Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 11


__ADS_3

James, Erik dan Ken sedang asik menonton TV, James teriak-teriak saat menonton.


James :"Kenapa anjingnya bisa bercahaya?" Ucapnya sambil menonton TV


Erik :"Itu anjing iblis. Anjing iblis benar-benar ada".


Ken :"Itu Fosfor".


Erik dan James berbalik ke arah Ken.


Ken :"Fosfor memiliki sifat memancarkan cahaya putih kebiruan setelah terpapar oksigen. Mereka hanya melumuri anjing itu dengan fosfor untuk membuatnya bercahaya dan menakut-nakuti orang". Jelasnya


Erik :"Ya ampun jangan merusak ending film dengan seperti itu".


Ken :"Maaf, aku kira kalian tahu soal itu".


James :"Karena sudah tau kalau anjing itu palsu sekarang jadi tidak menarik lagi". Mematikan TV


Suara bel berbunyi, James bergegas membuka pintuk dan itu adalah seorang klien namanya Emily. Emily memberitahukan kalau ia selalu di untit oleh seseorang saat ia jogging di taman macan. Ia menceritakan kalau setiap pagi ketika ia ingin jogging di taman macan selalu ada orang yang mengikutinya dari belakang.


Mendengar keluhan klien, Ken mencoba untuk melihat penguntit itu keesokan harinya.


***


Ken dan James pun ke taman macan dan menemani Emily untuk jogging.


Ken melihat ada orang yang sangat mencurigakan.


Ken :"Apa dia penguntitnya ?".


Emily :"Iya benar. Dia selalu mengikuti saya ketika saya jogging di sini".


James :"Baiklah. Aku di sini sebagai bodyguard mu serahkan saja pada ku". Ucapnya bersemangat karena kliennya perempuan cantik


James mendatangi penguntit itu yang berjalan seperti orang mabuk.


James :"Hei. Hentikan itu. Nona Emily ketakutan dengan tingkah mu"


Ken :"Berhenti. Kita tidak tahu sedang berurusan dengan siapa". Sambil mengecilkan suaranya


Penguntit itu berjalan menjauhi James dan Ken. Ia menaiki sebuah patung yang sangat tinggi. Saat sampai di puncak patung itu, ia tak bisa mengimbangi badannya karena mabuk,


hingga akhirnya ia terjatuh tapi ada sebuah tumpukan matras alat peraga pesenam yang membuat nyawanya terselamatkan. Ia tersenyum melihat reaksi Ken, Emily dan James yang merasa kaget melihat apa yang di lakukan penguntit itu.


Setelah kejadian itu mereka kembali ke rumah mereka masing-masing karena setelah apa yang terjadi tidak mungkin penguntit itu akan mengikuti Emily hari ini.


James :"Aku rasa, aku pernah melihatnya di suatu tempat, topi dan mantel itu menutupi wajahnya sehingga aku tak bisa mengenalinya dengan baik"


Ken :"Apa dia orang yang kau kenal ?".

__ADS_1


James :"Aku tidak yakin soal itu, aku mungkin mengenalinya kalau melihat wajahnya".


Erik :"Kau tidak bisa melihat wajahnya saat ia terjatuh tadi ?".


Ken :"Sepertinya wajahnya sengaja ia sembunyikan".


Hari selanjutnya


Erik :"Apa hari ini dia datang juga?".


James :"Kalau dia datang aku akan menangkapnya. Siapa dia sebenarnya ?".


Saat mereka sampai di taman macan, mereka melihat jasad sang penguntit dengan berlumuran darah di bagian kepalanya.


James :"Bukankah itu orangnya ?".


Ken melihat ada sebuah goresan pada wajah penguntit itu.


Erik :"Apa dia sudah meninggal ?".


Ken :"Ya".


Ken melihat darah di patung macan itu


Ken :"Luka di pipinya apa gara-gara ujung batu yang di patung itu ?".


Erik :"Sepertinya dia pria yang sangat kurus".


Ken :"Cat ?".


Polisi pun datang untuk olah Tempat Kejadian Perkara, dan membawa jasad sang penguntit itu


James :"Pria itu adalah penguntit, targetnya adalah nona Emily yang setiap pagi selalu jogging di sini. Dia kemarin juga ke sini, dia terlihat mabuk berat". Jelasnya pada polisi


Ken :"Dia juga memanjat ke atas sana". Menunjuk ke arah patung


Polisi :"Dia mabuk dan memanjat ke patung itu ?".


Ken :"Iya, bahkan ia sudah terjatuh, tapi selamat karena ada tumpukan matras pesenam".


Polisi :"Tubuhnya di bawah reaksi minuman keras".


Thomas :"Pak ini petugas yang menjaga taman ini tadi malam".


Direktur :"Terima kasih atas kerja keras mu. Jam berapa kau patroli di sekitar taman macan ini ?".


Penjaga :"Saya mulai berjaga pada jam 3 pagi ini, dan aku memeriksa patung ini sekitar jam 3.50".


Direktur :"Apa ada mayat di sini ?".

__ADS_1


Petugad :"Saya tidak melihatnya. Saya juga tidak menemukan ada jejak yang mencurigakan".


James :"Sepertinya ini kecelakan. Darah pada patung ini tak berada jauh dari jasad ini. Dengan kata lain, dia memanjat ke atas patung saat dalam keadaan mabuk lalu jatuh dan kepalanya tepat mengenai bagian bawah patung ini, begitulah kejadiannya". Ucapnya asal-asalan


Direktur :"Kelihatannya begitu".


James :"Dan waktu kematian orang itu antara 4.30-5.10 pagi penyebab kematiannya adalah kebocoran kepala belakang karena terjatuh dari ketinggian".


Direktur :"Kapan kalian ada di sini ?"


Erik :"Seingat ku sekitar jam 5.30"


Direktur :"Begini, James bisakah kau membawa nona Emily pulang ? Dia terlihat syok".


James :"Baiklah".


Direktur :"Kematian ini adalah kecelakaan, sekarang tinggal mencari tahu identitas orang ini, dan soal itu aku punya ide".


Erik :"Apa itu ?".


Ken :"Pria itu seorang pelukis yah ? soalnya ada bekas cat di tangannya".


Erik :"Mungkin begitu apa mungkin dia belepotan cat di mana pun dia berada ?".


Ken :"Tapi ada bekas cat yang mengering di kedua telapak tangannya, aku berpikir dia bekerja dengan banyak cat saat masih hidup".


Direktur :"Apa yang di katakan Ken benar. Baiklah seperti itulah kejadiaanya".


James :"Tentu saja. Ayo nona Emily aku akan mengantarmu pulang".


Emily :"Iya".


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih buat kalian yang sudah meninggalkan jejak berupa like dan komen, di kolom komentar. 🤗


Buat yang lainnya, jika mampir jgn lupa meninggalkan jejak jg yah, beruoa Like 👍 dan Komen 📝, biar Authornya semakin semangat membuat novel ini.

__ADS_1


Makasih 🤗💕


__ADS_2