
Ken, Erik dan James mulai memgikuti Jen dengan berjalan kaki. Sangat banyak orang di jalanan sehingga tindakan mereka tidak terlalu nampak. Mereka terus mengikutinya hingga Jen masuk ke dalam sebuah Club.
James :"Tunggu di sini aku akan menelpon mu jika aku butuh bantuan".
Erik :"Tunggu... Aku juga ingin pergi".
Ken :"Jika kakak mu melihat mu, masalah bisa lebih buruk. Jadi tetaplah di sini".
Erik :"Kau harusnya memberitahu ku sebelumnya".
Mereka berjalan meninggalkan Erik sendirian di luar club.
James :"Hei... Apa rambut saya tidak berantakan ?".
Ken :"Iya, rambut mu tidak berantakan. Kau masih saja memikirkan rambut mu di saat genting".
Ken dan james masuk ke dalam club dan mencoba mencari Jen. Mereka berpencar mencarinya, di tengah hiruk piruknya sebuah club Ken melihat Jen di antara tamu yang datang. Ia sedang berjalan dan menuju arah dapur. Ken mengikutinya secara diam-diam. Ken melihat kalau Jen masuk ke dalam dapur, tetapi saat Ken masuk ke dalam dapur ia tak melihat ada satu orang pun di dalam dapur.
Ken mendengar suara berisik dari arah bagian belakang dapur. Ken mencoba memeriksa dan yang ia dapat adalah seorang pekerja yang sedang membersihkan lantai yang penuh dengan darah.
Ken :"Oh tidak... Ini tidak benar. Saya minta maaf. Saya pikir ini adalah Toilet. Di mana letak toiletnya?" Tanya Ken kepada pekerja itu.
Tetapi ketika Ken berbalik hendak pergi bos dari para pekerja itu muncul tepat di belakang Ken.
Charles :"Apa ini ? Kau pikir dapur kami adalah tempat untuk orang-orang bodoh? Apa kamu pikir kamu memiliki hak untuk berbicara omong kosong?"
Ken :"Ya baik saya minta maaf".
__ADS_1
Charles :"Yah, saya tidak berpikir ini dapat di selesaikan dengan permintaan maaf". Memberi kode pada para pekerjanya untuk mengepung Ken.
Mereka semua pun mengepung Ken. Dari arah belakang Charles ada sebuah suara siulan dan ketika Charles membalikkan badan ternyata James lah yang berada di belakangnya. Sambil mengarahkan tembak listrik yang ia pegang tepat di kepala Charles.
James langsung melemparkan satu tembak listrik untuk Ken. Ken dengan sigap menangkapnya. James mencoba mengancam Charles menggunakan tembaknya, hingga Charles berjalan kebelakang menuju ke para pekerjanya sambil terus berbicara. Ken tanpa basa basi langsung menembakkan tembaknya ke arah Charles, hingga Charles jatuh terkulai lalu pingsan di karenakan sengatan dari tembak listrik Ken.
Ken :"Ini benar-benar kuat"
James :"Hei... Kenapa kau tidak memberikan dia kesempatan untuk menyelesaikan perkataannya dahulu?".
Ken :"Dia sangat berisik"
Ken :"Sebelumnya seorang wanita menggunakan jaket hoodie datang ke sini bukan ? Di mana dia ?". Bertanya pada para pekerja.
Pekerja 1 :"Aku... Aku.... Aku...".
Pekerja itu langsung pingsan saat di tembak oleh James.
James :"Dia terbata-bata"
James :"Saya akan bertanya untuk yang terakhir kalinya ada seorang wanita menggunakan jaket hoodie..."
Belum juga James menyelesaikan perkataanya, suara pintu terbuka dari arah belakang, dan yang keluar dari sebuah ruangan itu adalah Jen. Dengan sigap Ken dan James mengarahkan tembak listrik mereka pada Jen. Jen kaget melihat apa yang di lakukan Ken dan James. Jen berdiri mematung sambil berpikir, dan dengan cepat Jen mematikan lampu dapur.
Karena tak bisa melihat dengan baik Ken dan James menembak semua pekerja secara bergantian dengan jeda waktu yang begitu lama sehingga ada sedikit cahaya yang keluar dari tembakan itu yang dapat membuat Ken melihat sekeliling dengan cepat. Setelah semua pekerja di tembak, Ken dan James dengan berhati-hati mereka berjalan dan mencari Jen. Lalu ia melihat Jen berlari keluar kearah pintu keluar. Mereka pun mengejar Jen, tapi banyak pengawal yang mencoba untuk menghalangi Ken dan James. Satu persatu pengawal tersebut tumbang. Ken dan James kembali mengejar Jen tetapi dari keramaian club membuat Ken dan James kesulitan mencari Jen.
Mereka terus mencari dan James melihat Jen berlari untuk keluar dari pintuk belakang club. Ken dan James terus mengejar Jen. Di luar mereka tampak kehilangan jejak Jen tetapi Erik yang sedari tadi berada di luar melihat Jen berlari ke arah kanan. Dan Erik memberitahu Ken dan James arah Jen berlari. Ken terlihat kelelahan saat berlari di karenakan luka pada dadanya yang masih belum sembuh total. Tapi Erik terus berlari untuk mengejar Ken agar tak kehilangan jejak.
__ADS_1
James :"Ken kau baik-baik saja ? Aku telah mengatakan untuk meminum obat mu. Hei... Jangan bergerak dan tunggulah di sini".
James kembali berlari mengejar Jen dan meninggalkan Ken yang tengah kesakitan. Ken mengambil obatnya dari dalam saku jaketnya. Ken langsung meminum obatnya.
Di tempat lain James kehilangan jejak Erik dan Jen. Dan ia sedang berada di dalam sebuah gang yang sunyi dan gelap.
James :"Ke mana dia pergi ? Di mana dia bersembunyi ? Atau dia terbang kelangit ?".
Dari atas James melihat Jen melompat turun ke bawah. James menaruh kedua tangannya tepat di depan wajahnya seakan menghalangi bila wajahnya akan di pukul dari atas.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan menekan tombol Favorit โค๏ธ
__ADS_1
Dan jangan lupa Like ๐dan Komen ๐.
Saran dan Kritik dari kalian sangat berharga untuk membantu berkembangnya Novel ini.