
Satu dua tiga empat, satu dua tiga empat.
Pak Bustami memberi aba-aba, dia berdiri didepan, diatas panggung yang terdapat di dalam gedung Nasional.
Gedung Nasional merupakan gedung bersejarah yang sering dijadikan untuk tempat pertemuan, gedung pertama yang ada di kota Jambi, letaknya sangat strategis tepat dijantung kota dekat pasar.
Gedungnya tidak terlalu besar tapi cukuplah kalau sekedar untuk acara perpisahan, seminar atau acara-acara sejenisnya yang tidak memerlukan tempat yang terlalu luas.
Sudah lebih dari sebulan gedung ini dipenuhi oleh siswa dan siswi SLTA sekota Jambi, mereka sedang latihan tari massal yang akan ditampilkan pada pembukaan Jakarta Fair di ibu kota Jakarta.
Pak Bustami adalah pelatih senior yang berstatus sebagai pegawai kantor gubernur Jambi yang ditugaskan mempersiapkan para penari membawakan tari daerah, dia dibantu oleh beberapa penari senior, termasuk Haris sebagai assisten pelatih.
Adapun tari daerah yang akan ditampilkan ada beberapa macam, antara lain Sekapur Sirih, Selampit Delapan, Tari Rangguk dan Tari Rebana.
Tari Sekapur Sirih merupakan tari penghormatan untuk menyambut tamu penting yang dibawakan oleh beberapa orang wanita cantik, pada akhir tari akan ada penyerahan sirih kepada tamu yang sedang dijamu.
Selampit Delapan merupakan tari pergaulan yang dimainkan oleh delapan orang penari yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan empat orang wanita yang akan menjalin selendang dengan cara berjoget kemudian membukanya kembali.
Tari rangguk berasal dari kabupaten Kerinci yang menggambarkan suka cita petani ketika panen raya hasil pertanian.
Tari rebana merupakan tari muda mudi yang menari sambil memainkan rebana.
Tiap sore mereka akan dijemput dengan bus Pemda Propinsi Jambi lalu didrop di gedung nasional, ramai sekali, setiap hari ada saja peserta baru yang datang.
Anak-anak sekolah yang berlatih tari ini merupakan perwakilan dari hampir semua SLTA yang ada dikota Jambi, tiap-tiap sekolah mengirimkan wakilnya sebanyak 10 orang, 5 orang laki-laki dan 5 orang wanita.
Macam-macam bentuk dan tingkah laku mereka, ada yang memang sudah pandai menari, ada yang belum begitu bisa tapi mempunyai bakat sehingga mudah diajari, tapi ada pula yang sama sekali tidak bisa, tidak ada bakat menarinya, mungkin lebih cocok jadi petinju atau pegulat, kaku seperti robot, biar diajari berulang-ulang tetap tidak bisa, penampilannya juga nggak sama sekali, tidak ada manis-manisnya, entah kenapa dia bisa mewakili sekolahnya, mungkin asal comot saja.
Sudah beberapa hari ini Haris memperhatikan salah seorang dari penari itu, seorang wanita dengan paras yang cantik, dia sangat pandai dalam membawakan gerakan-gerakan tari, luwes dan enak dipandang, sepertinya dia memang seorang penari. Haris seperti pernah melihat wanita itu tapi entah dimana dia lupa, berulang kali dia memandang gadis itu sambil.mengingat-ingat tapi tetap tidak ingat.
Dia jalan berkeliling diantara para penari itu sambil membenahi gerakan-gerakan yang belum benar, sampai akhirnya dia berhenti didekat wanita yang selama ini menarik perhatiannya, setelah dekat baru dia ingat siapa gadis itu.
Waktu itu dia baru saja pulang sekolah, dia sengaja lewat didepan SMP 1 tempat sekolahnya dulu. Haris berhenti ketika mendengar beberapa orang laki-laki yang duduk disamping SMP 1 berteriak-teriak.
" Hallo Fitria ".
" Fitria sayang, pulang ya ? ".
" Abang antar yuk ".
Tidak lama kemudian beberapa orang cewek berseragam SMA lewat, diantara cewek-cewek itu ada yang sangat cantik, yang berjalan ditengah, dia menebak pasti itu yang namanya Fitria,
Dia terpesona memandang gadis itu, sungguh cantik sekali, jalannya tegak sambil membusungkan dada, pantatnya agak sedikit menungging, wajahnya berseri, matanya berbinar-binar dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya yang tipis, persis seperti pragawati.
__ADS_1
Haris sangat terkesan dengan gadis cantik itu sampai terbawa kedalam mimpi, selama beberapa hari terbayang terus wajah gadis itu, dan sekarang dia ada disini, didepan matanya.
" Fitria ".
Haris menyapa, Fitria menoleh.
" Iya kak ".
Haris tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya berkeliling diantara penari itu.
Waktu istirahat Haris menghampiri dan duduk didekat Fitria, lalu mereka ngobrol.
" Dari mana kakak tahu kalau nama aku Fitria ? ".
Fitria bertanya, dia heran perasaan belum pernah mengenal Haris sebelumnya.
Haris menceritakan kapan dia bertemu dengan Fitria.
" Tapi dari mana kakak tahu kalau aku Fitria ?, kami biasanya jalan bareng-bareng dengan beberapa orang teman ".
" Gampang, yang paling cantik pasti Fitria ".
" Ah kakak bisa aja ".
" Tidak mungkinkan cowok-cowok itu menggoda yang paling jelek ? ".
Fitria tersipu malu.
Tiap hari Haris selalu menyemparkan diri untuk ngobrol dengan Fitria, semakin lama mereka semakin akrab, tanpa disadari oleh Haris ada seseorang yang merasa tersakiti yang selalu memandang kearah mereka dengan perasaan cemburu, Andini.
Suatu hari Haris mengantar Fitria ke terminal oplet, tiba-tiba seorang laki-laki dengan mengendarai motor berhenti disamping mereka.
" Ayo Fit aku antar ".
Fitria menoleh, tampak Abdi kakak kelasnya sudah berada disampingnya duduk diatas motor, Fitria diam saja, tidak memperdulikan.
" Ayolah Fit ".
Abdi memaksa.
" Nggak ah ".
Abdi turun dari motor lalu coba memegang tangan Fitria.
__ADS_1
" Kok maksa sih ".
Fitria menarik tangannya.
Sekali lagi Abdi berusaha menangkap tangan Fitria.
Haris tidak tinggal diam, dia menarik Fitria kebelakang dan menghadang didepannya.
" Jangan memaksa ya ".
" Jangan ikut campur, memangnya kamu siapa ? ".
Abdi menunjuk muka Haris.
" Aku pacarnya ".
Haris menjawab sekenanya.
" Ah bohong ! ".
Kembali Abdi berusaha meraih tangan Fitria yang berdiri dibelakang Haris.
" Sekali lagi kamu sentuh dia aku hajar kamu ".
Haris mulai emosi, keterlaluan orang ini, tidak punya sopan santun.
Rupanya Abdi menganggap enteng Haris, dia langsung melayangkan tinjunya, Haris memiringkan badannya, secepat kilat tangannya menangkap tangan Abdi lalu diplintirnya kebelakang.
" Aduh !, lepaskan ! ".
Abdi berteriak kesakitan.
Haris melepaskan pegangannya sambil mendorong Abdi kedepan, Abdipun terdorong dan hampir jatuh terjengkang kebelakang.
Sambil memegang tangannya yang terasa sakit Abdi kembali naik ke motornya sambil memandang kearah Haris dengan penuh kemarahan.
" Awas kamu ya ".
Abdi mengancam, kemudian memacu motornya dengan kencang.
Abdi adalah kakak kelas Fitria, dia sudah lama mengejar-ngejar gadis cantik itu, bahkan sudah pernah menyatakan cintanya tapi ditolak oleh Fitria.
Sebetulnya Abdi orangnya ganteng, banyak cewek yang jatuh cinta padanya, karena disamping ganteng dia juga anak orang kaya, uangnya banyak dan boros, tapi sayang karena merasa ganteng itu dia suka mempermainkan wanita, banyak yang patah hati karena ditinggalkan begitu saja setelah dipacari beberapa bulan.
__ADS_1
Tampaknya sekali ini dia terkena batunya, Fitria tidak memperdulikannya karena sebelumnya sudah diingatkan oleh teman-temannya kalau Abdi adalah Play boy yang suka mempermainkan perempuan.
Karena takut kalau-kalau Abdi akan mengikuti Fitria akhirnya Haris mengantarkan Fitria sampai kerumahnya.