Detektif Vampir

Detektif Vampir
Episode 13


__ADS_3

Ken mencoba berpikir bagaimana cara Paul melakukannya. Ken kembali ke TKP untuk melihat tempat jasad korban di temukan. Ken melihat ada bekas tali di bagian patung itu.


Erik :"Kenapa kau berjalan begitu cepat, apa kau menemukan sesuatu ?".


Tiba-tiba Thomas dan direktur datang menghampiri mereka.


Thomas :"Apa yang kau lakukan di sini ? ".


Ken :"Aku ke sini karena penasaran akan kasus ini. Thomas bisa kah kau memberitahukan saya Alibi Paul ?".


Thomas :"Dia berada di rumah sakit, ia menjaga istrinya yang sedang koma dan kejadian itu terjadi sekitar pukul 3.30-4.30, dan jarak dari rumah sakit dan taman ini memakan waktu 30 menit".


Ken :"Tapi dia bisa datang ke sini jam 5.00 kan ?"


Thomas :"Meskipun begitu jika dia datang jam 5.00 tidak ada yang bisa dia perbuat".


Ken :"Salah, dia menyembunyikan Stephen di dalam ruang kebersihan sebelumnya dan saat jam 5 barulah ia menghabisi Stephen".


Direktur :"Apa ini ? Omong kosong. Begini luka di pipi mayat tidak bisa di jelaskan".


Ken :"Saat Stephen berada dalam ruang kebersihan dia dalam keadaan pingsan, belum mati dan saat Paul ingin membunuhnya ia tak sengaja menendang kaleng cat di ruang kebersihan, karena sangat berantakan dan banyak cat yang tumpah di lantai ia memikirkan cara yang lain. Ia mengangkat Stephen yang masih dalam keadaan pingsan. Badan Stephen sangatlah ringan karena ia sangat kurus sehingga Paul bisa mengangkatnya dengan enteng. Karena Paul tak ingin membuat keributan dengan menggunakan tangga untuk naik ke atas patung sambil mengangkat Stephen, ia menggunakan tali dan saat ia menarik tali yang sedang menopang tubuh ringan Stephen. Wajah Stephen tak sengaja terkena ujung tembok patung. Saat posisi Stephen sudah terlalu tinggi, Paul pun melepas tali itu hingga akhirnya Stephen jatuh dan kepala belakangnya terkena batu bagian bawah patung. Jika kalian periksa kembali akan ada bekas tali di kedua kaki Stephen dan di patung itu.


Setelah mendengar perkataan Ken, Direktur dan Thomas segera menyelidikinya dan mereka mencoba menginterogasi Paul kembali hingga akhirnya Paul mengaku, jika ia membunuh Stephen karena Stephen memiliki banyak utang padanya tapi Stephen enggan untuk membayarnya dan Stephen jugalah menyebab istri Paul berada di rumah sakit. Ketika istri Paul datang untuk menagih utang, Stephen tak ingin membayarnya lalu ia menghantap kepala istri Paul ke tembok berkali-kali karena perlakuan itu, istri Paul masih koma hingga sekarang, Paul pun di tahan. Direktur dan Thomas berterima kasih karena Ken sudah membantu dalam menyelesaikan kasus ini.


***


Saat Ken sedang berada di luar rumah, ia menerima sebuah telepon dari nomor yang tak ia kenali


📱 :" Kakak..... ? Kenapa ? Kau tak suka bila aku memanggil mu dengan seperti itu ? Tidak mau ? Iya sih kau terlalu muda untuk di panggil kakak".


Ken :"Kau siapa?"

__ADS_1


📱:"Jika kau sudah banyak memecahkan masalah, kalau kau seorang detektif yang baik, kau harus mencari tahu sendiri siapa aku".


Ken :"Diam-diam memerhatikan seseorang ternyata adalah hobi mu".


📱 :"Kurasa kau masih bisa merasakan saat mantan pacar mu menembak tepat di dada mu. Hati ku sangatlah baik. Apa kau terkejut mendengar tentang mantan pacar mu. Aku tahu, mungkin kah kau masih ada rasa padanya? Sangat menyedihkan, tapi kau harus menahan rasa keingin tahuan mu itu".


Ken :"Apa yang sedang kau bicaran". Wajah Ken terlihat syok


📱 :"Datang dan cari tahu sendiri aku akan memberi mu waktu satu jam. Kalau kau terlambat, kau harus menanggung resikonya sendiri".


Matahari pun terbenam tapi Ken belum sampai juga di tempat yang sudah di beritahukan orang itu. Ketika Ken sampai, ia mencari ke semua ruangan pada bangunan itu tapi saat ia membuka satu ruangan yang ia dapatkan hanyalah sebuah kotak yang berisi foto-foto Agatha dan fotonya di masa lalu. Ken penasaran mengapa orang yang menelponnya itu bisa mengetahui tentang dirinya dan Agatha, dan mengapa ia bisa memiliki foto-foto Ken dan Agatha.


Di saat Erik sedang menunggu di basement ia merasa jika ada seseorang yang sedang mengawasinya. Orang itu pun memegang pundak Erik.


👨 :"Cukup, kalau kau bergerak satu inci. Sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada mu".


Erik :"Siapa kau ?".


👨 :"Jangan terlalu kasar, aku sudah terganggu oleh sikap mu dari saat aku pertaman kali mengawasi mu, bahkan aku sempat berpikir untuk membunuh mu". sambil memegang leher Erik dari belakang


👨 :"Jen, kau terlihat seperti Jen".


Erik :"Bagaimana kau bisa mengetahui kakak ku ?".


👨 :"Tentu saja aku mengenal dia, kami memiliki hubungan yang khusus".


Erik :"Apa yang terjadi padanya ?".


👨 :"Sayang sekali aku sudah harus pergi. Daaaah, Pria bodoh".


Erik :"Tunggu-tunggu". Sambil berbalik tapi orang itu sudah tak ada

__ADS_1


Erik mencari orang itu dengan kebingungan kenapa orang itu cepat sekali menghilangnya. Erik merasa sedih mendengar tentang kakaknya, sambil bersandar di mobil Erik melihat foto Jen dan ia menunggu James dan Ken.


James :"Astaga... Aku lega kau tidak terluka. Menurut mu siapa dia ?" tanyanya yang dari tadi kehilangan Ken


Erik :"Ayo pergi, aku ingin menangkap orang itu".


James :"Aku mengerti kau merasa sangat lelah karena kau belum istirahat tapi kau sudah harus membantu kami lagi. Tapi...".


Erik :"Dia bilang kalau mengenal Jen. Aku akan menemukannya walau pun sendirian". Masuk ke dalam mobil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai pembaca setia ku. Maaf yah hari ini cuma Up 1 episod saja. Soalnya author lagi sakit.😥


Untuk yang sudah membaca Novel ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, berupa Like dan Komen.

__ADS_1


Jangan lupa juga, menekan tombol Favorit 💕


Makasih❤️


__ADS_2