Dendam Yang Salah

Dendam Yang Salah
Tidak tahu malu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Alya pulang dengan perasaan yang kacau, bagaimana bisa dia hamil sedangkan pernikahannya yang sudah tidak bisa di pertahankan lagi. Namun bagaimanapun Alya tetap akan mempertahankan janin yang ada di dalam kandungannya. Sebab janin itu tidaklah bersalah yang bersalah di sini adalah Haikal.


Alya akan tetap menjaga kandungannya sampai bayi itu lahir ke dunia. Di saat dia sudah melahirkan nanti, Alya akan meminta cerai dari Haikal. Dan jika Haikal tidak mau menceraikannya, Alya sendiri yang akan menggugat Haikal kepengadilan.


Mobil Alya memasuki pekarangan rumah Haikal saat sudah jam 9 malam. Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Alya lebih memilih menyendiri ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya. Tentunya dengan pantauan dari sang sahabat Sofi, Sofi tidak mau terjadi sesuatu dengan Alya apalagi keadaan Ayah yang sedang terpuruk.


Saat Alya memasuki rumah Haikal, Alya mendengar Haikal sedang berbincang-bincang dengan seseorang wanita. Dan diselingi dengan canda tawa yang begitu akrab dan harmonis. Alya tahu betul siapa lawan bicara Haikal, yang tidak lain adalah Karin.


" Ternyata Sofi benar, Haikal membawa wanita itu pulang ke rumah. Aku di sini memang tidak dianggap sebagai seorang istri, aku hanya dianggap sebagai patung yang kapanpun bisa dia pukul, bisa dia tendang dan bisa dia sakiti.*Gumam Alya dalam hatinya.


Alya mencoba tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi di depannya nanti. Dia tetap berjalan dan mulai memasuki ruang keluarga di mana saat ini ada Haikal dan Karin yang sedang bercumbu. Karin dan Haikal menyadari jika Alya melihat apa yang mereka lakukan.


"Hai Alya." Sapa Karin tidak tahu malu.


"Karin !! Kamu masih hidup? Aku kira tadi wanita p3l@cur yang seperti biasa Haikal bawa pulang. Seperti biasa untuk memuaskan Haikal. Tapi ternyata itu kamu, Karin. Tapi bukannya kamu sudah meninggal kan? Apa ini hantunya Karin?." Seru Alya monohok.


"Maksud kamu apa mengatakan aku p3l@cur ? Kamu sudah menghinaku, Alya. Aku tidak menyangka teman yang sudah aku anggap adikku sendiri tega berbuat jahat kepadaku bahkan saat ini justru menghinaku. Kamu sungguh keterlaluan, Alya."Ucap Karin dengan mulai mengeluarkan air mata buayanya.


"Maaf aku tidak bermaksud menghinamu. Tadi mana aku tahu kalau itu kamu, Karin. Setahu aku memang sudah biasa Haikal itu membawa pulang wanita murahan. Lagipula aku tahu nya kamu sudah meninggal, Karin. Tapi aku sangat senang kamu masih hidup. Tapi, kenapa kamu bermesraan dengan suamiku. Aku dan Haikal itu sudah menikah Karin."Ucap Alya tetap berpura-pura tidak tahu jika Karin memang licik.

__ADS_1


Dalam hatinya Alya saat ini dia sangat kesal dan geram, ingin sekali dia memaki Karin didepan Haikal langsung. Namun dia urungkan, sebab dia ingin tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa sembari mencari bukti-bukti kejahatan dan kecurangan Karin.


"Tidak ada salahnya aku dan Karin bermesraan. Karin itu tunanganku, apa kamu lupa akan hal itu?." Tanya Haikal sembari merangkul pinggang Karin dari samping.


"Maksud kamu apa? Dulu nemang kamu dan Karin sepasang kekasih dan sempat bertunangan. Akan tetapi saat ini, kamu adalah suamiku dan mana mungkin tetap bertunangan dengan Karin?." Tanya Alya seolah dia menantang hubungan Haikal dan Karin.


Haikal dan Karin justru semakin menunjukkan kemesraan di depan Alya. Dengan Karin juga membalas pelukan Haikal, dengan kepala yang bersandar di pundak Haikal sembari tangannya melingkar di lengan Haikal.


Alya melihat kemesraan mereka berdua justru merasa jijik dan ingin muntah. Namun dia tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa, dan seolah-olah dia merasa jika dirinya adalah seorang istri yang tersakiti.


" kamu tidak bisa seperti ini Haikal Kamu adalah suamiku dan tidak mungkin juga kamu akan menikah dengan Karin kan tanya Aliya ingin tahu maksud dari Haikal yang sesungguhnya.


" Menurutmu bagaimana? Dasar wanita bodoh !! Aku menikahimu bukan karena cinta, tetapi aku menikahimu karena sebuah dendam. Kamu yang sudah mencelakai Karin sampai akhirnya aku dan Karin harus berpisah. Bahkan kita semua sudah menganggap Karin itu meninggal dan semua itu ulah kamu !! Seperti yang kamu lihat, Karin masih sehat dan masih hidup. Setuju tidak setujunya kamu, aku akan tetap menikah dengan Karin."Ucap Haikal penuh penekanan.


" Karin, kamu itu sahabatku. Tapi kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku?."Tanya Alya dengan memandang tajam ke arah Karin.


Alya menggelengkan kepalanya, secara terang-terangan Karin mengibarkan bendera perang dengan nya. Jika dulu Karin hanya berperang secara sembunyi-sembunyi, kini dia sudah berani secara terang-terangan.


Sedikitpun Alya tidak takut menghadapi Karin dan Haikal. Dia harus bisa kuat, demi bayi yang saat ini ada didalam kandungannya. Alya tidak akan memberitahu jika saat ini dia sedang hamil, namun membiarkan suatu saat nanti Haikal mengetahuinya sendiri tentang kehamilannya.


" Jika kalian ingin menikah, kenapa kamu tidak menceraikan aku terlebih dahulu, Haikal?."Tanya Alya dengan serius.


" Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, karena tujuanku menikahi kamu hanya untuk menyakitimu dan menyiksa batinmu. Dan mulai hari ini kamu akan semakin tersiksa batin."Seru Haikal dengan senyumnya yang terlalu licik.


"Terserah kamu, Haikal. Aku tidak peduli dengan pernikahan kita ini. Silahkan kalian menikah, aku tidak akan menghalangi langkah kalian. Dan untuk mu, Karin. Semoga ini adalah keputusan terbaik untukmu."Ucap Alya.


Selesai bicara seperti itu Alya pun langsung meninggalkan Karin dan Haikal. Dua manusia tidak punya hati itu hanya membisu dengan memandang kepergian Alya.

__ADS_1


Didalam kamarnya, Alya menumpahkan semua air matanya. Dia merasa jika dua manusia itu sudah keterlaluan. Meskipun rasa cintanya untuk Haikal sudah hilang, namun hati kecilnya tidak bisa dibohongi jika dia merasakan sakit hati yang teramat dalam.


"Kalian berdua akan membayar mahal atas semua rasa sakit hati yang sudah aku rasakan. Dan untukmu,Haikal. Aku akan membuatmu menyesal telah memperlakukan aku seperti ini. Kamu menikahiku hanya karena sebuah dendam, tapi dendammu itu salah. Suatu saat jika kamu sudah tahu siapa Karin yang sebenarnya kamu pasti akan menyesal. Dan saat itu aku orang pertama yang akan bertepuk tangan atas kebodohanmu itu."Ucap Alya sembari mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi


Alya masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia ingin berendam, agar tubuhnya lebih fressh dan hilang rasa lelah di badannya.


*Apa aku harus bicara sama mama? Aku juga ingin tahu apa alasan mama merahasiakan soal Karin? Heeemm sudah waktunya aku bicara jujur dengan mama. Lebih baik besok sepulang dari kantor aku kerumah mama.*Gumam Alya.


Selesai mandi sudah jam setengah 11 malam, Alya memakai pakain hangat sebab dia merasa kedinginan. Alya berniat kedapur untuk membuat teh hangat. Namun saat dia melewati ruang tengah dia mendengar suara-suara orang yang tengah bermain.


Betapa terkejutnya Alya saat mendapati Karin sedang bergerilya diatas Haikal. Dengan tidak tahu malunya mereka melakukan di ruang tengah. Mereka sepertinya memang sengaja agar Alya bisa melihat permainan mereka.


Meskipun hatinya memanas, Alya tetap bersikap biasa saja. Dengan santainya dia melewati Haikal dan Karin, melihat itu semua Karin tersenyum penuh kemenangan. Bagi Alya silahkan Haikal main dengan siapapun Alya tidak peduli, tapi jangan didalam rumah. Setidaknya harga sebuah pernikahan yang sakral.


"Hai Alya apa kamu bisa bergoyang seperti aku begini?." Seru Karin dengan tidak tahu malunya.


"Mana dia bisa sayang. Yang ada dia itu kaku dan harus dipaksa dulu."Ucap Haikal.


"Menjijikan !! Apa pantas tanpa ada ikatan pernikahan kalian melakukan hubungan memalukan ini?"Seru Alya ikut menanggapi.


"Bukan urusan kamu ! Sayang mau lanjut lagi tidak? ."Tanya Karin dengan manja.


"Lanjut dong sayang. Kalau kamu sudah lelah bilang ya, nanti gantian."Seru Haikal dengan suara yang sangat menjijikan.


Alya menggeleng dan melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk membuat teh. Setelah selesai membuat teh, dia kembali melewati sepasang manusia tidak tahu malu itu yang kini sudah pindah posisi. Alya tetap tidak peduli, dia masuk kamarnya dan menikmati teh didalam kamar.


************

__ADS_1


__ADS_2