Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 29


__ADS_3

James pun pergi bersiap siap ntah akan pergi kemana.


James :"Erik. Bisa kau periksa lokasi yang terakhir ?".


Erik :"Aku juga mau ikut".


James :"Tidak. Kau harus tetap di sini".


Erik :"Tidak mau. Aku mau ikut".


James :"Ku bilang kau di sini saja. Ini sangat berbahaya".


Erik :"Aku tidak mau di sini sendirian".


James :"Erik, tolonglah. Kalau ada sesuatu aku akan menelpon mu. Kau harus mendukung kami. Bila kami kembali, aku akan mnceritakan semuanya. Tetantang apa yang ingin kau ketahui. Oke ?". James pun beranjak pergi


Saat Jason dan Ken sudah pergi. Agatha pun sampai di hotel dan melihat bahwa Jason tidak ada di kamarnya. Agatha memerintahkan semua orang suruhannya untuk mencari Jason dengan segera. Agatha terlihat sangat murka dengan apa yang telah terjadi


James telah sampai di hotel tempat yang telah di tunjukkan alat pelacak yang di simpan oleh Erik tanpa ia ketahui kalau bukan Ken yang membawa USB itu melainkan Agatha.


Saat ia telah sampai di basement. Dia memarkirkan mobilnya di basement, lalu ia keluar dari mobil. Saat ia berjalan ia berpapasan dengan Agatha dan orang orangnya.


James :"Agatha. Kau benar benar masih hidup ? Bagaimana kau....".


Agatha :"Sudah cukup lama ya senior. Bagaimana kabar mu ?


James :"Di mana dia ?".


Agatha :"Itulah juga yang ingin aku tanyakan. Oh sepertinya kau akan sangat membantu kami untuk menemukannya. Tangkap dia".


Orang orang Agatha pun menangkap James yang tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.


Agatha memantau Laura dan James melalui CCTV dari ruang kendali. Lalu Alex pun datang.


Agatah :"Apa ?".


Alex :"Seandainya anda menjadi kepala organisasi nanti saya rasa Jason akan menjadi pengecualian dalam kematian. Karena dia sudah melarikan diri".


Agatha :"Kau jangan seenaknya berbicara". Melihat Alex dengan tatapan yang mematikan


Alex hanya tunduk ketakutan dan ketika Agatha pergi terlihat dengan sangat jelas banyak kebencian di mata Alex.


Di rumah James terlihat Erik tengah memainkan laptopnya. Lalu ia menelpon James, tapi tidak tembus

__ADS_1


Erik :"Kenapa mereka tidak bisa di telepon ?".


Erik terus mengotak atik laptopnya dan mengubah posisi duduknya berkali kali. Lalu ia menelpon James dan Ken lagi tapi tetap tak satu dari mereka yang menjawab telepon Erik


Di tempat lain terlihat james tengah terikat. Tengannya terikat keatas dan tergantung, wajahnya penuh dengan darah.


Agatha :"Kau sudah bangun rupanya. Kau sudah tidak seperti dulu".


James :"Kau juga sudah tidak seperti diri mu yang dulu lagi. Kau tidak sopan terhadap senior mu".


Agatha :"Benar kah ? Tadinya aku tidak mau terlalu keras pada mu mengingat hubungan kita dulu"


James :"Apa yang kau inginkan ?".


Agatha :"Maafkan aku. Tapi aku tidak punya waktu untuk membahasnya dengan mu. Ken di mana ?".


James :"Kenapa kau lakukan ini ? Kau, Ken dan Jason kalian semua adalah teman"


Agatha :"Teman ? Teman kata mu ? Ken pernah menjadi teman ku ? Dia tidak peduli akan orang lain. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Saat Jason tertangkap kau dan dia menyuruh ku untuk lari sendirian tanpa menyelamatkan Jason".


James :"Ku rasa ada satu hal yang tidak berubah. Kau masih merasa berada di bawah Ken. Kau masih terobsesi dengan Jason kan ?".


Mendengar perkataan James, Agatha memukul wajah James dengan keras.


Agatha :"Sebaiknya kau jaga mulut mu. Kau akan segera tahu. Bagaimana cara ku menghancurkan Kenneth".


***


***


Alex masuk ke ruang kendali dan ia telah di tunggu oleh Agatha. Alex memberikan Agatha sebuah ponsel dan terlihat ada sms dari seseorang yang merupakan tempat Ken meminta tolong untuk membuat kartu identitas palsu dan paspor palsu untuknya. Dan orang itu juga mengirimkan lokasi Ken.


Agatha :"Wah. Senior terima kasih. Ini sangat membantu. Bawa Ken dan Jason pada ku".


Alex :"Siap"


Sedangkan Erik masih terus mencoba menelpon Ken dan juga James. Tapi masih belum ada juga yang menjawab telepon nya


Erik :"Kenapa mereka ini ? Mereka sedang apa ? Kenapa tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat teleponnya".


Daniel pun datang bersama orang orangnya untuk menggeledah rumah James.


Erik :"Kalian siapa ? Apa yang kalian lakukan ? Ku bilang kalian siapa ? Apa yang kau lakukan ?"

__ADS_1


Daniel :"Mana daftar helper itu ?".


Erik :"Kau. Apa yang kau lakukan ?"


Daniel :"Erik. Sebanyak ini sisa waktu yang kita miliki". Memperlihatkan botol anggur yang isinya tinggal sedikit lagi


Erik :"Apa yang kau bicarakan ?".


Daniel :"Artinya semua orang akan mati, kalau kau tidak menemukan daftar itu. Katakan pada ku di mana daftar itu ?".


Erik :"Daftar itu ? Aku tidak peduli dengan daftar itu. Yang mau aku tau apa yang terjadi dengan kakak ku" .


Daniel :"Jennifer ? Aku tidak punta waktu untuk menjelaskan sesuatu yang sangat sepele".


Erik :"Kau pria sialan". Mencoba menghajar Daniel tapi ia di halangi orang orang Daniel


Daniel :"Dan lagi kau harusnya lebih mengkhawatirkan Kenneth dan juga James sekarang ini"


Erik :"Apa yang telah kau lakukan pada mereka ?".


Daniel :"Seharusnya kau lebih tahu dari pada aku. Apa yang kau lakukan pada USB itu ?".


Erik hanya melihat ke arah komputer yang berada di atas meja kerja Ken dan James.


.


.


.


.


.


.


Haaaaaaaiiii..


Jangan lupa tinggalkan jejak yah berupa Like dan Komen.


Oiya jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku yah.


Judulnya "Pacar Vampir Ku".

__ADS_1


Jangan lupa menekan tombol favorit yah.


Makasih 💕


__ADS_2