
Pagi hari Ken terus memikirkan orang itu, mengapa ia bisa bisa mengetahui soal Agatha, dia juga mengetahui soal Jen. Ponsel Ken berdering, itu telepon dari nomor yang sama dengan yang menelpon Ken kemarin, Ken pun mengangkat telepon itu.
📱 :"Bagaimana tadi malam ? Apa kau bersenang-senang ?".
Ken :"Ya aku bersenang-senang, mengapa kau melakukan ini pada ku ? Kau siapa ?".
📱 :"Terima kasih karena kau tertarik pada ku. Tapi kau bukanlah tipe ku sama sekali. Oh aku ingin kau bersikap sopan dan memanggil aku dengan nama ku. Nama ku Daniel".
Ken :"Daniel ?".
📱 :"Seharusnya aku mengatakan mengenai wanita yang ingin kau ketahui. Tapi kemarin kau sangat terlambat. Kenneth, kita akan bertemu lagi. Aku akan menunggu mu hari itu".
Ken merenungkan perkataan pria itu. Tiba-tiba bel berbunyi dan mengagetkan Ken yang tengah melamun. Ken membuka pintu mempersilahkan tamunya untuk masuk. Tamunya itu seorang perempuan cantik, yang merupakan klien mereka.
James :"Jadi anda seorang pembaca berita Lily. Aku membuatkan teh organik untuk anda, silahkan di nikmati tehnya". Memberikan teh pada Lily
Lily :"Tidak, terima kasih".
James :"Dia sangat cantik". Melihat ke arah Erik dan Ken
Ken :"Aku memerhatikan anda punya kebiasaan menyentuh liotin".
Lily :"Ini sudah kebiasaan ku mengelusnya kalau sedang gugup".
Ken mengingat Agatha yang juga suka mengelus cincinnya di saat gugup
James :"Ngomong-ngomong, apa yang membawa mu kemari ?".
Lily :"Ada banyak orang yang datang kemari, apa yang mereka keluh kan bila datang kemari ?".
James :"Mereka datang mengeluhkan ada yang mengganggu mereka atau sesuatu masalah yang mengharuskan untuk tidak di bawa ke kantor polisi".
Lily :"Saya datang untuk alasan yang sama".
James :"Yang mana ? Sesuatu yang mengganggu anda atau hal yang tidak boleh di beritahukan pada polisi ?".
Lily :"Kedua-duanya. Mengenai hal ini, apa anda tidak keberatan menerima permintaan saya? ?".
Ken :"Tidak, bukan seperti itu, apa pun yang anda alami beritahukan pada kami, kami berjanji untuk merahasiakannya".
James :"Tentu saja. Apa wajah ku terlihat orang yang tidak bisa di percaya ? Kadang-kadang aku menggunakan wajah ku sebagai kartu kredit untuk membayar apa pun. Anda bisa mempercayai kami dan menceritakan semuanya".
Lily :"Pagi hari ini, aku sedang bekerja untuk liputan berita dan saat saya sedang membaca script di ruang rias yang akan saya bawakan saat liputan , saya mendengar suara. Ketika saya melihat di cermin, saya melihat pintu loker yang berada tak jauh dari belakang saya terbuka. Saya pergi untuk melihatnya dan saat saya membuka pintu loker itu lebar-lebar, saya melihat ada seseorang di dalam loker itu. Lalu saya keluar untuk memanggil petugas keamanan, tetapi saat petugas keamanan memeriksanya mayat itu sudah tidak ada lagi, tapi ada sebuah catatan".
Lalu Lily memberikan catatan itu pada Ken, yang bertuliskan "Kembali lagi dalam 24 jam atau kau akan melihat mayat di berita berikutnya" .
__ADS_1
Mereka pun bercerita sambil pergi ke tempat kerja Lily, sesampainya di sana, Lily membawa James dan Ken di tempat ia menemukan catatan itu.
Ken :"Apa anda tahu siapa nama mayat itu ?"
Lily :"Ya, namanya Fiona, dia adalah seorang junior di perusahaan ku".
Ken :"Saat anda menemukan mayat, kenapa anda tidak menelpon polisi ?".
Lily :"Aku bingung dan aku tidak yakin, apa itu adalah mayat yang sengaja di rencanakan atau tidak".
James :"Apa ada benda atau semacamnya di dalam catatan ?".
Lily :"Aku tidak tahu. Apa aku harus berhenti".
Ken :"Apa sebenarnya yang anda ingin kami lakukan ?".
Lily :"Kalian harus membantu saya menyampaikan berita berikutnya tanpa adanya hambatan".
Ken :"Apa anda tidak tahu apa-apa lagi setelah anda mendapatkan catatan ini ? Aku rasa anda harus istirahat".
Lily :"Tidak aku harus tetap siaran. Harus".
James :"Kau cantik dan sangat professional. Tapi aku rasa semuanya tidak akan mudah".
Ken memeriksa ke dalam loker tersebut dan ia menemukan ada jejak darah dalam loker itu. Tiba-tiba mata ken berubah menjadi warna merah dan ia seakan-akan bisa melihat bagaimana posisi mayat saat mayat itu berada dalam loker. Saat Ken memeriksa loker itu Ken merasa kalau ada orang yang sedang mengawasinya dari depan pintu ruang rias .
James :"Ken, kau mau kemana ?".
Ken berlari dan ketika ia membuka pintu ia melihat seseorang berlari, ia terus mengejarnya sambil menuruni anak tangga hingga akhirnya ia sampai di basement dan yang ia temukan hanyalah selembar kertas yang bertuliskan "Kau hanya mempunyai 18 jam waktu yang tersisa". Ken kembali ke tempat James berada.
James :"Kami benar-benar ingin membantu mu, tapi aku akan berusaha berkata jujur. Kasus ini secara fisik terlalu sulit untuk kami tangani...".
Ken datang sehingga memotong perkataan James.
James :"Ken, kau dari mana ?".
Ken :"Waktu kita hanya tinggal 18 jam". Memperlihatkan catatan itu pada Lily dan James.
Ken :"Tidak ada mayat, maka polisi tidak akan percaya, mereka mengambil tindakan karena ancaman serius. Kami hanya bisa mengandalkan pernyataan anda. Apa anda mengerti ?".
Lily :"Iya".
Ken :"Menurut catatan ini, kita hanya punya waktu 18 jam yang tersisa, jadi kita harus segera bergerak cepat".
James :"Aku tak masalah mengambil kasus ini, tapi memecahkannya dalam waktu 18 jam terlalu sulit. Mayat yang hilang, misteri pemerasan dengan pokok yang tidak di ketahui. Kita hanya tahu dua kasus ini. Jadi bagaimana kita..... Ini tidak mungkin" .
__ADS_1
Ken :"Kita punya rekan satu tim". Sambil tersenyum
Di tempat lain Erik membuka sebuah situs yang memperlihatkan berita bahwa club yang pernah ia datangi habis terbakar.
Ketika sampai di rumah James memberikan foto pada Erik.
Erik :"Apa ini ?".
James :"Kau jadi pencopet dan hacker. Cari tahu soal dia".
Erik :"Memangnya siapa dia ?".
James :"Dia Fiona, dia seorang pembaca berita. Berapa banyak informasi yang bisa kau dapat ?".
Erik :"Apa pun bisa, mulai dari nilai sekolahnya sampai ukuran celananya".
James :"Jika kau bisa mendapatkannya, cepatlah untuk mencari tahu".
Erik :"Aku bisa ekstra cepat".
James :"Dan apa yang kau ingin kan ?".
Erik :"Berikan aku ruangan itu" sambil menunjuk ke sebuah ruangan di lantai atas
James :"Baiklah". Sambil menghelakan nafas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like dan Komen yah, biar Author lebih semangat membuat Novelnya. ❤️
__ADS_1
Jangan lupa tekan tombol Favoritnya juga yah 💕
Makasih