
James :"Apa kata dokter tentang berolahraga ? Dia mengatakan kepada mu untuk tidak melakukannya kan ? Kamu benar-benar tidak mendengarkannya, hal terburuk yang kau lakukan adalah latihan, dan yang kedua, kau lupa meminum obat"
James :"Hei... Apa kau sudah meminum obat mu?" Dengan nada suara yang sedikit tinggi
Ken :"Oh... Aku sudah melakukannya"
James :"Minum obat mu"
Ken :"Aku benar-benar sudah meminumnya"
James :"Bawa obat itu kemari sekarang"
Ken :"Jangan meributkan sesuatu tidak penting di pagi hari".
James :"Wow, bagus, kamu memang hebat"
Ken :"Kamu mau kemana?".
James :"Di mana lagi? Aku sudah bilang kita harus kerja hari ini".
Ken :"Oh benar.... Hei jangan gunakan kamera itu. Itu barang milik orang".
James :"Kita sudah meminjam rumahnya, ini bukan apa-apa saya yakin dia akan mengerti. Dia kan orang yang sangat murah hati. Ayo pergi". Sambil melihat foto seorang pria yang terpajang di dinding rumah.
James :"Tunggu sebentar. Apa yang sedang kau kenakan?".
Ken :"Aku mengenakan jaket".
James :"Bukan itu yang jadi masalahnya. Itu celana olahraga bukan ?". Sambil sedikit mengangkat baju bagian bawah Ken dan melihat celana yang di kenakan Ken
Ken :"Ya. Memang ini celana olahraga".
James :"Mengapa kau selalu melakukan ini setiap hari? Hah?. Ikuti aku".
__ADS_1
James mencarikan Ken baju di lemari yang berada di ruang ganti, ia memberikan baju kemeja kotak-kotak berwarna ungu pada Ken tapi terlihat tidak bagus. Lalu memberikan baju kotak-kotak berwarna orange tapi lebih kelihatan norak. James lalu memakaikan Ken baju kemeja berwarna putih dengan jas berwarna ungu sebagai luaran dan memakaikan kacamata berwarna coklat, James juga memilihkan sepasang sepatu yang cocok untuk Ken lalu merapikan rambut Ken.
Mereka berdua keluar dari ruang ganti dengan James mengenakan baju hitam, dasi hitam, jas hitam, dan jas hitam selutut sedangkan Ken mengenakan kaus hitam dengan kera penutupi leher dan jaket kulit berwarna hitam
"Kami bukan Detektif kelas-B. Kami adalah Detektif kelas tinggi. Kami detektif swasta"
Di sebuah jalan James memotret seorang pria yang sedang bersama seorang wanita cantik, ia memotretnya dari dalam mobil. James terus memotret mereka diam-diam dari jendela mobil yang ia tumpangi.
Ken :"Mengapa kau mengambil begitu banyak foto?".
James :"Jika kita membawa hasil yang bagus kita mungkin akan mendapatkan hal yang bagus juga di dalamnya".
James masih terus memotret mereka, ketika mereka berpelukan dan berciuman di jalan.
James :"Tak satu pun dari foto-foto ini yang bagus". Sambil melihat foto hasil jepretannya.
Lalu James mencoba memotret pria itu kembali dari jendela mobil.
Ken :"Kita hanya perlu mengambil beberapa foto di lokasi kejadian seperti yang di minta".
Dari balik lensa kamera, Jemas melihat kalau pria itu melihat ke arahnya. Tiba-tiba wajah pria itu berubah dari yang tadinya tersenyum bahagia menjadi terdiam, ketika sadar kau ia sedang di mata-matai.
James :"Ken".
Ken :"hmm... Apa?."
James :"Saya pikir, dia melihat kita. Pria itu berjalan kemari".
Ken :"Sial" dengan cepat menancap gas mobil
James :"Sangat bagus! Baik! Bagus, sangat bagus! Oh !" Mengoceh dengan terus memotret
Pria itu lari mengejar mobil, sedangkan James masih saja terus memotret dari dalam mobil yang tengah berjalan. Pria itu merasa kesal dan melempar kunci mobil yang sedang ia pegang karena ia tak berhasil mengerjar mobil yang di tumpangi Ken dan James.
__ADS_1
Di dalam mobil James Melihat semua hasil jepretannya
James :"Wow... Emosi yang di tangkap dalam foto ini sangat besar".
Ken :"Apa yang baik?".
James :"Apa?. Jelas Foto-foto ini. Wow, emosi mereka tergambarkan dengan jelas, ini adalah sebuah karya seni".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf yah kawan-kawan kalau karya ku sedikit gaje dan masih banyak kurangnya.
Tapi mohon dukungannya dengan menekan tombol Favorit.
Dan jangan lupa Like, komen dan share.
__ADS_1
Karena dukungan dari kalian sangat berarti untuk ku 🤗💕