
Di perjalanan saat James membawa Emily pulang, ia tiba-tiba teringat sesuatu tentang penguntit itu. Lalu dengan segera ia menelpon Ken.
James :"Aku ingat di mana aku pernah melihat penguntit itu. Saat di supermarket dia membeli alkohol"
Dengan petunjuk dari James, Thomas, Erik dan Ken ke supermarket tersebut dan disusul James setelah mengantar Emily pulang.
Terima kasih untuk kesaksian kasir di supermarket tersebut karena mereka menemukan bahwa orang itu langganan supermarket tersebut dan ia bekerja di pabrik papan merek dekat dari situ.
Sesampai di pabrik papan merek Thomas memperlihatkan foto korban pada pemilik pabrik tersebut.
Anton :"Tidak salah lagi. Dia adalah Stephen, salah satu anggota karyawan saya. Jadi dia meninggal karena jatuh ?, Kelihatannya seperti dia".
Thomas :"Apa dia sudah biasa mabuk berat ?"
Anton :"Iya. Dia jadi kehilangan kendali saat mabuk dan bisa merusak banyak hal".
Di sisi lain, Ken, Erik dan James melihat-lihat sekeliling.
Erik :"Ini keren sekali". Ucapnya melihat sebuah lukisan
Anton :"Oh ini karya terakhir dari Stephen".
Erik :"Hah, bagian bawah ini kenapa ?". menunjuk bagian bawah papan merek yang rusak
Anton :"Bulan lalu dia mencoba mengerjakannya dalam keadaan flu dan menjatuhkan lukisannya, sejak saat itu Stephen takut akan ketinggian. Seusai bekerja dia selalu meminum minuman keras".
Ken :"Jadi dia acrofobia ya ? Tapi pria itu... " Mengingat kejadian di hari pertama di taman macan
Thomas :"Bisakah kau memberiku informasi lebih detail ?"
Anton :"Ya".
***
Saat mereka kembali di rumah, mereka membicarakan kejadian tersebut.
Ken :"Pelaku sebenarnya telah membawa kita dalam perangkapnya".
James :"Apa maksud mu Ken ?".
Erik :"Stephen sangat takut pada ketinggian, apa mungkin dia berani memanjat patung setinggi itu ?"
__ADS_1
James :"Lalu pria yang kami lihat kemarin itu siapa ?".
Ken :"Mungkin itu pelakunya yang tidak tahu bahwa Stephen Acrofobia. Dia berpura-pura menjadi korban dan berulang kali bertingkah aneh untuk membuat kematian itu terlihat seolah-olah seperti kecelakaan".
James :"Tidak mungkin"
Ken :"Dia menggunakan waktu saat nona Emily jogging untuk menjadikannya saksi"
Erik :"Kejam sekali, menjadikan nona Emily seperti itu tidak bisa di maafkan"
Sore harinya Ken, Erik dan James kembali ke taman macan itu tanpa di ketahui oleh Thomas. Ken melihat Thomas berada di tempat itu, Ken menyuruh Erik dan James bersembunyi, sembari mendengarkan apa yang di katakan Thomas dan seseorang yang sedang ia interogasi. Setelah mendengarkan percakapan itu sampai selesai, mereka beranjak dari tempat itu dan menuju ke patung macan.
Erik :"Bagaimana dengan cat yang di telapak tangan korban ? Apa apa ada hubungannya dengan pelaku ?".
Ken :"Yah mereka bilang itu cat biasa yang biasa di temukan di mana saja".
Mereka berbincang sambil berjalan hingga mereka berada di sebuah gudang yang tak jauh dari patung macan.
Erik :"Karena dia membuat papan merek, jadi tidak heran kalau tangannya ada bekas cat, benarkan ?"
James :"Tapi mereka bilang dia sudah berhenti bekerja dari sana. Jadi sebenarnya cat baru itu menimbulkan sebuah tanda".
Ken :"Mungkin ini ruangan untuk menyimpan peralatan untuk membersihkan taman ini, karena sepanjang jalan ini, aku tak melihat adanya peralatan kebersihan".
Ken melihat ke arah pintu dan ia kaget melihat sesuatu.
James :"Ada apa Ken ?".
Ken :"Rantai pengaman pintu ini rusak".
Erik :"Apa yang harus kita lakukan ?".
Tiba-tiba petugas kebersihan datang karena melihat mereka berada di depan ruangan itu.
Petugas :"Hei, apa yang kalian lakukan di sini?".
Ken :"Ah. Rantai pengaman pintu ini rusak".
Petugas :"Oiya kau benar. Siapa yang melakukan ini ?". Sambil membuka pintu ruangan itu
Ken :"Ruangan ini tempat penyimpanan peralatan untuk membersihakan taman ini kan ?".
__ADS_1
Petugas :"Iya, tapi hanya petugas yang bisa masuk ke dalam. Walau pun di dalam hanya terdapat perlengkapan kebersihan taman dan cat untuk mempercantik taman ini, tapi tetap saja tak boleh sembarang orang yang masuk ".
Ken melihat banyak cat yang tumpah di lantai.
Ken :"Ada cat yang tumpah di lantai".ucapnya dalam hati
Catnya sama dengan yang ada di telapak tangan korban. Ken mengecek catnya apakah masih basah atau sudah kering dan ternyata catnya sudah kering. Ken berpikir kalau korban mendapatkan cat dari ruangan itu
James :"Hei bagaimana di dalam ?"
Saat James bertanya sambil melangkah menuju pintu, kakinya tersangkut dan dia hampir terjatuh dan sedikit menimpa Erik membuat pintu ruangan itu tertutup sedangkan Ken masih berada di dalam.
Ken :"Hey !."
Ken kaget saat pintu itu tertutup dan melihat cat yang berada dalam ruangan itu.
Petugas :"Kalian baik-baik saja ? Ayo keluar".
Ken tersenyum, sepertinya ia mengetahui sesuatu.
James :"Kau menemukan sesuatu ?".
Ken :"Yah, kelihatannya tidak di ragukan lagi kalau pelakunya adalah Paul orang yang tadi di interogasi Thomas"
.
.
.
.
.
.
.
Maaf yah Upnya sedikit-sedikit, konsep novelnya perepisod sudah selesai, tapi saat author membaca konsepnya kembali, banyak yang harus di revisi, agar kasusnya terlihat menarik.
Jangan lupa yah buat yang sudah baca, tinggalin jejak kalian berupa Like 👍dan Komen📝, biar authornya semakin bersemangat membuat Novelnya 🤗🤗
__ADS_1