
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sore ini sekitar jam 5 sepulangnya dari kantor, Alya pulang ke rumah orang tuanya. Alya ingin membicarakan masalah Karin kepada mamanya. Dia juga ingin mengetahui apa alasan sang Mama merasakan keberadaan Karin selama 2 minggu ini, bahkan Karin juga tinggal di rumah utama.
" Jadi kamu sudah tahu soal Karin yang masih hidup?."Ranya ibu Widia kepada Alya.
" Iya Ma. Alya sudah tahu bahkan dari semalam Karin pun menginap di rumah Mas Haikal. Mereka tidur dalam satu kamar."Ucap Alya dengan suara sedikit tertahan. Dia sudah tidak mau lagi menutup-nutupi kehidupan rumah tangganya dengan Haikal.
"Apa?." Seru ibu Widia dengan lantang.
Ibu Widia kaget dengan apa yang dikatakan oleh Alya. Kenapa Karin bisa tinggal di rumah Haikal, bahkan satu kamar dengan Haikal. Padahal kemarin Karin berpamitan, jika dia akan pergi ke luar kota untuk bekerja. Namun kenapa justru tinggal di rumah Haikal.
" Kamu serius Alya?." Tanya ibu Widia seakan tidak percaya dengan apa yang dibicarakan oleh Alya.
"Alya serius. Untuk apa Alya berbohong sama mama. Selama ini mama sendiri mengajarkan kepada Alya untuk bicara jujur. Namun kenapa justru Mama sendiri yang tidak jujur dengan Alya. Selama dua minggu ini Karin tinggal di rumah ini dan mama merahasiakan semua itu kepada Alya. Padahal Alya selama ini mencari bukti-bukti keberadaan Karin, sebab Alya yakin jika Karin tidaklah meninggal."Ucap Alya menyampaikan keluh kesahnya kepada sang mama.
__ADS_1
Ibu Widia langsung tertegun setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Alya. Dia memang salah sudah merahasiakan keberadaan Karin selama 2 minggu ini. Namun itu semua dia lakukan karena dia ingin tahu apa rencana Karin selanjutnya. Ibu Widia juga ingin mencari sebuah kebenaran.
" Maafkan Mama Alya. Mama memang salah sudah merahasiakan keberadaan Karin. Tapi mama melakukan itu ada alasan tersendiri. Karin bicara jika kecelakaan yang dialami dia semua itu karena ulahmu, karena kamu ingin mendapatkan Haikal. Namun Mama tidak percaya begitu saja sehingga Mama mengizinkan dia untuk tinggal di sini agar mama bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi."Ucap Ibu Widia mencoba menjelaskan kepada Alya agar Alya tidak salah paham.
" Aku sudah menduga jika Karin pasti akan bicara seperti itu kepada Mama. Alya saja tidak pernah menyangka jika Karin selicik dan sepijik ini terhadap Alya, Ma. Selama ini Alya sudah baik menganggap Karin sebagai saudara Alya sendiri. Tapi apa balasan Karin kepada Alya? Bahkan dia merekayasa di buku diarinya, di sana dia menuliskan jika aku selama ini mengintimidasi dia dan berusaha untuk merebut Haikal dari tangannya. Aku akan membalas semua perbuatan Karin ini ma. Karena dialah aku merasakan kehidupan yang cukup menyakitkan."Ucap Alya bicara dengan sangat serius.
Ibu Widia belum paham dengan hidup menyakitkan seperti yang barusan dikatakan oleh Alya. Ibu Widya tahu nya jika hidup Alya bahagia bersama Haikal.
" Maksud kamu menyakitkan bagaimana Alya? Bukannya hubungan kamu dan Haikal selama ini baik-baik saja, dan kalian hidup bahagia?"Tanya ibu Widia.
" Tapi tunggu dulu ! Tadi kamu bilang jika Karin menginap di rumah Haikal dan satu kamar dengan Haikal? Berarti kalian bertiga tidur dalam satu ranjang."Tanya ibu Widia yang masih tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Alya.
dengan cepat Alya menggelengkan kepalanya membuat Ibu Widia semakin tidak mengerti apa maksud dari Alya Alya hari ini akan bicara jujur soal hubungan rumah tangganya dengan Haikal tidak akan ada lagi yang dia tutup-tutupi dari mamanya.
" Maksud kamu bagaimana Alya Tolong kamu bicara jujur dan ceritakan yang sebenarnya sama mama Kenapa kalian bisa pisah kamar dan kenapa bisa Aliya yang tidur dengan Haikal sedangkan kamu itu istri sahnya ucap ibu Widya dengan tugas.
Tanpa menunggu lama, Alya pun menceritakan semua tentang Haikal dan pernikahan yang selama ini mereka jalani. Ibu Widia terlihat syok dan kaget saat mendapat sebuah kejujuran dari Alya. Dia tidak pernah menyangka jika kehidupan rumah tangga Alya sesedih itu. Bahkan Haikal yang dia kira pria yang tepat untuk Alya, ternyata tidak lebih dari seorang monster dan pecundang.
" Alya, kenapa kamu tidak bicara jujur sama mama dari dulu, Alya? Kenapa baru sekarang kamu bicara jujur? Jika Mama tahu Haikal memperlakukan kamu seperti wanita murahan, Mama pasti akan memintamu kembali dari Haikal. Mama tidak pernah menyangka jika Haikal sepijik itu. Bahkan dia menikahimu hanya sebuah dendam."Ucap Ibu Widia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Ibu mana yang tidak sedih jika mendapati anaknya selama ini diperlakukan tidak baik oleh suaminya. Bahkan tidak segan-segan suaminya memukulnya, Alya sudah mendaptkan KDRT dari suaminya.
__ADS_1
"Jadi Karin dan Haikal akan segera menikah? Bahkan semalam mereka melakukan hubungan yang tidak sepantasnya di depanmu?."Tanya ibu Widia dengan air mata yang sudah tidak tertahankan lagi.
" Maafkan Alya, Ma. Alya tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari mama, Alya hanya khawatir Haikal menyakiti Mama. Sebab Haikal juga sudah mengancam Alya, jika Alya berani mengadu dia akan menyakiti mama. Iya mereka akan segera menikah dan Alya tidak melarangnya. Alya ingin membuat Haikal menyesal seumur hidup sudah memperlakukan Alya seperti ini."Ucap Alya dengan mengepalkan tangannya.
Ibu Widia mendukung apapun yang akan dilakukan oleh Alya. Karin dan Haikal memang harus diberi balasan yang setimpal, hukuman polisi saja tidak akan membuat Alya puas. Alya ingin membalas dengan tangannya sendiri.
"Selama Karin tinggal di sini, apa yang sudah mama dapatkan? Apakah ada bukti-bukti kecurangan Karin?."Tanya Alya ingin tahu apa yang sudah mamanya dapatkan.
" Mama ada bukti jika selama ini Karin memang tidak meninggal dan dia tinggal di salah satu kota besar dengan seorang pria. Pria itu siapa Mama tidak tahu l, sebab mama hanya mendengarnya dari telepon saat Karin menelpon pria itu. Mama suda merekam pembicaraan mereka."Jawab ibu Widia.
"Mama kirim rekaman itu ke ponsel Alya. Saat ini Alya juga sudah mempunya foto-foto Alya bersama pria itu. Sekarang Alya tinggal menunggu anak buah Alya mendapatkan rekaman CCTV dimana tempat selama sebulan ini Karin bersembunyi. Bodoh nya Karin, selama ini dia tinggal di hotel."Seru Alya menyeringai dengan sinis.
Hati Alya sudah sedikit lega karena sudah menceritakan semuanya kepada sang mama. Mamanya pun terlihat mendukung apapun yang akan dilakukan oleh Alya.
"Ma, saat ini Alya sedang hamil.." Ucap Alya secara tiba-tiba.
"Hamil? Benarkah? Apa Haikal tahu kamu hamil?." Tanya Ibu Widia khawatir.
Ibu Widia khawatir jika Haikal tahu Alya hamil, Haikal akan meminta Alya untuk menggugurkan kandungannya. Sebab sudah pasti Haikal tidak menginginkan anak yang dikandung oleh Alya terlebih saat ini Haikal sudah kembali lagi kepada Karin
" Haikal tidak tahu jika Alya hamil, Ma. Alya sengaja tidak memberitahu Haikal, namun suatu saat nanti pasti Haikal akan tahu karena perut Alya pun akan semakin membesar. Alya tidak akan pernah menyanyi-nyiakan anak ini. Bagaimanapun ini anak Alya darah daging Alya."Ucap Alya dengan serius.
__ADS_1
* Betapa nalangnya hidupmu Alya, kamu menikah dengan seorang pria yang sama sekali tidak memperdulikan dirimu. Justru melakukan kekerasan kepadamu, Mama janji jika Mama akan selalu ada di sampingmu.*Gumam Ibu Widia dalam hatinya.
********