
Pegawai :"Saya memiliki banyak pelanggan yang sedang antri, sebaiknya saya segera menyelesaikan ini".
Daniel :"Menarik sekali, para pelanggan mu di sini bersih semua, rambutnya pendek dan mereka tidak butuh di cukur".
Ken bangkit dan menyerang pegawai itu dan ia membersihkan dagunya dengan handuk, kedua orang yang sedari tadi berdiri itu maju menghajar Ken ada yang di tendang dan salah satu dari mereka di cekik menggunakan handuk yang di pegang Ken.
Daniel menghampiri pegawai itu.
Daniel :"Hei sepertinya kau tahu siapa aku. Aku berbeda dengannya. Kalau kau tidak bicara, kau benar-benar akan mati".
Pegawai itu hanya melihat ke arah ponselnya. Ken yang melihat itu, ia bergegas mengambil ponsel pegawai itu yang terletak di atas meja.
Di club James juga mulai ikut bergoyang bersama wanita lain, Erik, Frank dan Grace hanya duduk diam melihat tingkah James.
Frank :"Serius ?". Heran melihat tingkah James
Frank :"Luar biasa".
Erik :"Dia akan mendapat kan masalah. Bagaimana jika tekanan darahnya naik dan kepalanya meledak ?".
Frank :"Aku harap begitu"
Grace :"Siapa wanita itu ? Menyebalkan sekali". Dengan wajah yang terlihat kesal.
Grace :"Kita lihat saja siapa yang bakal menang malam ini".
Frank :"Grace sangat kompetitif di hal yang aneh-aneh".
Grace :"One Shoot One Kill. Malam ini aku akan menaklukkan 1 orang". Tersenyum
Erik :"Apa James memenangkan lotre ? Kalian semua ini kenapa sih ?".
Grace :"Akan ku tunjukkan pada wanita itu, bagaimana cara menari dengan benar". Bangkit dari duduknya
Grace naik ke atas latar dan bergoyang dengan James yang tengah asik bergoyang dengan seorang wanita. Frank yang melihatnya seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. James turun dari latar meninggalkan Grace dan wanita yang tadi ia temani bergoyang, sedangkan Grace masih tetap bergoyang memperlihatkan keahliannya
Frank :"Ini perang antar wanita. Erik kenapa kau tidak bergabung sekalian ?".
Erik :"Dalam perang, paling baik itu adalah tetap netral. Kapan Ken datang ?".
James :"Ken mana ?".
Erik :"Ini aku lagi telepon"
James :"Aneh".
__ADS_1
Erik :"Memang aneh".
(Di mobil)
Ken :"Apa yang akan kau lakukan setelah kau menemukan orang yang kau cari ?".
Daniel :"Itu bukan urusan mu. Yang harus kau khawatirkan hanyalah teman-teman mu"
Daniel melihat dari arah spion jika ada mobil yang tengah mengikutinya.
Daniel :"Kau di buntuti".
Ken melihat ke arah spion lalu melajukan mobil dengan cepat, akhirnya mobil yang tadi mengikuti Ken sampai di sebuah gang ia terlihat kehilangan jejak Ken. Orang itu hendak menelpon seseorang, Ken datang dari belakang dan menepuk pundak orang itu. Orang itu berbalik dan Ken langsung menghajar wajah orang itu. Sedangkan Daniel hanya berdiri dan menyaksikan. Orang itu bangkit dan ingin memukul wajah Ken, tetapi Ken dapat menghindarinya. Ken meninju perut dan wajah orang itu. Orang itu terlempar dan ia kembali beridir mengulangi apa yang tadi ia lakukan, tetapi Ken terus dapat menghindari serangannya. Lalu orang itu di hempaskan ke bawah oleh Ken.
Ken :"Kau siapa ?".
Ponsel orang itu berdering, Daniel mendekati ponsel orang itu lalu mengambilnya, Daniel mengangkat panggilan dari ponsel itu
Daniel :"Kau mengikuti ku. Itu artinya kau belum menemukannya. Aku akan mengurus pesuruh mu. Jangan mencarinya".
Daniel mematikan telepon itu dan melempar ponsel itu ke arah pemiliknya yang tengah pingsan.
Ken :"Apa yang terjadi ?"
Ken hendak pergi tapi di tahan oleh Daniel.
Daniel :"Sudah ku bilang khawatirkan teman-teman mu saja, James, Erik ......".
Ken kembali mengendarai mobilnya tapi tiba-tiba ia mengerem mobil itu secara mendadak.
Ken :"Sampai kapan aku harus mengikuti mu ?".
Daniel :"Menyetir saja lah".
Ken mencekik leher Daniel. Ken mulai kehilangan kesabarannya. Tapi ia masih bisa mengontrol emosinya, di lepaskannya tangannya dari leher Daniel lalu ia melampiaskan ke stir mobil, dengan cara memukulnya.
Daniel :"Bukan kau saja yang mulai kehilangan waktu. Kalau hari ini dia tidak kita temukan. Laura akan mati".
Ken kembali mengemudikan mobil itu. Sampai akhirnya ia sampai di suatu tempat minum. Ia dan Daniel turun dari mobil dan masuk ke dalam tempat itu.
Ken :"Jam segini masih buka ? Menurut mu aneh kan ?".
Daniel :"Benar"
Mereka berjalan masuk hingga menemukan seorang wanita yang tengah duduk sambil meminum bir
__ADS_1
Ken :"Kau mengenal Laura kan ?".
Wanita itu berdiri dan menghampiri Ken.
Ken :"Kenapa dia datang kemari ?".
Daniel mengambil botol yang di atas meja dan menghirup aroma botol itu. Mata Daniel tiba-tiba menjadi merah, ia melihat merk botol itu dan itu botol yang sama yang di produksi oleh Laura, ia langsung memegang dagu wanita itu.
Daniel :"Kenapa di dalam botol anggur ini ada sesuatu yang lain selain anggur ? Laura berapa banyak orang yang sudah dia infeksi tanpa memberitahu ku?"
Daniel melepaskan tangannya dengan kasar dari dagu wanita itu dan melangkah menjauh.
Ken :"Di mana Laura ? Kau tahu di mana dia kan ?"
Wanita itu berjalan dan membuka laci di lemari lalu memberikan Ken sebuah kartu nama. Ken beranjak pergi untuk mencari Daniel yang tiba-tiba menghilang.
Daniel sedang mengganti pakaiannya dengan pakaian yang rapi, seakan ia sedang berdandan karena akan segera bertemu dengan seseorang.
Daniel :"Berikan aku waktu sebentar".
Ken menunggu Daniel di luar ruangan yang ia tempati untuk merapikan bajunya. Daniel pun keluar.
Daniel :"Mungkin saja ini malam yang terakhir".
Daniel mengambil barang-barangnya dan segera keluar dari tempat itu.
Pukul 3.50, teman-teman Ken masih sibuk dengan kesenangan mereka di club. Frank melihat Grace dan James yang tengah asik bergoyang, ia menatap dengan rasa tak percaya. Erik hanya melihat sambil tersenyum. Wanita yang tadi menemani James bergoyang mendekati James dan hendak menggigitnya, tetapi di tahan oleh wanita lain.
.
.
.
.
.
.
.
Hai Hai, jangan lupa di like dan komen yah.
makasih 💕
__ADS_1