
Setelah mendengar semua kesaksian John. Ken pergi menyelidiki nya lagi ke Lily.
Lily :"Anthony ? Namanya terdengar familiar".
Ken :"Sepertinya dia menjalankan bisnis kesejahteraan sosial. Dia menjalankan dan menyiapkan fasilitas untuk tunawisma dan remaja pelarian"
Lily :"Perasaan terkuat yang aku alami saat aku menjadi reporter adalah rasa kehilangan yang tidak bisa ku percaya".
Ken :"Apa anda bertemu dengannya saat melakukan program dulu ?"
Lily :"Benar, aku mendapat laporan bahwa bisnisnya mencurigakan jadi aku mewawancarainya tapi saat aku meliput kasus ini, Frans juru kamera itu di bunuh. Jadi penyebab pembatalan kasus setelah kejadian itu aku mulai mengisi berita pagi"
Ken :"Apa anda tahu mengapa ia di bunuh ?".
Lily :"Aku tidak yakin".
Ken :"Anda pasti terkejut anda sudah bekerja sama dengannya dalam waktu yang cukup lama. Kenapa anda tidak menghadiri pemakamannya?".
Lily :"Aku punya jadwal siaran".
Ken :"Siaran... Anda bilang hanya karena jadwal siaran. Kenapa anda sangat terobsesi dengan jadwal siaran itu ?".
Lily tak menanggapi semua perkataan Ken. Dan Ken sedari tadi melihat banyak reaksi dari Lily yang mencurigakan.
Ken :"Laporan Anthony yang anda dapatkan mengenai apa ?"
Lily :"Seseorang memberitahu kami kalau seorang tunawisma menghilang"
Ken :"Bolehkah saya melihat rekaman video itu ?".
Lily :"Frans yang menyinpan videonya. Aku tidak tahu di mana rekaman itu sekarang".
(Di rumah James)
Ken :"Aku merasa ada kejanggalan dalam kasus ini".
Erik :"Lily ?". Datang dengan membawa laptop dan duduk di sofa
Ken :"Intinya ini bukanlah mengenai tubuh Fiona yang hilang, sepertinya Lily sudah membiarkan itu terjadi".
James :"Maksud mu justru Lily yang mencurigakan ?".
Ken :"Dia menyembunyikan sesuatu dari kita dan juga dia tidak mau memberitahukan saya tentang Frans pada awalnya".
Erik :"Lily di besarkan di sebuah rumah sederhana dan membuat jalan sendiri menuju kesuksesan. Dan menarik perhatian dan menikahi seorang pria kaya. Dia akhirnya membuat hidupnya menjadi seperti sekarang. Cerita ini sesuai dengan wajahnya yang cantik".
__ADS_1
Ken :"Kenapa dia begitu terobsesi pada penyiaran ? Padahal dia memiliki cukup banyak uang. Mungkinkah akan menjadi ancaman untuk seseorang seperti dia ?"
James dan Ken ke rumah Frans untuk mencari tahu tentang Frans.
Adik Frans :"Apa kau datang ke sini untuk bertanya mengenai kakak ku ?".
James :"Iya. Maaf kami menanggung mu. Aku tahu ini sulit untuk mu".
Adik Frans :"Apa yang bisa aku bantu ?".
Ken :"Kau melaporkan Frans sebagai orang hilang. Kami ingin tahu apa ada sesuatu yang aneh ?".
Adik Frans :"Tidak ada yang istimewa. Seperti biasa, aku mengira dia akan kembali setelah beberapa hari saat mengambil gambar pemotretan. Aku tidak bisa menghubunginya untuk sementara waktu".
Ken :"Apa tidak apa-apa jika kami ingin melihat-lihat kamarnya ?".
Adik Frans :"Iya, silahkan".
Ken dan James masuk ke dalam kamar Frans dan melihat semua foto hasil tangkapannya yang tertempel di dinding. Ia juga melihat banyak kaset hasil rekamannya di atas meja. Ken melihat foto kedekatan Frans dan Lily. Ada banyak juga kaset CD di lemari Frans
Adik Frans :"Kakak ku menyukai kamera 6mm yang berbentuk digital. Dia bilang akan lebih nyaman menyimpannya di kaset dari pada di kartu memori. Itulah juga mengapa ia menyukai kamera film"
(Di warung makan)
Thomas :"Makan sebelum dingin. Harusnya kau cepat memakan makanan yang menakjubkan ini".
Ken :"Apa kau sudah menyelidiki apa yang kami minta ?"
Thomas :"Oh iya. Beberapa hari sebelum Frans meninggal adiknya menelpon dan melapor ke kantor polisi. Dia cukup terkenal sebagai juru kamera pada program berita".
James :"Apa penyebab kematiannya di bunuh ?".
Thomas :"Iya. Lehernya di potong dan tidak ada bukti yang mengarahkan kita pada pelaku".
Ken :"Apa ada sesuatu yang di temukan di TKP ?".
Thomas :"Seperti catatan kalau ia tahu akan di bunuh ? Tempat itu bersih dan sepi tidak ada kamera CCTV di sana".
James :"Bagaimana dengan Lily ?".
Thomas :"Lily ? Dia sangat bersih, kurasa dia banyak mencuci cucian karena suaminya. Hanya ada bau deterjen".
James :"Lebih seperti parfum ku rasa".
Ken :"kita akan menemukan sesuatu kalau lebih mengamati. Bagaimana dengan kasus tunawisma yang hilang?"
__ADS_1
Thomas :"Ada desas desus bahwa orang menculik tunawisma untuk menjual organ tubuh mereka".
James :"Apa ada penyelidikan?".
Thomas :"Tentu saja tidak. Seorang ibu-ibu mungkin mendengar rumor serius tapi mereka bukan polisi".
Ken :"Jika ada rumor yang tersebar luas, seharusnya sudah ada penyebabnya".
Thomas :"Orang jahat ini cukup cerdas. Orang-orang akan melihat kalau orang hilang. Jadi mereka bermain samar-samaran".
James :"Sebagai apa ?".
Thomas :"Sebagai dokter. Mereka datang menggunakan mobil ambulance swasta membujuk tunawisma untuk bertugas di rehabilitas atau rumah sakit, kemudian menghilang".
James :"Apa itu masuk akal ? Merencanakan sebuah rumor ?".
Thomas :"Benar kan ? Memancing dan melemparkan umpan kail lalu menunggunya. Jika terasa ada suatu gigitan, tariklah dengan lembut maka kau akan menangkap sesuatu" .
***
Ken dan James mendatangi tempat di temukannya jasad Frans.
James :"Ini adalah tempat di temukannya jasad Frans".
Ken :"Kenapa dia bisa di bunuh di sini ?".
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like dan Komen yah agar author semakin semangat membuat Novel ini.😊
Jangan lupa juga untuk menekan tombol Favorit agar bila Novel ini Up kamu akan mendapatkan notifikasinya.ðŸ’
Makasih 💕
__ADS_1