
Dengingan itu kemudian berubah menjadi bahasa, “Dimanakah letak Saudara?”
Suara itu kemudian didengar oleh sang waktu. Dengan cepat sang waktu membalas, “Aku tidak tahu tempatnya, tetapi ikutilah suaraku ini. Aku akan berteriak tiap usai lima ketukan.”
“Baiklah, mulai sekarang aku akan menelusurimu!”
Kemudian berubah kembali menjadi dengungan. Dan waktu bersuara seperti yang telah dijanjikan.
Tetapi dengingan suar ayang terlalu kerap itu kontan saja mengganggu peredaran prosesing data yang terjadi dalam teknologi handphone.
Gangguan itu seketika membuat HP \#2 MSDP tersadar. Dengan program yang dibuat oleh teknologi itu sendiri, akhirnya HP \#2 MSDP berusaha menelusuri ap ayang salah di dalam dirinya.
Oleh program itu kemudian ditemukan sandi-sandi biner yang berantakan dan biner-biner penyerang yang sudah kehabisan senjata, Dari program mandiri itu, HP \#2 MSDP
Kemudian menjadi tahu apa yang tengah terjadi.
“Ada penyisup di sini!” gertaknya menggelegar, “Program mandiri, segera temukan, dan bunuh segera!”
“Siap, Komandan!”
Program mandiri segera menyebarkan seluruh armada biner penyerang yang tidak tanggung-tanggung, Segala pintu keluar ditutup. Alarm dihidupkan. Semua daya optik, kamera, serta teknologi penyadap keluaran terakhir disiapkan.
Ramses merasa dalam kondisi yang kurang menguntungkan ketika didengar alarm berbunyi, Dia memang tidak perah tahu jenis suara apa itu. Yang dia rasa, itu jelas membuat segalanya tegang dengan ketukan bunyi yang sama dan berulang-ulang, Sang Raja kemudian mempercepat gerakannya. Mendobrak segala pintu. Pastilah kroban berada di suatu tempat.
Sementara itu, pada saat yang sama sang waku bersuara tiap lia ketukan.
Alarm terus berbunyi.
Suarabiner yang beroperasi berdebam-debam. Penuh gemuruh tiap operasi program.
Lorong-lorong telah dipasang getaran elektron. Siapa pun yag melewati lorong tanpa menggunakan tameng proton, dia akan tersengat dan terkapar mampus di sana.
__ADS_1
Dan sang raja mengetahui dirinya berada dalam ancaman. Tetapi di sini lain, dia merasa semakin dekat dengan suara. “Cepatlah!”
“Aku telah datang. Di mana dirimu?”
“Di sini.”
“Aku tidak tahu di sini itu di mana.”
“Di sini, di antara biner-biner penjebak.”
“Semua biner itu menjadi penjebak di sini AKu sudah mendenagr suaramu, tetapi aku tidak mendapati tubumu.”
AKu tidak memiliki partikel-partijel yang menyusun tubuh, Aku hanya energi, Aku suara, Cepatlah! Kita tidak memiliki waktu banyak.”
Dengingan Sang Raja Ramses semakin keras, Ketukan waktu pun jian menghentak, Biner penjebak telah mampu melacak jejak-jejak suara Sang Raja Ramses. Lorong-lorong yang dilewati Sang Raja mulai diendus dengan sangat cepat, Pada saat yang sama, nyatanya Sang Raja belu juga menemukan tempat penyekapan, Ketika Sang Raja mulai frsutrasi, teringat korban, “Aku hanya energi yang berubah menjadi suara.” Karean dia energi, pikirnya, maka dia tdak membutuhkan ruang. Maka, Sang Raja kemudian berhenti, menatap lorong labirin yang pengap dan dipenuhi deagn partikel netron dan proton. Dhainya berjeryut, jika tidak ada ruang, maka korban pastilah tidak berada pada partikel, tetapi pada yang membuat prosesug bisa berjalan. Melalui processing oposisi biner, maka korban akan terjebak bukan dalam ruang, tetapi dalam tingkat energi elektromagnetik.
Sialan. Raja Ramses merasa tertipu. Dia berusaha belajar teknologi dengan kecepatan luar biasa. Maka tanpa menuggu lama, dia berubah menjadi energi yuang mengalir bersama dengan arues elektromagnetik yang didorong oleh power supply. Aliran energi merupakan aliran yang mengatasi segala gravitasi, ruang, dan waktu. Maka di sana korban ditemukan.
“Hei! Rupanya kau, Waktu.”
Waktu merasa tenaganya pulih seperti sedia kala. Gelombang elektromagnegtik yang dipasang mengitari tubuh-energi waktu dihempaskan begitu saja oleh Raja Ramses. Tapi mata waktu emudian menyipit. Memandang sebentuk energi di depannya yang telah menyelamatkan dengan kegagahan yang luar bisa. Dia mundur beberapa langkah.
“Tunggu dulu, siapa kau?”
Ramses tidak beranhak dari tempatnya berdiri. Tersenyum. Tak pernah membalas kegarangan yang ditampilkan Waktu.
“Jawablah! Siapa kau?”
“Siapa aku, kamu bertanya begitu. Justru aku perlu bertanya kepadamu. Bila kamu memang waktu, kenapa kau bisa tersekap dalam jaring-jaring teknologi handhpone yang murahan seperti ini.”
“Aku memang waktu,” kemudian Waktu melengos, merasa dilecehkan.
__ADS_1
“Kamu pasti mengaku-aku.”
“Hei! Jangan ngomong sembarangan.”
“Nyatanya kau tampak sebagai tukang bohong!”
“Tadi aku bertanya kepadamu, dan oertanyaan itu belum kamu jawab. Kini kau balas bertanyua dengan tidak sopan,” Waktu kemudian naik pitam.
“Justru aku bertanya karena terkait denagn pertanyaan goblokmu. Bagaimana kamu bisa tidak mengenali aku, Jika kamu memang waktu, tentu tidak sulit kau mengeali aku.”
“Kamu lupa, kin kamu dalam bentuk energi.”
“Tapi kamu juga lupam apakah tidak ada jejak-jejak identitas diriku ketika berkomunikasi denganmu? Apakah tidak ada yang tetap dalam suatu perubahan yang terjadi terus-menerus?”
Waktu tercekat. Kemudain waktu yang serupa energi itu kemudaij bergulung-gulung, menembus gelaran-gelaran yang pernah diciptakan sendir, Gulungan yang beputar mirip dengan perputaran gulungan kawat mengelilingi magnet itu lama-kelamaan sepeti hukum Michael Faraday. Gulungan energi tiu menciptakan listrik waktu yang menderu-deru. Mirip angin ****** beliung. Gulungan itu makin besar, makin besar. Setelah sekian lama, deru waktu kemudian berhenti, dan tercekat dengan kalimat, “Apakah kau ….?!”
Ramses terbahak-bahak, seperti bisa membaca apa yang dipikirkan oleh Waktu. “Kenapa kamu kaget?”
“Kau ….!”
“Ya, akulah Ramses, Raja Masr pada masa Mesir Kuno. Ceritanya panjang …”
“Tapi kenapa kau sampai datang kemari?”
Gemuruh biner penyekap mulai terdengar karena jejak-jejak mereka terlacak.
“Kita tidak punya banyak kesempatan, Waktu. Kita harus pergi.”
“Aku sepakat harus pergi dari kondisi yang menyebalkan ini. Tapi tolong jelaskan, meski dalam satu kata.”
Ramses kemudian menggandeng waktu, membongkar halangan-halangan biner yang berada di depannya. “Ayo cepat! Aku jelaskan sambil jalan.”
__ADS_1
Begitu tangan Waktu tersambar, akhirnay dia meloncat melewati jebakan biner yang terpasang di setiap seperseribu milimeter dan seperseribu detik. Jebakan itu terpasang dengan sangat rapi. Mata manusia tidak bisa melihat satu celah, tetapi bila dibesarkan sampai 10.000.000.000.000.000 kali maka akan terlihat betapa celah-celah itu begitu lebar. Dalam serabut yang tampal tidak ada celah, justru di sana sebetulnya menyediakan ruang. Karena itu, ketika tampak ada kesempatan, bila dibesarkan dalam skala miliran, ini semua bisa dijadikan makna bahwa Waktu dan Ramses bisa keluar dari jebakan-jebakan mematikan itu.
***