
Aku masih ingat betul, sebulan lalu dia menimbang-nimbang tubuhku, menanyakan spesifikasi yag ada di dalam epalaku Dasar seorang penual, yang ditanya menjawab degan fasih. Dengan handphone model HP #2 MSDP ni, Anda sudah merigkas kesibukan Anda dengan laptop murahan, apalagi dengan personal computer yang membutuhkan au instalasi sau kamar penuh untuk dihidupkan. Tidak perlu menggunakan flash disc karena di kabel-kabelnya akan berfugsi sebagai flash disc bila dihubungkan dengan peralatan digital yang mana pun, penjual juga mengisahkan tenang daya awetku. Dikatakan, bahwa tubuhku pernah dilindaskan di bawah truk dengan berat satu setengah ton. Sehingga hantaman sekeras taju pesawat tidak akan remuk. Tubuhku berfungsi mirip kotak hitam yang terpasang di bawah jok para pilot. Tubuhmu mirip prasasti teknologi yang akan bisa dilacak oleh para pencari situs-situs teknologi pada masa ini.
Menurutku, tubuhku juga akan dityemukan poleh para arkeolog teknologi ratusan tahun ke depan, kemudian menghubungkan antara mesin penghitung yang mirip kalkulator dengan otak manusia yang sudah bisa diwujudkan dalam bentuk sekecil jari kelingking. Tubuhku akan menyimpan semuanya, Memori yang ada di dalam kepalaku jangan ditanya. Juga prosesor yang menjadi tenaga untuk mengerjakan segala sesuatu, semua serba cepat, Bukan dalam hitungan deik, tetapi sepersekian detik, Aku juga tifak suka sesuatu yang memakan waktu, Aku benci waktu. Lebih gampagnya, penjual kemudian menyodorkan rincian tubuhku:
Nama Handphone: HP#2 MSDP
Prosesor: Inter Gamma PX 1000x 200 GH
Memori Internal 200 HB, Flash ROM
Peranti lunak: SO Winwin Mpbil 9.7 dengan MSFP Micromobile Outlooke Mobile
Konektivitas: Superfrekuensi, superblootooth, infrared beta, sudah termasuk GSM/GPRS/EDGE/RSE/DGE/4G/3G
Fasilitas lain: Kamera 200 Giga Pixel
Latar VGE-F, 5 Inch TFTX LSC, 300 G.
Ukuran fisik Berat 140 gram berikut baterai besar 58x 122x 18.5 mm
__ADS_1
Video DFS FRE 500 Fx
Radio Tripple band
Dengan bahasa teknis, dia memberikan penjelasna tengang shortcut yang mudah ditemukan dalam serat optik yang ada di layar monitor. Mulai dari pembukaan file, internte, search engine, pencarian provider, sampai berselancar mencari informasi-informasi yang baru ditemukan agen CIA semenit yang lalu. Semua bisa di tangan Anda, karena Anda memiliki tombol singkat sekaligus memiliki tombol lengkap Untuk tombol lengkap ini berfungsi intukmengirimkan gagasan, data, serta peristiwa dalam bentuk digital ke seluruh dunia. Hidup ini harus bisa dilipat di dalam handphone mungil yang menyenangkan. Semua ada di ujung jari Anda, katanya berulang-ulang.
Lelaki calon perawat tubuhku itu tampak mengernyitkan kening. Kemudian bertanya kepada kekasihnya, kekasih baru mungkin, apakah barang seperti aku layak dibeli
“Sayang, aku rasa handphone ini tidak mahal bila melihat fasilitas yang disodorkan,” kekasih yang rambutnya disemir itu tak letih merayu agar segera membeli. Dia sebetulnya sudah letih berputar-putar di Glodok.
“Iya sih Aku bisa mewujudkan gagasanku dengan cepat dalam bentuk tulisan.”
“Daripada kesana-kemari bawa laptop. Udah makan tempat, terbentur sedikit rusak, belum nanti kalau ada apa-apa, tambah duit lagi.”
“Laptop memang bukan bikin kita lebih nyaman, tetapi bikin sengsara.”
“Makanya, beli saja, Sayang.”
“Kalau …”
__ADS_1
“Kalau apa lagi? Kalau rusak, ya balikin saja.”
Percakapan itu kemudian disambung oleh penjual. Dengan gaya yang amat menyakinkan, penjual itu berani mengembalikan uang jika barang itu ternyata jelek dan tidak memuaskan.
Begitulah, setelah melalui proses yang berbelit-belit, akhirnya aku dibayar. Aku masih ingat, yang pertama dicek adalah warna kulitku. Lelaki itu suka warna silver sedangkan kekasih yang memiliki ukuran BH 36 itu mengyukai warna merah jambu. Akhirnya dengan berat hati lelaki itu menggunakan warna pilihan kekasihnya.
Uang itu memang baru saja dikeluarkan dari bank sehingga tampak seperti dari pabrik pemotongan kertas. Setelah diteliti, akhirnya aku ditaruh di dalam kotak seger setelah dilakukan setting up, dan updating program-program terbaru. Sempat pula kekasih yang memakjai tanktop dan ketiaknya mulai berkeringat itu meminta agar file Asia Carera dimasukkan ke dalam hard disc. Penjual kemudian tersenyum sebelum memasukkan pula film yang diambil dari hidden kamera yang berasla dari kamar mandi, kamar ganti, kamar spa, ruang internet, ruang lobby hotel, sampai kamar hotel kelas melati sampai bintang lima. Semua diunduh dan hanya membutuhkan waktu seperempat menit. Untuk ukuran komputer tradisional, bisa memakan waktu sehari penuh. Tapi ituilah diriku.
Yang terakhir dicek adalah kardusnya, dan aku rela dimasukkan kardus ketika dibawa pulang, kendati itu tidak lama. DI rumahnya, tubuhku dibuka dari bungkusan kardus dan langsung dihidupkan.
Sejak itu, aku dibawa kemana pun aku pergi. Lelaki itu tidak lupa dnegan kekasihnya, tetapi dia hanya menyapa melalui sms yang diketik dengan sangat-sangat cvepat dari tombol qwerty. Bahwa mengutak-atik tubuhku ternyata baginya lebih nikmat daripada bersenggama dengan kekasih yang baru tiga minggu lalu digaetnya di kampus Depok. Maka, aku ditenteng kesana-kemari: meja seminar, kelas kuliah, percakapan di lobi hotel, ramah tamah di ruang pertemuan, di taman bunga, ke pertemuan-pertemuan rahasia dengan para pejabat yang korup, bahkan sampai toilet dan WC. Apa boleh buat, bentakku yang haya segenggam telapak tangan membuat lebih fleksibel. Bisa dimasukkan kantong, dikeluarkan dengan cepat bila ada panggilan, dan diutak-atik di depan banyak orang.
Aku kini tahu, kenapa lelaki itu suka menenteng di depan banyak orang. Menurutku, antropologi masyarakat modern ditentukan oleh barang yang dimiliki. Lebih nyata lagi adalah jenis handphone. Dengan menunjukkan jenis handphone yang dipakai dan kapasitas memory yang tersedia maka praktis sudah menunjukkan status, kelas, tingkat intelektual, bargaining position and power, ras, suku bangsa, bahkan menentukan jenis enyuman yang harus dikeluarkan dari sisi bibirnya. Tak syak lagi, semua kegiatan kurekam dengan sehenap detil peristwia, ruang, dan waktunya.
Betapa indah ditenteng kesana-kemari, seperti saat ini. Begitu usai mengetik email untuk kekasihnay di taman, lelaki itu kemuian memasukkan tubuhku di celana jeans warna biru kusam. Sebetulnya aku tidak begitu nyaman di sakunya. Selain sempit, apak, juga kain jeans yang menurutku terlalu tebal dan keras dan itu jelas membuat tubuhku seperti dibungkus karung, diikat dengan tali karet, dan ubuhku akan bergerak tergosok-gosok sehingga cukup membuka luka-luka di sekujur tubuhku. Soalnya, luka itu idak pernah didasari oleh sang pemilik. Langkah kakinya yang nyaman, melenggang melintasi jalan, ayunan sepatunya yang selalu tak pernah berbunyi yang nyaman, melenggang melintasi jalan, ayunan sepatunya yuang selalu tak pernah berbunyi seperti berjalan di atas fatamorgana, jelas membuat celana jeans itu bergerak lentur dan bergosok-gosok.
Aku tak betah lagi di sana. Kendati begitu, aku selalu merasa bersyukur. Bukan apa-apa, dia tidak aakn meninggalkan aku lama-lama di sakunya. Dia akan meneliti layar tubuhku: adakah sms, email, message, panggilan, panggilan, missed call, e-phone, dan e-commerce masuk ke wilayah layar? Adakah seseorang membutuhkannya? Adakah diriku ini memanggil untuk kepentingannya? Hahahaha, tiba-tiba merasa sangat penting dengan hadirnya diriku. Begitu pentingnya, seakan-akan tidak ada urusan yang lebih penting daripada terus menguntit layar monitorku.
Usai melintas jalan, dia langsung merogoh sakunya, melihatku yang jatuh di layar. Dia sesungguhnya tahu kalau tubuhku tidak bergetar, maka tidak ada sesuatu yang masuk kedalaman layarku. Dia sangat hapal. Apalagi setiap saat dia selalu mengutak-atik setting up tubuhku. Mengatur bunyi panggilan dari kekasihnya. Aku masih ingat betul, panggilan dari kekasihnya di-setting lagu Jewel, “Foolish Game”. Aku tidak tahu kenapa dia suka lagu itu Ketika kekasihnya menelepon, maka refrein segera kumainkan, dan degup jantungnya akan kencang. Dia akan mengangkat panggilan itu dengan sangat hati-hati sebelum ucapan “halo” yang terdengar amat merdu di telinga kekasihnya.
__ADS_1
.