Digi The Killer

Digi The Killer
Melempar Ponsel


__ADS_3

“Kalau aku tolol, kenapa aku sanggup melakukan in semua padamu?”


“Karena kau tolol sehingga hanya bisa melakukan ini. Kemampuanmiu hanya merusak. Kenapa, kau iri?”


“Aku tidak iri kepadamu, Sombong. Aku hanya ingin mengajak kenalan denganmu.”


“Karena aku handphone generasi baru yang menawarkan fitur-fitur lengkap, begitu,” handphone seperti tersenyum mengejek.


“Kamu masih saja sombong,” waktu membenntak dengan keras.


“Aku tidak sombong, hanya mengajak kamu berpikir realistis.”


“Akulah sang waktu yang lebih berpikir realistis. Kau telah mengganggu setiap aktivitas Ergo, sehingga dia lupa daratan.”


Sementara itu HP \#2 MSDP masih memperbaiki serat-serat optik yang baru saja diganggu. “Sialan kau. Dia tidak lupa daratan. Dia hanya menjadikan aku sebagai teman barunya. Kau jangan iri.”


“Aku sama sekali tidak iri dengan kehadiranmu,” suara sang waktu masih menderu-deru. Dia telah berhasil mengacaukan sistem alfabetnya. “Kamu tahu, bagaimana nasibmu setahun lagi?”


“Nasibku kan tetap yang terbaik, begitu kan maksudmu?”

__ADS_1


“Sebaliknya. Kamu akan ditinggalkan siapa pun,” sang waktu terus nerocos seperti ban bocor. “Tahukah kau Lassi Etelatalo atlet Finlandia yang sekarang ini menjadi buah bibir seantero dunia. Dia berhasil melempar ponsel Nokia sejauh 89,00 meter, Sabtu (26/8/06). Dia membuang ponselnya dengan penuh gaya. Berkat kemampuan mengejek benda-benda seperti kamu, dia bisa mengalahkan lawan-lawannya.”


“Aku sudah tahu Itu berita basi. Tetapi, kamu jga harus tahu, olahraga itu tidak masuk pada olimpiade tahun depan maupun tahun depannya lagi.”


Pada suatu ketika, olahraga melecehkan ponsel itu akan masuk. Mungkin ponselmu akan dilempar lebih dari 100 meter namun karena orang-orang sudah membencimu.”


“Kamu bermimpi. Lempar ponsel itu sudah diajakan sejak tahun 1999. Ini sudah memasuki tahun ke-7. Pesertanya makin lama makin banyal Lomba yang digelar di kota Savolina, Finlandia, mulanya hanya untuk dalam negeri, tetapi kini sudah merambah ke Kanda. Russia, dan Belgia, Diperkirakan tahun depan semua negara di Benua Eropa dapat mengikuti lomba yang mengejek ponsel ini. Bahkan mereka akan melempar ponsel-ponsel generasi baru. Alangkah syahdunya!”


“Kamu seperti pendongeng yang tidak mendapatkan pendengar. Kasihan kau, Waktu!”


“Justru aku mengasihani kamu. Karena kamu sebentar lagi akan menjadi objek lempar, seperti halnya olahraga lempar lembing. Atau paling tidak, bagian dari cabang atletik. Alangkah indahnya sebuah cabang yang dipertontonkan di depan khalayak dunia: melempar ponsel! Hahahaha…”


“Panitia tidak melecehkan teknologi, tetapi melecehkan ponsel sepeertimu, hahaha…”


“Sama saja.”


“Bagi masyarakat Finlandia, ponsel telah menjadi barang mainan yang menyenangkan. Ponsel hanya benda-benda rongsokan yang bermanfaat untuk mengisi diriku yang selalu kosong. Jadi mereka menomorsatukan diriku, setelah itu ponsel.


“Kamu semakin ngelantur, Waktu. Lebih baik aku shutdown. Kamu memuakkan.”

__ADS_1


“Boleh saja, kamu mati. Tetapi, pesanku untuk kau renungkan dalam tidur panjangmu, bahwa akulah yang paling berkuasa dalam perjalanan manusia. Sekarang ini kamu isa merebut perhatian dari Ergo, tetapi itu hanya sementara.”


“Hahaha, kamu mengigau,” kemudian handphone menabrak waktu dengan abjad-abjadnya, merobek-robek lembarannya, tapi aku diam saja.


“Sebab apa? Kata ‘sementara’ itu sendiri masuk ke dalam arus waktu. Kata itu mengacu pad adimensi waktu yang lain; tidak selamannya. Tidak esok pagi. Tida hari nanti, dan seterusnya. Karena semua itu bukanlah milikmu. Aku akan menghubah seluruh masa-masa manisdmu degan manusia smenjadi sebuah masa penuh duka. Dirimu kini yang disembah-sembah oleh Ergo pada saatnya nanti akan dilupakan begitu saja. Itu hanya masalah di dalam diriku, masalah di dalam aku. Kau tunggu saja…”


Bagiku, waktu hanya bercerita tentang omong kosong. Aku akan betul-betul menghabisimu, Waktu.


***


15


Waktu pun Membusuk


Mulai sekarang lihatlah, Waktu, aku begitu indah di mata Ergo. Tidak ada yang membuatnya berpaling dari diriku. Dia kembali memencet-mencet tubuhku dengan bergairah yang sangat. Oh, tampaknya doa sedang surving ke dunia yang paling nyata. Dunia serat optik oleh manusia dikatakan sebagai dunia maya. Mulai sekarang, aku ingin mengganti dunia maya itu menjadi dunia nyata, karena dua istilah itu tidak ada bedanya.


Manusia tidak pernah tahu, bahwa dunia ini oleh kaum Vendata India disebut dengan Mayapada, artinya dunia maya. Dunia ini hanya banyak-bayang, bukan sesuatu yang sesungguhnya, Sebab, sesungguhnya berada di balik dunia yang bisa diraba ini. Maka, pesan Vedanta dari India itu bisa diteruskan, bahwa apa yang sesungguhnya hadir hanyalah dunia nyata, Waktu akan bertanya, di manakah dunianyata? Aku akan menjawab dengan tegas, tentu saja di dalam serat optik, di dalam internet, di dalam simulasio-simulasi yang membangun dunia nirwatas, berenang-renang dalam samudera cerita yang tanpa akhir.


Inilah dunia nyata. Dia membuka mesengger karena diriku bergetar terus-menerus. Dia menilik nama siapakah yang muncul dari balik monitor, dan dia hanya tersenyum kecil. Nama itu perempuan, memang, tetapi bukan perempuan istimewa. Kalaupun perempuan istimewa, tentu dia akan menjawab seadanya. Aku ini sudah tahu, tidak ada itu perempuan yang istimewa.

__ADS_1


__ADS_2