
Laura menarik tangan Jose untuk pergi, mereka berjalan menjauhi Daniel
Daniel :"Ken, bunuh dia".
Ken :"Apa ?"
Daniel :"Kalau kau ingin menyelamatkan teman-teman mu, bunuh laki-laki itu sekarang juga !".
Ken :"Sadarlah aku sudah melakukan bagian ku. Hentikan ini sekarang juga".
Daniel :"Jadi kau mengatakan teman-teman mu tak sepenting rubah tua di sana itu ?".
Daniel mengejar Laura dan Jose. Daniel menarik tangan Jose dan mengigit leher Jose. Laura menahan darah yang keluar dari leher Jose.
Laura :"Jose ! Jose ! ". Laura menangis
Daniel melihat apa yang di lakukan oleh Laura, ia hanya tertawa.
Laura :"Harusnya aku membiarkan mu mati Daniel. Jose !".
Daniel :"Laura, ikutlah dengan ku. Semuanya sudah berakhir".
Laura :"Baik kita akhiri saja. Aku yang memulainya jadi aku yang harus mengakhirinya"
Laura menekan tombol dan lampu sinar ultraviolet itu pun menyala. Daniel berteriak karena merasakan panas seperti terkena sinar matahari. Ken berusaha melindunginya menggunakan jaketnya. Ken tahan dengan sinar ultraviolet itu karena ia setengah vampir setengah manusia. Segerombolan orang datang membawa Laura dan Jose pergi. Lampu pun di matikan, seketika Ken melihat Agatha.
Ken :"Agatha!" Kaget
Ia berlari mengejar Agatha sambil memanggil Agatha.
Di saat yang bersamaan jam menunjukkan pukul 5.30, Grace James dan Frank masih asik bergoyang. Erik hanya melihat mereka dari jauh. Frank merasa kebingungan mengapa semua orang menatap ke arah mereka dan mulai mendekati mereka. Erik kembali menelpon Ken tapi Ken masih belum mengangkat telepon Erik. Sedangkan Ken masih sibuk mengejar Agatha yang telah pergi menggunakan mobil. Ken berhenti berlari ia terlihat depresi.
Jam sudah menunjukkan pukul 5.45, orang-orang itu mulai meraba Frank dan James.
Ken kembali berlari terhuyung-huyung menuju tempat Daniel dan menyelamatkan teman-temannya yang sudah menjadi incaran vampir di club.
***
Ken sedang duduk di meja kerjanya melihat foto saat ia bersama Agatga dan Jason.
Erik :"Kenapa pagi ini kau menghelakan napas terus ? Apa yang membuat mu khawatir ?"
__ADS_1
Ken :"Apa untuk menghelakan napas aku butuh sebuah ijin ?"
Erik :"Lalu kau kenapa ? Apa kau tidak mau memberitahu ku ?"
Ken :"Ada urusan yang harus ku bereskan".
Erik :"Lain kali ajak kami juga. Kita ini satu tim".
Erik pun pergi meninggalkan Ken yang masih duduk di meja kerjanya.
***
Di tempat lain terlihat seseorang sedang masuk ke dalam ruangan yang terlihat seperti bar bawah tanah.
Alex :"Laura tidak mau mengatakan di mana daftar itu".
Agatha :"Begitukah ? Kalau begitu buat dia berbicara".
Alex :"Ya, baik saya mengerti".
***
Ken keluar untuk berjalan-jalan agar pikirannya menjadi fresh tapi ntah kenapa ia masih terus memikirkan Agatha yang saat itu ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, bahkan Agatha enggan untuk berhenti saat ia mendengar Ken berteriak memanggil namanya. Hujan pun turun, Ken menanggis sehingga air matanya tersamarkan oleh hujan. Ia sangat mencintai Agatha tapi apa balasan Agatha untuk Ken. Ken percaya kalau semua itu ada penjelasan nya. Tiba-tiba seseorang menghampiri Ken.
Ken tertunduk ketika mendengar perkataan orang itu, ketika ia mengangkat kepalanya ingin bertanya orang itu telah menghilang sesakan di telan bumi.
***
Jason :"Kau mendapatkan Laura ?".
Agatha :"Aku rasa dia tidak akan membuka mulutnya".
Jason :"Daniel tidak akan hanya duduk dan tinggal diam saja".
Agatha :"Aku tahu. Aku tidak akan pernah bersikap impulsif dengan mereka. Jangan khawatir"
Jason :"Seberapa jauh yang akan kau lakukan ? Bukankah perbuatan mu sudah sangat keterlaluan ?".
Agatha :"Kau tidak tahu apa yang telah ku lakukan untuk mencapai semaunya sejauh ini. Ini semua karena kau".
Jason :"Jangan kau gunakan aku sebagai alasan mu".
__ADS_1
Agatha :"Kenneth masih hidup".
Mendengar itu Jason hanya terdiam dan kaget.
***
Daniel masuk ke dalam ruangannya lalu duduk di kursi layaknya seorang bos. Ia membuka laci meja yang ada di depannya dan mengambil sebuah buku. Dia membuka setiap lembaran buku itu, di tengah buku itu terdapat potongan foto Laura. Ia memandang foto itu, ia merasa sangat sedih dengan apa yang telah di lakukan oleh Laura. Lalu ia membakar foto Laura menggunakan lilin yang berada di atas meja.
***
Agatha sedang asik merokok dan meminum bir yang bercampur darah. Dua orang pengawalnya datang menyeret seorang pria yang sedikit tua untuk menghadap pada Agatha.
👨 :"Presidan Laura adalah satu-satunya orang yang mengetahui tentang daftar itu. Saya... Saya benar-benar tidak tahu apa-apa".
Agatha :"Apa kau tahu, darah siapa yang saat ini aku minum ?".
👨 :"Saya juga di tipu, ia mengatakan bahwa ia akan mengubah saya menjadi vampir jika saya mengikuti perintahnya"
Agatha :"Kalau kau tidak bisa memberikan ku jawaban yang ku inginkan. Maka kau sudah tidak berguba".
👨 :"Saya juga di tipu. Tolong jangan bunuh saya. Jangan bunuh saya".
Pengawal Agatha pun membawa orang itu keluar. Jason datang ke tempat Agatha.
Jason :"Itu sama sekali tidak manusiawi".
Agatha :"Setelah hari itu, aku tidak pernah berpikir akan hidup sebagai manusia lagi. Kau ingin kembali seperti dulu ?".
Jason :"Kalau aku bisa kembali, akan ku lakukan".
Agatha :"Kenapa ? Apa karena Ken ? Berhentilah berpura-pura, kau tau kenapa aku menembak Ken di dadanya ? Ah... Sudahlah itu semua sudah tidak penting lagi. Aku akan membunuhnya lagi".
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf aku telat Upnya
Jangan lupa Like dan Komen yah 💕