Digi The Killer

Digi The Killer
Jasad di Heilopolis


__ADS_3

Heliopolis, Kairo Baru


Januari 2020


Seorang warga Kairo ditemukan meninggal di kawasan Madinatun Nasr, tepatnya di jalan besar Nasr, Kairo, Mesir. Tepatnya di depan kantor telekomunikasi, seberang kantor cabang Bank Audi. Di antara riuh redahnya jalanan, jasad lelaki yang memakai jinas itu ditutupi koran baru oleh pedagang koran di terminal bayangan terdekat. Orang yang lalu-lalang hanya melihat sekilas, dan tidak ada darah yang bercacaran di sekitar tubuhnya, tetapi kemudian berlalu melanjutkan perjalanannya.


Itu bukan urusannya. Lagi pula, mereka menyangka itu korban tabrak lari.


Petugas dari Kantor Polsek Sektor Nasr datang beberapa jam kemudian, tepatnya di siang hari yang sangat dingin. Suhunya sekitar 20 derajat Celicus. Polisi membawa jasad itu ke rumah sakit untuk diautopsi. Mereka tidak membawa mobil ambulans, tetapi mobil colt pengangkut barang. Di atasnya sudah ada satu jasad.


Ambulans yang menderu-deru membawa jasad itu ke rumah sakit. Beberapa jam kemudian, pihak rumah sakit menelepon polisi dan mengatakan bahwa lelaki itu belum mati. Matanya memang mendelik dan tidak bernapas, tetapi jantungnya masih terdetak. Di tangan kanannya masih memegang hape dalam kondisi nyala. Kata Dokter, memorinya sedang gerogoti monster digital sedikit demi sedikit.


“Sistem digital menyedot sunsum otaknya,” kata Dokter.


Tangan itu kaku membiru, kedinginan, karena tidak memggunakan sarung tangan. Dokter tersebut meminta agar dia dibawa ke Rumah Sakit Korban Kejahatan Digital milik Kementerian Pertahanan di Jl Ahmad Taysir.


Polisi menawar dengan mengatakan apakah tidak lebih baik dibawa ke Pekuburan Aljadid saja, tetapi Dokter itu sekali lagi berkata kalau orang tersebut belum mati. Menurutnya, ”Sebentar lagi memang mati, tetapi sekarang ini belum.”

__ADS_1


Polisi sebetulnya sudah tidak mau mengurusi jasad yang kesekian kalinya, atau istilah dokter calon jasad itu, tetapi apa boleh buat, dia harus menjalankan tugasnya.


Dijemputnya calon jasad itu kemudian dibawa ke rumah sakit di Kementerian Pertahanan. Hanya belok kiri dari jalan besar Nasr, di sana sudah sudah tersedia brangkar tak jauh dari tempat parkir mobil, Brangkar itu akan berjalan secara otomatis ketika tubuh seseorang ada di atasnya. Dengan sekali pencet, brangkar itu akan berjalan melewati lorong rumah sakit kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan Unit Gawat Korban Digital (UGKD).


Kemudian polisi meninggalkan caon jasad itu di sana. Hari ini polisi sektor Nasr sudah menemukan lima jasad tergeletak di pinggir jalan. Seminggu lalu, pihak kementerian pertahanan sudah mengumumkan bahwa kondisi keamanan Kairo sedang dalam kondisi Darurat Serangan Digital.


***


***


Seattle, Amerika


Di sebuah redaksi penerbit Warner Books, New York, Amerika Serikat. Pertengahan tahun. Sepotong malam. Seorang editor tengah mondar-mandir. Dalam kegalauannya, tangnnya selalu mengacung-acungklan ke udara. Dia baru saja menelepon seorang pengarang untuk segera menyelesaikan koreksi proof buku. Ini mendesak karena besok pagi sudah naik cetak.


Dalam jarak yang jauh. Di sebuah rumah yang mehah dan asri, Settale, ASmerika. Seorang lelaki baru saa meletakkan telepon genggamnya. William H Gates, III kembali memeriksa lay out buku yang besok pagi hendak diterbitkan. Judulnya yangtertera di cpover buku sudah tepat, Business @ The Speed of Thought Using a Digital Nervous System. Dia selalu menggangguk-\=angguk setiap melihat jduul itu. Judul yang sudah sangat tepat. Setiap melihat judul itu, di kepalanya selalu berdenging. Inilah era baru yang aku inginkan. Akhirnya aku bisa mengubah dunia dengan sepotong kata-kata, gumamnya setiap kali mengeja judul itu.


Memang sudah lama dia ingin mengabarkan kepada dunia, era baru telah dimulai. Sebuah era yang dikendalikan oleh sistem syarat yang bukanlagi sistem syaraf manusia, tetapi sistem syaraf digital, Dan manusia diartikan tidak hanya sebagai makhluk yangberpikir, tetapi makhluk digital.

__ADS_1


“Inilah kemenangan abad digital, jarena tak seorang pun manusia mampu menghentikannya,” ucap lelaki paroh baya yang biasa dipanggil Bill Gates itu sambil membolak-balik proof terakhir. Dibenarkan letak kaca matanya yang sebentar-sebentar melorot.


Dia selalu memastikan ada persembahan untuk Melinda, istri Bill Gates dan anaknya, Jennifer, sebelum meneruskan koreksi terakhir. Selain dunia virtual, Melinda dan Jennifer adalah segala-galanya. Mungkin segala-galanya bisa diciptkana dengan dunia virtual, tetapi semua itu tidak bis amenggantikan kehadiran Melinda dan Jennifer. Kehadiran yang tidak bisa diubah menjadi serat-serat opyik atau makna digital murni. Tetapi, lepas dari perasaan sentimental itu, alangkah indahnya bila manusai bis amengubah kehadiran enjadi serat optik. Dan makna sebagai bentuk sistem biner yang lengkap, dan kesenangan dapat diukur dalam satuan bandwith. ALangkah membahagiakan ketika kebahagiaan manusia bisa dikalkulasi dalam sistem mencari kesana-kemari tentang apa itu makna kebahagiaan.


Ya. Benar, kenapa tidak dibuat suatu pernagkat yang menyerupai manusia, pikirnya berulang-ulang. Sebuah perangkat yang bisa menggantikan semua peran manusia di dunia ini. Bill Gates, dalam malam-malam ketika dia terbangun dair tidur selalu membayangkan, perangkat inni bisa menggantikan kehadiran, makna, asal-usul, kepastian, dan segala bentuk pertanyaan filsafat tentang manusia.


Tiba-tiba terbayang di kepalanya tentang sebuah sistem syaraf digital yang mampu mengendalikan sistem syarat manusia. Dan manusia ayng bergerak kesana-kemari bisa disederhanakan dengan perhitungan-perhitungan matematika dan segala urusan mereka bisa dialirupakan menjadi perghitungah oposisi biner yang cukup akurat dan tepat. Dia membayangkan sebuah kehidupan baru akan dimulai. Sebuah kehidupan yang tidak memerlukan kalori untuk berpindah dari satu ruang menujuruang lain, dari satu waktu ke waktu yang lain, tetapi hanya sebuah sistem biner yang terus bergerak, melingkar, memecah, memadat, menyublim terus demikian, seperti atom-atom berputar pada setiap benda atau napas pad akehidupan manusia.


Ketika gambaran itu menjfi jrelas dan nyata, tiba-tiba dalam proof terakhir itu ada yang kurang. Tepatnya parag yang bercerita tentabg makhluk digital. Dia perlumenambahkan pentingnya gagasna makhluk digital di buku ini. Seba, baginya, makhluk digital adalah sejenis kekuasaan baru yang tidak hanya mengambil alih fungsi manusia, tetapi juga menguasainya. Dia kemudian menambahkan subab “Teknologi yang Berubah dan Tuntunan” dalam Bab Pendahaluan:


Inilah makhluk digital yang aku maksud



Untuk pertama kalinya, segala bentuk informasi –angka, teks, suara, video—dapat diubah ke dalam bentuk digital yang dapat disimpan, diproses, dan dikirimkan oleh komputer apa pun. Untuk pertama kalinya, peringkat kera baru yang dikombinasikan dengan platform baku telah menciptakan penciutan skala yang memungkinkan solusi-solusi komputasi yang berat dapat dikerjakan secara mudah … Revolusi mikroproesor tidak hanya menyebabkan PC mengalami peningkatan kemampuan secara eksponensial, tetapi juga membawa kita ke ambang terciptanya suatu generasi baru kompanyon-kompanyon digital personal … yang akan memanfaatkan informasi digital secara meluas dan meresap kemana-mana.


Di zaman digital, konektivitas mempunyai makna yang lebih luas daripada sekadar memungkinkan dua orang atau lebih saling berhubungan. Internet menciptakan sebuah ruang universal baru untuk saling berbagi informasi, untuk berkolaborasi, dan untuk berinterasi niasa … Kemampuan mendapatkan informasi dan mencocok-cocokkan orang yang seminat aladah sesuatu yang baru sama sekali. (1999: xv)

__ADS_1


__ADS_2