Sekarang kamu keluarkan semua apa yang menjadi keluh kesahmu. Aku akan menjagamu disini."Ucap Haikal yang berbicara sudah tidak pasti lagi.
Lain dihati, lain juga yang di ucapkannya. Padahal dalam hatinya dia sangat mengagumi keindahan tubuh Alya, dan ingin mengulang kejadian malam itu. Jika saja saat ini tidak ada Karin, mungkin Haikal sudah memaksa Alya kembali.
*Pasti Haikal tergoda dengan Alya. Kurangajar kamu Alya ! Kamu pasti sengaja melakukan ini semua. Aku tidak mau kalah, Haikal harus tetap ada di genggamanku. Sebab Haikal adalah alat yang mudah aku gunakan untuk mempermudah rencanaku.*Gumam Karin dalam hatinya.
Alya sangat jijik melihat tatapan mata Haikal. Tatapan mata penuh nafsu, jika bukan demi sebuah rencana, Alya tidak akan pernah mau berpenampilan seperti wanita murahan begitu. Itu juga ide dari sang mamanya.
" Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan, lebih baik kalian berdua pergi saja dari kamarku. Aku mau kembali istirahat, tubuhku sangat lelah."Ucap Alya mengusir Haikal dan Karin dari depan kamarnya.
"Sayang, dia berani mengusir kita ? Dasar wanita sialan !." Ucap Karin dengan mata melotot.
"Alya ! Aku minta kamu jaga sikapmu, jangan pernah kamu menghina atau merendahkan Karin. Karin tinggal disini itu atas seizinku, dia juga akan menjadi istriku. Jika sekali lagi kamu membuat Karin sedih dan marah, aku pastikan kamu akan mengalami kejadian seperti malam itu."Ucap Haikal menyeringai penuh ancaman.
"Aku tidak takut."Seru Alya singkat.
Braaakkk
Dengan cepat dan kencang Alya menutup pintu kamarnya. Membuat Haikal dan Karin langsung berjingkrak kaget.
__ADS_1
*Kurangajar kamu Alya.*Gumam Karin.
**********