Digi The Killer

Digi The Killer
Betapa Singkat Hidup


__ADS_3

Sementara itu, pada saat yang sama, di koridor depan sudah terpandang alarm yang membunyikan bahwa sebentar lagi akan ada kiriman, message dari nomor milik Ergo ke nomor lain. Saat ini sedang pada posisi penulisan draft pesan.


Mendengar pengumuman itu, Waktu kemudian berpikir, draft kiriman pesan itu jelas akan melewati sistem komputer itu, melalui jaring-jaring gelombang elektromagnetik. Berawal dari terminal jaringan intrakomputer, kemudian dihantarkan oleh pemancar mini, kemudian dibawa oleh gelombang elektromagnetik ke seluruh pemancar terdekat, sebelum kemduian dimasukkan ke dalam provider. Dari provider akan segera dipancarkan kepada antena penerima yang terpasang pada sebuah pesawat melalui gelombang yang sama. Pancaran gelombang yang sudah diterima oleh antena kemudian diubah oleh sisem komputer menjadi sistem digital yang beroposisi biner. Oposisi biner dari jenis pengubah gelombang menjadi huruf inilah yang dianggap paling berjasa. Sebab, gelombang telah berubah menjadi kalimat. Dan kalimat bisa dimengerti oleh si penerima, persis dengan apa yang telah dimaksudkan oleh pengirim. Sebuah proses yang luar biasa. Proses itu dianggap sebagai keseharian yang terlewat, padhal inilah bagian yang paling penting dalam komunikasi manusia. Kendai memang manusia tidak akan gagal bila salah memahami pancaran gelombang ini, tetapi informasi ini peting untuk mengungkap, betapoa teknologi sebetulnya telah mengepung kita; mulai dari yang terlihat sampao yuang tak terlihat di udara telah terjadi lalu lintas jutaan kilobyte setiap seperseribu detik, Lewat di depan hidung manusia, Mellaui mata. Telinga. Kaki. Perut, ********, Pori-pori kulit. Melalui bukit, gunung, ngarai, lembah, sawah, dan perkebunan.


Gelombang itu bertaburan ketika kita sedang berdiskusi, berciuman, berpandangan, melirik, bahkan ketika kita bengong dan tidak memikirkan apa pun. Betapa udara telah menjadi menjadi sangat ising bagi orang yang mengetahuinya.


Waktu segera terpikir dengan kebisingan di udara dan provider. Kiriman akan segera diberangkatkan. Kenapa tidak ikut kiriman itu dan terlepas dari kurungan sistem pembunuh di dalam handphone ini? Caranya tentu saha dipikirkan belakangam, tetapi yang paling utama adalah mengikuti paket kiriman message yang akan dilakukan sebentar lagi.


Sementara itu, bombardemen biner pembunuh masih terus menghujani tubu-cahaya mereka yang sedang berlari.


“Aku akan mencari cara bagaimana turut serta dalam kiriman itu Aku akan mencari akal untuk mengelabuhi mereka?” Waktu berpikir snagat serius ketika kecepatannya telah melebihi kedepatan caahaya dan terbebas dari segala gravitasi. Di saat seperti inilah segala hukum fisika sangat relatif dan segala hukum-hukum baru muncul begitu saja.


-----


Entahlah, Sayang, handphone ini menjadi lebih sering terkena virus. Dul hanya dua bulan sekali. Kini mulai sering; satu bulan sekali, dua minggu, kemudian satu minggu, satu hari, dan kini hampir tiap jam. Aku masih pusing dengan segala kecerobohan dan ketololanmu, ternyata masih dipusingkan dengan handphone-ku.


Baiknya aku kirim saja dulu message ini sebelum dimakan virus atau aku akan mengetik dari awal lagi

__ADS_1


------


“Lihatlah, Sang Raja, Ergo tampaknya mulai memaketkan kiriman itu kepada seseorang di seberang lautan sana. Ayo cepat!” waktu kemudian menyeret Sang Raja menuju ke sebuah kanal.


Kanal itu oleh Ergo biasanya disebut denagn Enter. Melalui tombol Enter, semua kiriman dieksekusi, Saat itu, dia sedang memainkan mouse untuk mencair ikon “send”, artinya mengirim.


Pada saat yang sama, Waktu dan Ramses berlari menuju kanal Enter, tetapi di sana sudah berbaris biner pembunuh siap memuntahkan apa pun. Sekettika mereka tercekat beberapa jenak, Gambaran dia akan lolos dari kurungan teknologi ini seketika lenyap. Tubuhnya bergetar. Tangannya menggigi. Tapi ini jelas bukan akhir dari segalanya.


“Selalu ada jalan, Waktu,” bergetar Ramses berbisik.


“Tapi kesempatan ini tak banyak.”


“Ya, aku tahu.”


“Jadi bagaimana?”


“Bagaimaan katamu?” Kita tabrak saja!” teriak Ramses sambil menyeret waktu menabrak barikade niner yang siap memberondongkan peluru.

__ADS_1


Begitu meliha mereka nekat menerjang, seketika biner pembunuh melancarkan senjatanya. Kecepatan cahaya yang dimiliki Waktu dan Ramses sedang diuji dengan keepatan gelombang elektromagnetik. Peluru yang dilontarkan dengan gelombang elektromagnetik itu tampak sebagai gerakan yang lebih lambat dari mereka, tetapi tetap saja tubuh mereeka tidak bisa luput dari serangan yang begitu gencar.


Tubuh Ramses terpelanting dan Waktu terkena kedua tangannya. Tetapi mereka masih sempat mencapai kanal enter. Dan sepersepuluh detik sebelu kursor menyentuh tombol itu, akhirnya mereka sudah berada di geladak Enter yang mengantarnya ke sebuah alamat yang telah diyentukan oleh Ergo. Ketika mereka sudah berada di geladak Enter masih mencoba menyerang dengan segala cara.


“Hentikan pengiriman itu!” teriak Komandan biner pembunuh.


“Bagaimaan mungkin menghentikan program manajer?!”


“Tapi tugas kita membunuh mereka.”


“Apa kamu tidak lihat, dia sudah di dalam program utama. Tak mungkin bisa!”


Sang Komandan menghembuskan napas kesal. Teramat kesal, “Kita gagal lagi!” teriaknya dengan suara parau.


Sang Wakil Komandan hanya membisu, Mtanya melirik ke Komandan yang berada di sampingnya. “Setelah ini, hidup kita jelas tidak lama.”


“Kita bukannya dibubarkan, tetapi dimatikan.”

__ADS_1


“Betapa singkat hidup kita.”


“Bukan ‘betapa singkat’, tetapi betapa tidak berdaya kita ini…”


__ADS_2