Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 6


__ADS_3

James :"Bukan, bukan dia".


Erik :"Bukan dia ? Masa sih ?".


James :"Hei! Kau menyelinap ke rumah ini. Meminum anggur ku yang mahal dan bertindak seperti kau mengenal paman ku. Kau siapa?".


Erik :"James, apa kau tidak ingat dengan saya?".


James :"Tidak, memangnya kamu siapa?".


Erik :"Aku seseorang yang telah menghabiskan beberapa waktu di penjara".


James :"Aku bahkan ingat warna celana dan baju dari siapa pun yang di kirim ke penjara. Tapi aku bahkan tidak mengenali wajah mu. Kamu siapa?".


Erik :"Oh tidak... Kau sudah tua. Saya dengar memori buruk dapat berkembang menjadi demensia kamu harus hati-hati".


James :"Kau terlihat seperti seorang pencuri".


Erik :"Itu di masa lalu. Sekarang saya belajar di kelas spesialisasi".


James :"Kelas Spesialisasi?".


Erik :"Penipu keuangan dan sebagainya".


James melihat ke arah Erik dengan rasa tak percaya, sedangkan Ken tersenyum saat mendengar dan melihat interaksi antara Erik dan James.


James :"Ngomong-ngomong saya tetap tidak ingat dengan kamu. Saya tidak ingat. Saya tidak ingat". Sambil menunjuk ke arah Erik


James :"Dan aku tidak bisa mempercayai mu".


Ken :"Mengapa kau begitu berhati-hati?".


Erik :"Apa kau pasangannya dalam bekerja?".


Ken :"Kau, bahasa mu sangat tidak sopan". Tersenyum


Erik :"Begitulah cara saya berbicara".


James :"Nak, aku cukup yakin telah bertanya pada mu berkali-kali, mengapa kau di sini ?".


Erik :"Saya mendengar bahwa kau seorang agen detektif".

__ADS_1


James :"Kami bukan seorang agen detektif".


Erik :"Kau seorang detektif swasta kan ? Sepertinya kau akan tahu siapa yang lewat dari aroma shampoo mereka".


James :"Itu masalah kecil untuk saya".


Erik :"Itulah mengapa saya datang ke sini memintamu mencari tahu soal ini".


Erik mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya dan menaruh foto tersebut di atas meja untuk di perlihatkan pada Ken dan James.


James :"Siapa ini?".


Erik :"Dia Jen, kakak ku. Dia berbeda dengan ku, dia orang yang benar-benar cerdas dan baik. Dia bekerja sebagai ilmuan di sebuah Lab Penelitian terkenal.


James :"Jadi apa masalahnya".


Erik :"Dia pergi keluar setiap malam dan itu sangat mencurigakan untuk saya".


James :"Apa kau pikir orang nokturnal jarang terjadi hari ini?".


Erik :"Tapi dari itu semua. Dia selalu kembali dengan banyak noda cairan dan darah di pakaiannya".


Erik :"Itulah yang aneh. Dia behenti dari pekerjaannya dari Lab beberapa waktu yang lalu. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi, tapi dia tidak akan memberitahu saya. Saya benar-benar khawatir dengannya. Jadi saya mengikutinya pada suatu malam".


James :"Dan ?".


Erik :"Dia bertemu dengan seorang wanita yang aneh".


James :"Seorang wanita asing ?".


Erik :"Wanita itu.... Tampak seperti rubah dan tampaknya terampil dalam mempermainkan orang. Saya ingin melindungi kakak saya dari wanita itu".


James :"Kau benar-benar berpikir dia lebih berbahaya dari diri mu ?". Mencoba menyinggung Erik


Erik :"Laki-laki memiliki keterampilan tentang hal ini. Dia wanita jahat. Cincin yang dia gunakan juga aneh. Ada beberapa foto yang saya ambil ketika saya mengikuti kakak saya". Sambil memperlihatkan foto itu pada james.


James memperbesar foto tersebut pada bagian jarinya karena ingin melihat cincin itu. Melihat cincin itu Ken langsung merampas Ponsel itu dari tangan James dan melihatnya dengan seksama. Dia teringat kalau cincin itu sangat mirip dengan yang di kenakan oleh Agatha. Ken tergugup-gugup melihat foto tersebut.


Ken :"Siap ini.... Apa kau tahu siapa dia ?".


Erik :"Saya tidak tahu... Itulah sebabnya saya datang ke mari".

__ADS_1


James :"Kesimpulannya... Kakak mu bisa di tipu".


Karena Ken penasaran siapa wanita yang berada di foto tersebut. Ken ingin mengambil pekerjaan tersebut, apalagi wajah wanita di foto itu tidak terlihat jelas karena gelap.


Ken :"Kami akan mengambil pekerjaan ini".


Ken merenungkan apa yang tadi telah ia lihat. Apakah itu Agatha?.


***


Saat malam tiba Ken dan James sudah berada dalam mobil menunggu di depan rumah Erik, bersiap-siap untuk mengikuti Jen.


James :"Mengapa kau mengambil pekerjaan secara gratis ?".


Ken :"James, apa kau pernah ingin melindungi seseorang ?".


Mendengar itu James hanya terdiam. Erik pun datang membawa makanan dan minuman untuk mereka makan sambil menunggu Jen keluar. Ken melihat Jen keluar dari rumahnya lalu menunjuk ke arah Jen.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan menekan tombol Favorit โค๏ธ


Dan jangan lupa Like ๐Ÿ‘dan Komen ๐Ÿ“.


Saran dan Kritik dari kalian sangat berharga untuk membantu berkembangnya Novel ini.

__ADS_1


__ADS_2