Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 2


__ADS_3

Episode 2


Ken dan Agatha berlari di lorong yang tadi di lewati oleh Ken, tiba-tiba Jason muncul dari arah kanan dan menunjukkan sabuah jalan keluar untuk mereka kabur. Mereka memasuki sebuah lift dan Jason menekan tombol menuju basement. Ken, Jason dan Agatha terengah-engah dan mencoba mengatur napasnya dengan baik, karena lelah terus berlarian.


Ken :" Agatha, kita bisa lakukan ini, jangan takut ini akan baik-baik saja" sambil memeluk Agatha


Ketika pintu lift terbuka Ken, Jason dan Agatha bersiaga karena bisa saja ada banyak musuh yang menanti mereka di depan lift. Dan benar saja sudah banyak musuh yang menunggu mereka di depan pintu lift yang berada di basement. Ken berlari keluar dari lift dan langsung saja menghajar musuh-musuhnya, Jason dan Agatha mencoba kabur secara diam-diam, Jason dan Agatha keluar dari lift dan berjalan menuju kesamping meninggalkan Ken yang tengah asik menghajar musuh-musuhnya tanpa ampun. Ken melihat Jason dan Agatha berlari di belakang mobil yang tengah terparkir di basement, tanpa memperdulikan kalau ia di tinggalkan Ken masih terus menghajar musuhnya, ia pun di pukul menggunakan tongkat hingga terjatuh, lalu Ken bangkit kembali lalu menghajar musuhnya, tapi ia tetap terus di pukul menggunakan tongkat. Tak lama kemudian Jason dan Agatha datang dengan menggunakan sebuah mobil yang di kendarai oleh Jason, mereka menabrakkan mobil mereka ke beberapa musuhnya.


Jason :"Masuk! Cepat masuk ke dalam mobil!"


Ken berlari menuju mobil dan langsung masuk ke dalam mobil. Jason pun dengan cepat menginjak gas mobil dan sesegera mungkin pergi dari tempat itu.


Ken :"Agatha, apa kau baik-baik saja?"


Agatha :"Yq, Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu Ken?"


Ken :"Aku benar-benar baik-baik saja, tak usah mengkhawatirkan ku" Sambil tersenyum


Agatha :"Kita kemungkinan besar akan di tegur karena kita menggagalkan misi kita"


Ken :"Hei... Tidak apa-apa kita akan memberikan posisi kita pada mereka, jika saja mereka memberitahu kita" bersandar di kursi belakang mobil


Agatha :"Maaf, tapi saya tidak merasa baik-baik saja" sambil memejamkan mata


Agatha :"Jason, bisakah kamu menepikan mobil ini?"


Jason :"Iya". sambil menepikan mobil


Agatha membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil lalu berjalan kearah belakang mobil mencoba menjauh, melihat Agatha keluar Ken pun keluar dari mobil dan mencoba mengejar Agatha. Ken berlari dan meraih tangan Agatha.

__ADS_1


Ken :"Agatha, tunggu sebentar. Lihat aku, apa kau benar-benar sakit?"


Agatha :"Tadi itu terlalu berbahaya, apa yang telah kau lakukan?"


Ken :"Jika saya tidak pergi menyelamatkanmu, lalu siapa lagi yang akan melakukannya?"


Ken :"Agatha, di sini dingin, ayo kita kembali ke mobil".


Agatha :"Tidak"


Ken :"Untuk saat ini pakailah ini, aku akan segera kembali" memberikan jas yang ia pakai ke Agatha.


Agatha :"Ken" memanggil Ken sambil menodongkan sebuah pistol ke arah Ken.


Ken :"Agatha" berbalik menghadap Agatha lalu melihat mata Agatha.


Agatha :"Maafkan aku Ken" menarik pelatuk pistol yang berada di tangannya dan menembak tepat di dada Ken


Ken yang melihat itu terjadi terus berusaha mencoba untuk berdiri sampai saat ia berhasil bangkit walau akhirnya ia tumbang lagi. Ken histeris melihat mobil yang tumpangi pacar dan sahabatnya meledak tepat di depan mata dan kepalanya.


Ken :"Agatha" Ken berteriak histeris


Ken terus memanggil nama Agatha karena masih belum percaya dengan apa yang ia saksikan sendiri. Hingga akhirnya Ken pingsan tak berdaya di pinggir jalan yang sangat sepi.


(Masa Sekarang)


Di sebuah rumah yang besar dan luas Ken terlihat sedang berolahraga di sebuah ruangan menggunakan treadmiil. Terlihat kalau Ken terus menambah kecepatan treadmill yang ia gunakan. Keringat bercucuran di badan Ken. Ken hampir terjatuh karena tak bisa mengimbangi kecepatan treadmill itu dengan segera ia mengurangi kecepatan treadmill hingga akhirnya mesin itu berhenti. Ken merasakan sakit yang luar biasa pada dadanya. Dengan cepat dan tergopoh-gopoh Ken berjalan menuju sebuah meja tempat ia menyimpan obat-obatnya, lalu Ken meminum obatnya. Ken menyentuh dada bagian kanannya yang merupakan tempat tertembaknya beberapa tahun lalu. Ken sedikit meremas dadanya yang sakit itu dan mencoba mengatur napasnya dengan baik.


James :"Ken, mari kita pergi" memanggil Ken dari ruang tamu

__ADS_1


James memilih-milih kamera tepat di depannya yang berada di atas meja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai kawan-Kawan, mohon dukungannya yah.


Dengan menekan tombol Favorit.


Maaf bila banyak pemborosan kata, saya masih sedang belajar membuat novelnya.


Jangan lupa Like, komen dan share yah.

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti buatku🤗💕


__ADS_2