
James berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Ketika sarapan yang di buatnya selesai ia memanggil Ken.
James :"Ken sarapannya sudah siap". teriak james dari dapur
Ken berjalan menuju dapur memenuhi panggilan James.
James :"Kau belum sarapan kan?".
Ken :"Belum, tapi aku sedang tidak nafsu makan".
James :"Bahkan kalau kau tidak mau, kau harus tetap sarapan".
Ken :"Aku akan memakannya nanti".
James :"Ken kau baik-baik saja?"
Ken :"Iya aku baik-baik saja, tak perlu khawatir".
James :"Baiklah kalau kau tak apa-apa. Ayo kita temui dokter frank nanti".
Ken :"Aduh... tidak perlu".
James :"Kita cuma akan sekedar datang untuk menyapa saja".
Saat James sedang makan ia menerima telepon. Telepon itu merupakan sebuah kerjaan untuknya dan Ken. Setelah ia menerima telepon itu ia bergegas menyelesaikan makannya dan mengajak Ken untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya mereka segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah James melihat banyak kotak kardus. Lalu ia melihat ternyata ada seorang laki-laki di dalam rumahnya dan ternyata itu adalah Erik
James :"Ada apa ini ? Kardus-kardus apa ini?" tanyanya pada Erik.
Erik :"Bukankah sudah jelas aku akan tinggal di sini sekarang".
James :"Pria aneh. Hei! kau tak melepaskan sepatu mu lagi".
__ADS_1
Ken hanya duduk memerhatikan tingkah mereka berdua sambil memegang lehernya.
James :"Jadi maksud mu kau akan tinggal di sini ? Kami tidak mengambil upah dari permintaan mu yang kemarin dan sekarang ini apa ?. Kau mau tinggal di sini dengan gratis. Apa yang kau pikirkan?".
Erik mengambil sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikannya pada James. Dan ternyata itu buku tabungan Jen.
Erik ;"Aku akan menarik deposit dan membayar sewanya".
James :"Kenapa juga kami harus hidup dengan mu ?".
Erik :"Kakak ku menginginkan aku untuk tinggal di sini. Sampai aku bisa mencari tahu apa yang terjadi pada kakak ku".
Erik :"Aku akan menarik deposit dari apartemennya dan jumlahnya cukup besar. Aku sangat kesepian bila harus tinggal sendiri".
James :"Aku rasa malah akan sangat berisik buat kami bila kau tinggal dan hidup di sini".
Erik :"Apa kau tidak mengerti ? Kenapa aku ingin tetap tinggal di sini? Aku menghadiri pemakaman kakak ku tanpa tahu di mana tubuhnya berada. Kau tahu bagaimana rasanya?".
Erik :"Aku tidak akan melepaskan orang-orang yang melakukan ini padanya agar dia bisa tenang. Jadi aku membutuhkan bantuan mu. Jika kalian tahu akan dasar rasa bertanggung jawab, kalian harus membantu ku. Aku akan hidup menjadi klien kalian".
Erik terlihat putus asa. Melihat itu James dan Ken merasa kalau ia harus membantu Erik.
***
Ken dan James pun ke klinik dokter Frank. Frank pun memeriksa keadaan Ken.
James :"Ngomong-ngomong Ken baik-baik saja kan ?".
Frank :"Hal ini tidak masuk akal". Sambil melihat monitor yang memperlihatkan hasil Xray Ken terdahulu
Frank :"Secara disik dia terlihat baik-baik saja. Apa kau mengkonsumsi beberapa jenis obat ? Benar ?". Frank bertanya pada Ken
Dan yang Ken ingat hanyalah saat ia di gigit oleh Jen, sambil mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Ken :"Jika aku sudah tidak apa-apa, aku akan pergi". beranjak pergi
Frank :"Apa yang terjadi ?".
James :"Itulah yang aku ingin tanyakan, saya rasa saya membutuhkan bantuan mu".
Ponsel James berdering dan yang menelpon adalah Erik. Erik memberitahukan kalau ada orang yang datang mencarinya untuk memecahkan suatu masalah. Ken dan James pun kembali ke rumah.
Saat di rumah James bercerita dengan kliennya. Laki-laki itu mengatakan jika ayahnya baru-baru ini meninggal dan memberikan suatu wasiat untuk lelaki itu dan saudaranya tapi wasiatnya berada dalam sebuah brangkas. Brangkas itu terkunci, tanpa ada yang tahu berapa kode brangkas tersebut, tapi sebelum kemari lelaki itu dan saudaranya telah mencoba beberapa kode tapi tetap tak bisa terbuka hingga hanya menyisakan 2 kali percobaan saja.
Karena di dalam brangkas itu memiliki sebuah jebakan di mana jika memasukkan kode yang salah sampai percobaannya habis brangkas itu akan meledak dan menghancurkan semua isi yang berada dalam brangkas tersebut termasuk surat wasiatnya kerena itulah cara kerja seorang mafia.
Ken, Erik dan James pun pergi ke rumah kliennya dengan segera kliennya menunjukkan tempat brangkas tersebut. Bagian ini adalah pekerjaan Erik. Erik maju dan menempelkan peralatan spesialnya ke brangkas. Erik mencoba untuk mencari-cari kodenya sampai akhirnya ia berhasil membuka kodenya. Dan yang tertulis dalam wasiat tersebut, ayah dari lelaki itu memberikan semua asetnya pada lelaki itu termasuk anak buahnya, tapi semua keputusan ada di tangan lelaki itu, apa ia ingin terus melanjutkan pekerjaan ayahnya sebagai mafia, atau ia ingin membubarkan kelompok. Lelaki itu menerima semuanya. Setelah pekerjaan selesai seperti biasa Ken, Erik dan James kembali ke rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bosan yah baca Novel author ? 😅
Maaf yah kalau membosankan, tapi begitulah Novel detektif, memang sedikit peminat.
__ADS_1
Buat yang setia membaca, jgn lupa tinggalkan jejak kalian yah, berupa Like dan Komen, biar authornya tambah semangat untuk membuat novelnya.
Makasih 💕