Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 21


__ADS_3

Erik mulai merasa ngantuk sedangkan Frank sudah memejamkan matanya. James dan Grace pun kembali ke tempat duduk mereka.


James :"Wow... Grace luar biasa. Dia tidak bisa lelah, kenapa aku capek sekali ? Aneh punggung ku sakit".


Grace :"Kau seperti mesin dansa".


Erik :"Grace kau sudah minum terlalu banyak. Ayo kita pergi,, ini sudah jam 4 Ken masih saja tidak menjawab teleponnya".


James :"Dia masih tidak mengangkat teleponnya ?".


Erik :"Ayo kita pulang".


Grace :"James, ayo kita menari lagi. Stamina ku masih ada".


James :"Aku harus duduk".


Grace :"Ayolah".


James :"Ya ampun".


Grace :"Ayolah cepat".


James :"Kita baru saja duduk".


Erik :"Mereka sudah gila".


Grace dan James pun kembali ke atas latar. Erik melihat wanita yang tadi membawa Ken. Wanita itu juga melihat ke arah Erik. Erik beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Frank yang sedang tidur. Erik sampai di sebuah toilet. Ia melihat ada dua orang pria yang sedang tidur, dan ada seorang pria lain yang keluar dari dalam toilet itu. Erik melihat pria itu sedang membersihkan tangannya yang penuh darah.


👨 :"Apa masalah mu ?".


Erik :"Aku tidak boleh lihat ?".


👨 :"Kata-kata mu tajam sekali, itu lidah atau pisau ?".


Erik :"Kalau pisau ? Kau ingin ku tusuk ?".


Erik meninggalkan orang itu, setelah ia sampai di tempatnya tadi, ia melihat James dan Grace sudah turun dari latar.


Erik :"Ayo kita pergi dari sini"


James :"Ken masih belum kembali. Bagaimana kita bisa pergi ?".


Erik :"Perasaan ku tidak enak".


James :"Kau sudah menelponnya ?


Erik :"Kau tahu berapa kali aku sudah mencobanya ? Tapi ini sudah batasnya".


Grace :"Kita menari sedikit lagi, Frank".


James :"Coba telepon dia lagi".


Grace :"Ayo".


James :"Aku baru saja duduk".


Grace :"Tapi ini puncaknya, ayo". Menarik tangan Frank dan mendorong James ke depan


Frank :"Kita mau ke mana ?.

__ADS_1


Grace :" Kita harus berdansa".


Erik :"Mereka tidak pernah mendengarkan ku".


Erik mencoba untuk pergi tapi di halangi seorang perempuan.


👧 :"Kau mau ke mana ?".


Erik :"Aku capek maaf". Beranjak pergi


Tapi tangan Erik langsung di tarik oleh wanita itu.


👧 :"kau harus memikirkan teman-teman mu. Bukankah akan lebih baik jika kau tetap di sini sampai Ken balik ?".


Erik :"Apa Kenneth bilang kapan dia balik ?".


👧 :"Itu yang terbaik bagi semua orang".


Erik :"Apa maksud mu ?".


👧 : Tersenyum "Aku hanya mengatakan, aku rasa dia akan datang".


Erik melihat sekeliling dan melihat wanita menggigit wanita lain di lehernya.


Erik :"Baiklah akan ku tunggu di sini sampai dia datang". Kembali duduk


Daniel dan Ken sampai ke sebuah gedung klasik. Ia masuk ke dalam dan duduk tepat di depan bar


👨 :"kau mau apa ?"


Ken :"Kau punya apa ?".


Daniel mengeluarkan foto Laura dan memperlihatkan ke orang itu


Daniel :"Kau tahu orang ini kan ?".


👨 :"Wanita ini tidak ada di sini".


Ken :"Kami tanya apa kau kenal dengannya, bukan apa dia ada sini".


Pria itu menuangkan minuman di dua gelas lalu memberikan pada Ken dan Daniel


👨 :"Baiklah, kita buat perjanjian, semua perkataan mu akan ku jawab, asalkan kau menemukan 1 orang untuk ku".


Ken :"Siapa ?"


👨 :"Namanya Steven, seorang jaksa yang menghilang 3 tahun yang lalu".


Daniel :"Kau boleh mengoceh lain kali. Di mana Laura ?".


Orang itu memberikan kertas yang tadi ia sudah tulis. Daniel segera mengambilnya, tetapi orang itu menarik kertasnya kembali


Ken :"Aku janji pada mu".


Ia berikan kertas itu pada Ken tapi langsung di rampas oleh Daniel. Ken dan Daniel beranjak pergi. Ia sampai di sebuah tempat yang tak terbengkalai. Mereka masuk mengikuti lorong dan tepat di depannya ada seorang wanita parubaya yang tengah berdiri. Daniel mendekatinya.


Daniel :"Laura ?".


Daniel mendekat dan memeluk Laura.

__ADS_1


Daniel :"Kau tahu berapa lama aku mencari mu ? Ikutlah dengan ku"


Tiba-tiba ada seorang lelaki yang datang dari belakang dan berjalan ke arah Daniel dan Laura.


Daniel :"Jose ?"


Jose :"Tidak mungkin kau.....". Kaget melihat wajah Daniel yang tetap muda


Daniel :"Kenapa dia ada sini ? Apa karena dia ?".


Laura berjakan ke arah Jose. Daniel hanya tersenyum melihatnya


Daniel :"Selera mu benar-benar aneh. Kulitnya sudah melorot semua dan keriput. Sejak kapan kau menjadi tua seperti ini ? Membuat ku sedih".


Jose :"Tolong lepaskan Laura".


Daniel :"Apa ?".


Jose :"Kau sudah cukup tua untuk mengetahuinya. Ada hal-hal yang harus kau terima dalam kehidupan".


Daniel :"Dia ini ngomong apa ? Aku tidak tahu".


Jose :"Kami adalah manusia tidak seperti kau. Laura sudah tua dan lelah. Tolong biarkan dia jalani sisa kehidupannya dalam damai. Semua sudah berakhir".


Daniel :"Diam ! Apa yang kau tahu tentang dia ? Laura bukan wanita yang kau tahu. Dia milik ku. Kau yang pilih aku atau dia ?"


Laura :"Selama ini aku ingin menjadi matahari mu tapi sekarang aku lelah sekali. Aku ingin pergi meninggalkan semuanya"


Daniel :"Apa yang kau lakukan ? Kau bilang kau akan menjaga ku"


Laura :"Sudah tidak ada lagi yang bisa ku lakukan untuk mu, tolonglah".


Daniel :"Kau sudah berjanji kau bilang akan menjaga ku selamanya".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa di Like dan Komen yah.


ini udah detik-detik terakhir Novelnya mau tamat loh 😅


Jangan lupa beri Rate yah untuk Novel author.


Makasih 💕

__ADS_1


__ADS_2