
(Klinik Frank)
Grace memakan pasta yang sudah di buat oleh James dengan susah payah.
James :"Bagaimana ? Enak ?".
Grace :"Luar biasa. Seolah semua bahannya hidup di dalam mulut ku".
James :"Bahkan kata-kata mu saja cantik. Di antara bumbunya yang paling berharga adalah rasa cinta ku pada mu. Saat kau mengunyahnya kau bisa merasakannya".
Frank :"Saat aku mengunyahnya, rasanya kurang asin dan juga tepungnya sangat lembek".
James :"Benarkah ?".
Frank :"Iya".
James :"Kalau begitu jangan di kunyah langsung telan saja. Kau bilang tidak enak, tapi kau sudah memakannya hampir setengah"
(Di rumah James)
Ken pulang lalu mencari Erik dan meminta tolong pada Erik untuk mencari tahu siapa pemilik nomor telepon tersebut. Ketika Erik telah mencarinya ternyata nomor itu milik Agatha. Melihat hal itu James merasa bingung. Apa yang sebenarnya terjadi ? Bukankah Agatha telah meninggal akibat ledakan mobil beberapa tahun yang lalu. Melihat James yang kebingungan, Erik hanya terus menatapnya.
Erik :"Apa yang terjadi ? Apa mungkin Grace menolaknya ? Tadi pagi mood dia bagus. Tapi sekarang tidak".
Ken :"Bukan itu"
Erik :"Kenapa dia ?". Kebingungan dengan sikap Ken dan James
Ken berjalan menuju tempat James yang tengah termenung, memikirkan semuanya.
James :"Ini karena Agatha kan ? Apa yang terjadi ?".
Ken :"Aku akan pergi dan bertanya pada Agatha".
James :"Ini sangat membingungkan".
__ADS_1
Ken :"Hari itu saat aku pertama kali bertemu dengan mu. Bagaimana kalau aku menolak menjalankan kasus itu ? Sejak aku kehilangan Agatha, aku terus memikirkannya berulang ulang. Kalau aku bisa mengulang waktu aku akan menolaknya.
Ken mengingat saat mereka di panggil dengan direktur saat tengah latihan taekwondo. Bahkan sampai ke percakapan mereka.
Mereka bertiga berdiri dilorong sebuah kantor. Ken berdiri dengan tegap, Jason merapikan pakaiannya dan Agatha mengusap-usap cincinnya.
Ken :"Apakah kau gugup?"
Agatha :"Huh?"
Ken :"Cincinmu akan luntur bila kau terus mengusapnya"
Agatha :"ini kebiasaan ku ketika aku sangat gugup"
Jason :"Aku ingin tahu mengapa kita di panggil, aku merasa gugup"
Ken :"Ku rasa aku tahu mengapa kita di panggil"
Sebuah pintu tepat di depan mereka berdiri terbuka, mereka memberi hormat pada orang yang baru saja keluar dari ruangan yang tepat berada di depan mereka. Orang itu berjalan sambil mengenakan topi lalu di ikuti oleh Ken, Jason dan juga Agatha. Dan orang itu ternyata adalah James.
Suasana hening menyelimuti ruangan tersebut di ikuti dengan pandangan dingin Direktur membuat Ken, Jason dan Agatha bertambah gugup.
Direktur mematikan rokok yang telah ia hisap lalu membuka dokumen yang berada di depannya sambil menatap Ken, Jason dan Agatha, Direktur menutup kembali dokumen tersebut dan meletakkannya kembali di atas meja, lalu ia berdiri dan berjalan menuju ke depan Ken, Jason dan Agatha.
Ketika berdiri di depan semua anggotanya Direktur langsung melepaskan papan nama yang terpasang di baju Ken, Jason dan Agatha, dangan pandangan yang dingin.
Direktur :"Dari titik ini, kalian bertiga akan mengambil bagian dalam operasi khusus. Untuk itu, kalian akan masuk ke sebuah organisasi kriminal rahasia. Saya meminta kalian untuk mengerahkan upaya terbaik kalian untuk operasi khusus ini. Apa kalian bisa melakukannya ? Apa kalian bisa melakukannya ?"
Ken, Jason dan Agatha :"Iya, kami bisa melakukannya"
Ken juga mengingat saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah paman James.
(Flashback On)
Saat mereka membagikan tugas, harus ada dua orang yang menyusup di dalam kantor itu, dan 2 orang mengintai dan melihat dari markas (rumah James) apa-apa saja yang mencurigakan dari apa yang di tunjukkan dari tempat tersebut. Agatha dan Jason mendapat tugas untuk menyusup, sedangkan James dan Ken hanya memantau dari rumah. Sebenarnya Ken ingin ikut dengan Agatha, tapi ia tidak boleh egois karena ini merupakan tugas yang penting.
__ADS_1
Agatha pun mendapat kesempatan untuk memulai dan menyusup perusahaan itu. Beberapa hari pun berlalu Agatha dengan mudah beradaptasi dan menjadi kebanggaan di perusahaan Baron. Lalu ia merekomendasikan Jason untuk masuk dan bergabung ke dalam perusahaan itu. Orang-orang berpikir kalau Jason adalah pacar Agatha dan ketika menjalankan tugas, Agatha mulai memiliki ketertarikan pada Jason. Ketika mereka pulang bertugas mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan, dan membangun Chemistry agar lebih meyakinkan jika mereka pasangan di perusahaan itu. Ken mulai gelisah dengan apa yang di lakukan Jason dan Agatha tapi ia tetap terlihat santai. Agatha terus mendekati Jason dengan mengajak nonton dan berkencan dengan alasan membangun chemistry. Ken menyadari perubahan Agatha tapi ia mencoba terus berpikir positif. Mungkin saja ini hanyalah perasaannya saja.
Hari-hari pun berlalu seperti sebelumnya sedangkan Ken yang mendapat tugas untuk mengintai dari rumah saja hanya terdiam dan memikirkan Agatha dan Jason. Agatha merasa kesal dengan Ken, mengaoa Ken masih saja bersikap baik padanya. Sampai suatu hari ia kebablasan saat Jason di bawa oleh salah satu petinggi di perusahaan itu yang katanya untuk berbicara tapi sudah berapa lama Jason masih belum juga keluar dari ruangan itu.
Agatha mulai mencari Jason. Ia melihat orang yang tadi bersama Jason keluar sendiri dari ruangan itu, dan ia mendekati ruangan itu walau sudah di beri peringatab oleh James dan Ken melalui alat komunikasi yang telah mereka sediakan sebelumnya.
Agatha merasa kesak dengan tingkah James dan Ken yang terus memerintah, ia merasa bahwa dirinyalah yang pantas dan berhak untuk memutuskan karena dialah yang berada di lapangan untuk menjalankan misi, bukan Ken atau pun James. Agatha melepaskan alat komunikasi nya. Ken yang mendengar dan melihat itu dari kamera yang di pasang di kacamata Agatha, ia mulai khawatir pada Agatha. Agatha mulai mencari Jason di ruangan itu. Ketika Agatha masuk, ruangan itu sangat gelap, ia menyalakan lampu dan ia tidak melihat adanya Jason di dalam ruangan itu yang ia dapat hanyalah box yang berisi kantong darah. Ia mengambil kantong darah tersbut dan mulai memeriksa setiap kardus yang berisi botol bir, tiba-tiba seseorang menyerangnya dari belakang.
James dan Ken sangat khawatir. James berjalan bolak balik dan Ken duduk memikirkan Agatha.
Agatha pun sadar dan ia merasa lehernya sangat sakit, dan ia masih berada di rungan itu. Tapi ia tak sendiri ada seorang pria bersamanya dan pria itu Daniel. Daniel melihat kacamata Agatha yang merupakan kamera, lalu ia merusaknya dan melemparkannya. Agatha masih berpura-pura pamit tapi Daniel mengatakan kalau tindakan Agatha sangatlah berani. Ketika Agatha mulai berjalan keluar, langkah kakinya terhenti ketika ia melihat ada mayat di belakang sofa yang tengah di duduki oleh Daniel. Karena tindakan Agatha. Daniel merasa jika Agatha sangatlah berbeda, ia menunjukkan ponsel Jason dan menyindir soal Jason. Agatha yang melihat itu bertanya-tanya apa yang telah Daniel lakukan. Daniel yang melihat ekspresi Agatha, ia merasa jika Agatha meremehkannya. Agatha meminta Daniek untuk melepaskan Jason, tapi Daniel memiliki syarat jika Agatha ingin Daniel melepaskan Jason. Daniel meminta Agatha untuk memukan Baron dan dalam 2 jam Agatha harus membawa Baron kehadapan Daniel, dan jika Agatha gagal, ia akan membunuh Jason.
Agatha mulai mencari Baron di tempat yang telah di tunjukkan oleh Daniel. Ketika ia hendak membuka pintu tempat Baron bersembunyi tiba-tiba lampu menyala dengan sangat terang yang memancarkan cahaya berwarna biru, ketika ia hendak masuk ada seseorang yang menodongkan pistol ke arah kepalanya. Baron bertanya pada Agatha apa yang ia lakukan di sini, siapa dirinya. Agatha pun mengatakan kalau dirinya adalah polisi. Dan ketika Baron lengah, ia merebut pistol dari tangan Baron dan menodongkan pistol itu ke arah Baron. Melihat pin yang berada di baju Agatha, Baron langsung bisa mengenali jika Agatha berasal dari perusahaan nya. Agatha bertanya bertanya lampu apa tadi yang ia nyalakan, Baron mengatakan itu adalah lampu sinar ultraviolet. Baron bertanya apakah Daniel berjanji pada Agatha untuk merubahnya menjadi vampir ? Jika Agatha berhasil membawa Baron ke hadapannya ?
Agatha merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Baron. Baron merasa kasihan pada Agatha karena ia tak tahu kalau perusahaan itu bukan perusahaan biasa. Agatha bertanya jika bukan perusahaan biasa lalu apa ? Baron mengatakan kalau perusahaan itu banyak membunuh orrang, termasuk detektif yang lebih dulu di kirim sebelum Tim Ken. Agatha mulai emosi dan hendak menembak Baron. Baron mengatakan walau pun Agatha membawanya pada Daniel. Daniel tetap akan membunuhnya dan orang-orang yang dekat dengannya. Baron menembak dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
Hai hai hai. jangan lupa Like dan Komen yah.
Jangan lupa juga untuk menekan tombol Favorit agar bila Novel ini Up kalian akan mendapatkan notifikasi nya...
Mohong dukungannya dengan memberi Rate yah
Makasih 💕
__ADS_1