
Saras dan Hartini berjalan beriringan menuju warung mbok Joyo, mereka akan sarapan disana. Hartini terpengaruh oleh promosi Saras, katanya makanan disana enak-enak, maknyus, pokoknya top markotop, oenak bangat.
Saras punya rencana lain, dia berharap ketemu Hendra disana, dia ingin menjodohkan Hartini dengan Hendra. Dia membayangkan kalau mereka jadian lalu menikah dan punya anak, alangkah lucunya anak mereka, perpaduan dua makhluk lucu, mungkin bisa menang dalam perlombaan lucu-lucuan bayi.
Tanpa disangka Saras melihat Hendra mengendarai motor, pucuk dicinta ulampun tiba, dia segera berteriak memanggil.
" Mas Hendra !".
Hendra mendekat dan memarkir motornya lalu tergopoh-gopoh menghampiri.
" Ada apa, ada apa, ada maling ya, mana malingnya biar aku tangkap ".
Dia clingak clinguk kekanan dan kekiri, matanya membentur Hartini, ssrrr, naik darah kekepalanya.
" Ini nih malingnya disebelahku, cepat tangkapin ".
Saras tertawa-tawa menunjuk kearah Hartini.
" Maling dengkulmu ! ".
Hartini melotot kearah Saras.
" Tenang Har, kenalkan dulu ini mas Hendra dari kedokteran ".
Hendra mengulurkan tangannya disambut oleh Hartini, dua pasang mata bertemu, keduanya bergetar, tangan terasa dingin, untuk beberapa saat mereka terpana tidak tahu harus ngomong apa.
" Aku pergi dulu ya, nanti kalau sudah selesai aku kemari lagi, silahkan berjabatan tangan terus sampai tua hi..hi..hi ".
Hartini tersadar, mukanya memerah, cepat-cepat dilepaskannya tangannya.
Hendra cepat menguasai keadaan lalu mengajak kedua gadis itu kewarung mbok Joyo.
Setelah mendapatkan tempat duduk Hendra segera memesan makanan, gayanya seperti bos besar.
" Bakso tiga minumannya tiga mbok ".
Hendra berteriak, mbok Joyo buru-buru mendekat dan bertanya.
" Unjuannipun menopo ? ".
Hendra kebingungan tidak mengerti.
" Es teh mawon tigo mbok ".
Saras yang menjawab, dia geli melihat wajah Hendra seperti orang bloon, kebingungan mesti menjawab apa.
Setelah mbok Joyo pergi Hendra bertanya.
" Apaan sih artinya ? ".
" Unjuannipun artinya minumannya sedang menopo biar Hartini saja yang jelasi ".
" Menopo artinya apa, tapi kalau huruf E diganti dengan huruf A jadi Manopo, pemain bridge nasional ".
" Ha..ha..ha..ha, apalagi kalau ditambah kecap, cabe, bawang dan telur lalu digoreng, jadilah kue menopo goreng ".
Hendra mulai ngomong seenaknya.
__ADS_1
" Hi..hi..hi..hi badut ketemu badut, nggak rugi deh beli karcis mahal-mahal "
Saras tertawa terpingkal-pingkal, Hartini hanya mesem-mesem.
Hendra mulai mengira-ngira isi dompetnya , rasanya cukuplah, walaupun untuk itu dia harus berpuasa satu hari, maklum tanggal tua, kiriman dari orang tua belum datang.
Setelah merasa yakin kalau dompetnya aman Hendra tampak tenang, wajahnya berseri-seri.
Tapi wajahnya kemudian berubah pucat ketika tiba-tiba Haris muncul, duduk didekatnya dan langsung mencomot peyek yang ada ditoples. Mampus gua !, terpaksa jatah puasa bertambah satu hari lagi, Hendra membatin dalam hati.
" Aku cari ke Psychologi tidak ketemu malah nongkrong disini ".
" Iya mas, Hartini pengen sarapan disini, kebetulan ketemu mas Hendra dijalan ".
" Eh kok aku sih, curang kamu ".
Hartini mencubit tangan Saras.
" Mas Haris tadi malam ketempat Saras ya ?, kok tidak mampir ? ".
" Aku tidak mau mengganggu acara kamu ".
" Acara apa ? ".
" Kamu kelihatan lagi asyik dengan pacar kamu ".
" Itu teman aku Handoko, bukan pacar ".
" O iya ? ".
" Iya, sumpah ".
Haris tahu kalau Hendra agak meriang dengan kehadirannya, mungkin uangnya tidak cukup.
Setelah kedua gadis itu pergi Haris ikut urunan separonya.
Seperti biasa pagi-pagi Haris sudah mampir di fakultas Psychologi, tapi kali ini dia dihadang oleh seorang laki-laki dengan wajah yang bermusuhan, dia adalah Hamdan, laki-laki yang mengganggu Saras di perpustakaan tempo hari, sepertinya dia sengaja menunggu Haris.
" Berhenti ! ".
Haris menghentikan motor dan turun dari motor.
Tanpa basa basi lagi Hamdan melayangkan pukulannya, Haris mundur selangkah kebelakang, dia tidak mau meladeni, tidak ingin membuat masalah.
Hamdan kembali melakukan serangan, kali ini dengan tendangan Mai geri kearah kepala Haris
Dengan tenang Haris memasang kuda-kuda, kedua kakinya direnggangkan, tangan kiri dikepalkan dipinggang sedangkan tangan kanannya dilintangkan didada, kuda-kuda Yu-Can, kuda-kuda Siao Lim Si, kemudian kepalamya ditarik kebelakang, tendangan Hamdan lewat didepan mukanya.
Gagal pada serangan kedua kembali Hamdan melakukan serangan dengan tangannya, pukulan Tsudan-Tsuki.
Haris tidak mau tinggal diam lagi, dia memiringkan badannya kekiri kedua tangannya terbuka, secepat kilat kedua tangannya menepis pukulan Hamdan dan kaki kanannya menerjang kearah dada, tak ampun lagi Hamdan terjengkang kebelakang.
Saras yang mendengar ribut-ribut berlari kedepan, disana sudah banyak yang yang menonton, dilihatnya Haris berdiri didepan Hamdan yang terduduk dijalan.
Hamdan kembali berdiri, dadanya terasa sakit, diperhatikannya Haris, hatinya mulai ciut. Tapi kemudian dia melihat Saras, emosinya kembali tersulut, dia lalu berteriak sambil meloncatdan melepaskan tendangan.
Haris merubah pasisinya, dan sebelum kaki Hamdan menyentuh tubuhnya dia telah terlebih dahulu menghajar lambung Hamdan.
__ADS_1
Sekali lagi Hamdan terjengkang kebelakang, kali ini lebih parah lagi, dia trrguling-guling diaspal sambil memegang perutnya.
Saras berlari mendekati Haris.
" Kamu tidak apa-apa mas ".
" Tidak Saras, aku tidak apa-apa ".
Hamdan berusaha untuk bangun, dan dengan tertatih-tatih segera pergi.
" Ada kuliah pagi ini Saras ? ".
" Tidak ada mas ".
" Jalan yuk ".
Saras mengangguk.
Haris melarikan motornya ke jalan raya Jogja Solo, setelah melakukan perjalanan cukup jauh dia membelokkan motornya kekiri masuk ke kompleks percandian Candi Prambanan.
Candi Prambanan merupakan candi peninggalan kerajaan Mataram kuno, didirikan pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Balitung pada abad ke 10 untuk menunjukkan kejayaan agama Hindu.
Candi Prambanan merupaka salah satu tempat wisata ysng sangat terkenal baik di Indonesia maupun di manca negara.
Tempatnya sangat strategis dipinggir jalan Solo perbatasan antara kabupaten Sleman Jogja dan kabupaten Klaten Jawa Tengah, kira-kira 17 km dari kota jogja, sehingga memudahkan para wisatawan mengunjunginya.
Candi Prambanan yang disebut juga dengan Candi Sewu ( seribu candi ) ini terdiri dari banyak sekali candi baik yang ukurannya besar maupun yang ukuran kecil.
Manurut hikayatnya candi yang berjumlah sangat banyak ini didirikan hanya dalam waktu satu malam.
Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang bernama Prambanan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Baka yang sangat baik, sehingga penduduknya hidup makmur.
Ditempat lain terdapat pula sebuah kerajaan Pengging yang dipimpin oleh raja Pengging yang sangat jahat.
Raja Pengging mempunyai seorang kesatria sakti bernama Bandung Bondowoso yang mempunyai pasukan jin.
Suatu hari raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Prambanan.
Bandung Bondowoso segera melaksanakan perintah dan berhasil mengalahka kerajaan Prambanan serta membunuh Prabu Baka. Oleh raja Pending kerajaan Prambanan diserahkan kepada Bandung Bondowoso dan diangkat jadi raja disana.
Prabu Baka mempunyai srorang putri yang sangat cantik jelita bernama Roro Jonggrang yang membuat Bandung Bondowoso tertatik dan ingin mempersuntingnya.
Tentu saja niat itu ditolak mentah-mentah oleh Roro Jonggrang, diapun memberi syarat yang tidak masuk akal yaitu dibuatkan 1000 candi dan 2 buah sumur hanya dalam satu malam, sebelum ayam berkokok sudah harus jadi, Bandung Bondowosopun menyanggupi.
Maka dimulailah pekerjaan yang sangat berat itu, semua pasukannya dikerahkan baik manusia maupun jin.
Sampai dini hari sudah hampir rampung semuanya yang membuat Roro Jonggrang cemas, diapun mengerahkan dayang-dayang untuk membakar jerami, menumbuk lesung dan menebarkan bunga
sehingga ayam terbangun dan berkokok.
Maka gagallah usaha Bandung Bondowoso, dia sangat marah karena tahu kalau hal itu terjadi akibat akal-akalan Roro Jonggrang diapun lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah candi.
Kini candi Roro Jonggrang itu bisa ditemuka di candi Prambanan.
Dengan bergandengan tangan Haris mengajak Saras naik ke candi yang paling besar. Tiba-tba Saras terpeleset, dia jatuh terduduk, Haris yang menggandeng tangan Saras ikut terjatuh disampingnya, untuk sesaat mereka saling berpandangan.
" Andini ".
__ADS_1
Saras terkejut, dulu Haris juga pernah menyebut nama itu, Haris tersadar dia segera memapah Saras turun kebawah dan mengantarnya ketempat kos.