
Saat membuka pesan masuk di ponselnya, tiba-tiba Jupiter mendapat pesan masuk dari kekasihnya yang bernama Hanny. Perempuan yang sudah diberi janji, yakni akan menikahinya, tetapi kenyataannya Jupiter justru telah menikahi adik dari temannya, yang kini telah menjadi musuhnya.
Di Mansion, sosok Gala kini tengah duduk bersandar di sofa. Ingatannya begitu tajam saat dirinya telah menjadi sasaran empuk oleh Jupiter.
"Lu kenapa, Bro? kelihatannya sedih gitu."
"Adik Gue, entah seperti apa nasibnya sekarang. Aku telah gagal menjadi seorang kakak untuknya, aku yang bod_oh dan tak ada gunanya dimata adik perempuanku." Jawab Gala yang terasa berat untuk menjawab pertanyaan dari teman satu gengnya yang baru.
"Memang benar tuh, adiknya Jupiter meninggal? coba deh, Lu ingat baik-baik, yang Elu lihat itu beneran adiknya Jupiter atau bukan. Ingat, ingatannya Elu jangan sampai terkecoh sedikitpun."
Gala langsung menoleh pada temannya.
"Entahlah, saat itu gelap. Aku sendiri tidak bisa melihatnya dengan jelas, bahkan saat itu juga aku ketakutan."
"Terus, apakah saat pemakaman, apa kamu tidak datang?"
"Bagaimana aku mau datang, sumpah serapah dan pukulan telah aku terima dari Jupiter." Kata Gala dengan posisi kedua tangannya bertumpu di kedua pa_ha_nya.
"Aku menaruh curiga atas meninggalnya adiknya Jupiter, coba deh kamu selidiki lagi." Ucap temannya ikut memberi saran untuk Gala.
"Aku sedang gak bersemangat, pikiranku masih pada adikku. Entah bagaimana keadaannya, aku pusing untuk memikirkannya." Jawab Gala dengan lesu, seakan dirinya telah kehilangan semangatnya.
__ADS_1
"Ya udah, lebih baik sekarang kamu pikirkan untuk membuat strategi baru. Aku harus pergi, karena nanti malam akan ada pertemuan yang penting. Ingat, nanti malam kita akan beroperasi."
"Sana, nanti aku akan menyusul." Jawab Gala tak bersemangat, dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lihat saja, aku pasti akan balas atas perbuatan kamu, Jupiter. Sekarang kamu boleh tertawa, tapi tidak untuk kedepannya. Aku pastikan, bahwa kamu akan segera aku leny_apkan." Ucapnya menggerutu penuh dengan kesal.
Masih di hotel, Rahel berada dikamar mandi tengah membersihkan diri dengan isak tangisnya. Rahel juga memukul kepalanya berulang-ulang bak orang gila, bahkan menggosok anggota tubuhnya begitu. Rasa jijik yang masih terngiang saat perlakuan suaminya yang penuh paksaan.
"Bo_doh bod_oh bo_doh, kamu benar-benar bod_oh Rahel." Mengerutuki dirinya sendiri yang merasa kotor.
Bahkan, Rahel mengobrak-abrik isi dalam ruangan kamar mandi hingga berantakan, juga teriak histeris. Tidak hanya menangis histeris, Rahel juga berteriak dengan berucap sumpah serapah kepada suaminya.
Saat itu juga, Rahel langsung menyambar handuknya seperti orang ketakutan dan depresi.
"Kau, kau! man_usia kejam!"
Dengan lantang, Rahel meneriaki suaminya dengan sebutan man_usia kejam.
Jupiter yang mendengar istrinya berteriak seperti orang yang kese_tanan, hanya memandangi istrinya. Tentu saja, ia ingin melihat kemarahan istrinya yang semakin menjadi.
Tujuan Jupiter tinggal selangkah lagi akan berhasil untuk membuat adik Gala akan depresi, atau tidak temperamental.
__ADS_1
Rahel yang masih menatap wajah suaminya, tatapannya semakin tajam. Aura kebencian kepada suaminya, kini semakin menjadi. Napasnya semakin gemuruh, otaknya ikut terasa mendidih.
Dengan napasnya yang terasa panas, ingin sekali mencakar sekujur tubuh suaminya hingga meninggalkan banyak luka padanya.
"Kau mau apa? ha! mau marah, silakan. Asal kau tahu, tidak ada rasa belas kasihan sedikitpun untukmu. Karena bagiku, kaulah tujuanku untuk membalaskan dendam ku pada kakakmu, Gala."
Rahel yang mendengarnya, pun semakin kuat untuk membenci suaminya. Kebenciannya semakin besar melebihi rasa terpesona padanya.
Sambil menelan ludahnya dengan susah payah, Rahel masih menatap wajah suaminya.
"Semakin kau menunjukkan emosimu, semakin aku bersemangat untuk menyiksamu." Ucap Jupiter dengan seringainya yang terlihat begitu sini pada tatapannya.
CUIH!
Rahel meludah ke samping, tentu saja mengungkapkan kebenciannya kepada sang suami.
Lagi lagi Jupiter menyeringai begitu sinis saat menatap istrinya.
"Hati-hati jika kau meludah, bisa saja, kau akan tertarik dan tergila-gila denganku." Ejek Jupiter.
Rahel hanya menatapnya dengan penuh kebencian, juga sama sekali tak menjawabnya.
__ADS_1