Dendam Yang Salah

Dendam Yang Salah
Kamu jual aku beli


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Pekerjaan apa? Memangnya kamu bisa bekerja kantoran? Bukannya bisa kamu itu bergoyang di ranjang dan berbohong. Kamu tidak pantas bekerja di kantor ku."Ucap Alya dengan gaya dibuat sombong.


Braaakkkk


Karin sebagai orang yang membutuhkan pekerjaan dan meminta pekerjaan kepada Alya, justru dia yang marah dan memukul meja kerja Alya dengan keras. Sampai Alya saja terkejut, dan Alya tidak menyangka Karin akan searogan itu padahal dia yang membutuhkan pekerjaan.


Namun Alya sama sekali tidak takut dengan Karin. Apapun yang akan dilakukan oleh Karin, Alya akan siap menghadapinya. Alya sudah tidak mau lagi berbaik-baik hati dan mengalah kepada Karin, seperti saat dulu masih berhubungan baik.


Semua kebaikan dan pengorbanan Alya dibalas dengan perlakuan yang buruk oleh Karin. Alya tidak akan mau dimanfaatkan lagi oleh Karin.

__ADS_1


" Jangan sombong kamu Alya !! Apa yang kamu miliki ini bukan milikmu pribadi. Tapi semua ini juga milik tante Widia dan aku datang ke sini atas izin tante Widia. Dan dia juga yang memintaku untuk menemuimu, pasti mamamu sudah memberitahu jika aku akan datang untuk bekerja di perusahaan ini."Ucap Karin dengan lantang. Sampai Sofi yang berada di ruangan pribadi Alya merasa geram dan mengepalkan kedua tangannya.


Sofi ingin keluar dari tempat persembunyiannya, namun dia urungkan. Belum saatnya Karin tahu jika Alya dan dirinya sudah berhubungan baik. Jika Karin tahu, sudah pasti Karin akan mencoba untuk kembali menghasut Alya agar membenci Sofi.


" Iya, Mama memang bilang kamu akan datang untuk meminta pekerjaan. Dan saat ini hanya ada OB dan resepsionis saja yang kosong. Untuk bagian yang lain tidak ada yang kosong sama sekali. Jika kamu mau ambil saja OB atau resepsionis, mungkin pekerjaan itu memang yang lebih cocok untuk kamu."Ucap Alia sambil mencari masinis menatap tajam Karin.


Karin merasa kesal dan geram atas apa yang dikatakan oleh Alya. Apa yang dikatakan Alya, menurut Karin sama saja sebuah penghinaan untuk dirinya. Dia datang ke perusahaan Alya untuk bekerja sebagai karyawan di bagian manajer. Sesuai apa yang dia minta kepada mamanya Alya. Namun ternyata justru Alya memberikannya pekerjaan sebagai OB dan resepsionis.


" Apa maksud kamu menawarkan pekerjaan OB dan resepsionis ? Kamu itu tidak tuli dan tidak buta kan? Aku ini seorang sarjana dan tidak mungkin aku bekerja rendahan seperti itu. Aku mau bekerja sebagai salah satu manajer di perusahaan ini dan tante Widia juga sudah menyetujui aku bekerja sebagai manajer. Di sini tante Widia yang lebih berkuasa daripada kamu, kamu itu cuma menumpang dengan harta orang tua kamu saja."Ucap Karin semakin tidak bisa terkontrol lagi.


" Terserah kamu Karin. Jika kamu mau ambil ya ambil saja OB atau resepsionis itu. Aku tidak akan memberikan jabatan manajer kepada manusia licik dan pijik seperti kamu. Lagipula jabatan manajer sudah penuh, aku tidak mungkin mengganti manajer yang berpotensi dan sudah bekerja lama di perusahaan ini dan menggantikannya dengan kamu wanita yang hanya bisa merusak rumah tangga orang ? Heeh jangan mimpi kamu Karin."Ucap Alya sama sekali tidak takut dengan Karin.


" Lepaskan tanganku Alya !! Kamu akan menyesal jika menyakitiku. Asal kamu tahu saat ini mamamu itu lebih berpihak kepadaku, daripada kepada dirimu yang notabennya anak kandungnya sendiri. Setahu Mama kamu, kamu itu adalah wanita licik dan wanita yang tidak punya hati."Ucap Karin dengan senyum sinisnya.


Tanpa Karin sadari, jika Sofi yang berada di ruang pribadi Alya merekam apa saja yang dikatakan oleh Karin. Rekaman itu akan menjadi salah satu bukti yang menguatkan jika Karin adalah wanita yang licik, busuk dan dia hanya berpura-pura baik saja.


" Oh ternyata kamu sudah mencuci otak Mamaku? Pantas saja mamaku akhir-akhir ini seperti menghindariku, ternyata sudah kamu cuci otaknya."Ucap Alya pura-pura percaya dengan perkataan Karin.

__ADS_1


" Kamu itu wanita yang tidak pantas menikmati harta milik tante Widia, sebab akulah yang lebih pantas. Bagaimana rasanya hidup dalam penderitaan, kamu memang menikah dengan Haikal tetapi Haikal cintanya denganku. Bahkan mamamu saja sudah berpihak padaku, asal kamu tahu aku memang sengaja memutar balikan fakta dan mengkambing hitamkan dirimu. Kecelakaan itu memang rekayasa aku dan catatan dalam diary itu juga hanya rekayasa. Tapi kamu bisa melihat hasilnya kan, dari diary itu Haikal justru sangat membenci kamu. Hahaha."Seru Karin lalu tertawa seperti orang yang tidak waras.


" selama ini aku memang tidak menyukai kamu aku mau berteman dan baik denganku hanya karena hartamu kamu tidak pantas menikmati ini semua Alya Aku tahu kamu dari dulu Memang mencintai Haikal jadi saat aku mengetahuinya timbullah rencana-renciku untuk merekayasa semua kejadian yang sudah terjadi selama sebulan ini aku justru berlibur dengan Kekasihku dan kamu justru menikah namun tersiksa Hahaha dasar wanita bodoh."Seru Karin membongkar semua kejahatannya sendiri.


Alya sama sekali tidak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Karin. Sebab dia sudah tahu semuanya, namun Alya hanya pura-pura tidak tahu dan baru tahu saja. Namun dalam hatinya, dia sangat berbahagia. Sebab tanpa dia bergerak, Karin sudah mengakui semua kelicikan dan kejahatannya sendiri. Dan saat ini Sofi juga sudah merekam semuanya.


" Dasar wanita licik kamu Karin, aku akan membongkar semua kelicikan dan kejahatanmu. Soal Haikal aku sama sekali tidak tertarik. Dulu aku memang mencintainya , dan aku mengalah saat tahu kamu juga mencintainya. Sekarang silakan kamu ambil Haikal, dan hiduplah berbahagia dengan Haikal. Tapi jangan harap seujung kuku pun hartaku tidak akan ada yang bisa kamu nikmati. Jika kamu mau hidup kaya harus bekerja, bukan dengan cara instan."Seru Alya dengan ketus.


" Jamu tidak berhak untuk menghakimiku Alya. Lihat saja, suatu saat nanti justru kamu yang akan menyesal. Kamu tidak punya bukti apa-apa untuk membongkar semua kejahatanku. Haikal tidak akan pernah percaya dengan perkataan mu, bahkan mamamu sendiri juga tidak akan percaya dengan perkataan kamu."Ucap Karin sangat percaya diri sekali.


Saat ini Alya hanya ingin bermain-main terlebih dahulu dengan Karin. Dia ingin mempermainkan dan mempermalukan Karin. Alya sudah tidak peduli dengan Haikal, mau suatu saat nanti Haikal menyesal atau meminta maaf sekalipun. Alya tidak akan pernah peduli. Bagi Alya, Haikal sekarang sudah mati dan Alya sudah melupakan semua rasa cintanya untuk Haikal.


" Lebih baik kamu sekarang pergi dari ruanganku Karin. Aku sebentar lagi ada pertemuan dengan salah satu klien, dan aku tidak mau mood ku hilang karena melihat wajahmu yang licik itu. Cepat pergi dari ruanganku, sebelum aku memanggil Security untuk menyeretmu keluar." Bentak Alya dengan lantang.


" Awas kamu Alya, aku akan mengadukan semua penghinaanmu ini kepada Mamamu. Agar kamu mendapat sanksi dari mamamu, aku datang ke sini itu atas izin mamamu tapi kamu perlakukan aku seperti ini."Ucap Karin mengancam Alya akan mengadukan perlakuan Alya kepada mamanya.


"Silahkan saja, aku tida peduli. Kamu jual, aku beli."Ucap Alya dengan santai nya.

__ADS_1


**********


__ADS_2