
Untuk kekasih lamanya, dia suka memasang lagu Tony Braxton, bertajuk “Unbreak My Mheart”. AKu tidak tahu apa alasan dia memasang lagu yang sama-sama memohon agar dirinya tidak patah hati. Padahal, menurutku, dia seringklali tidak menjawab panggilan dari kekasih lamanya, Berkali-kali menelepon, ujungnya telepon itu kemudain di-blocking agar tidak bisa masuk ke nomornya. Aku sudah tahu dia bosan. Di dalam hatiku, sesungguhnya aku tahu kenapa dia bosan kepada kekasih lamanya. Sebab, tidak ada yang meragukan ketika mereka berdua-duan di dalam kamar, aku turut serta di atas ranjangnya. Dan ketika mereka berduaan, bahkan bercerita tentang hal-gal yang tidak senonoh, aku pun merekam dengan sagat detail, intonasi bicara, lenggok suara, sampai lenguhan kecil, yang membuangnya sangat girang. Aku bisa banyak bercerita kenapa dia bosan. Jadi, sebetulnya untuk apa aku bercerita, Karena itru, lebih baik aku diam saja.
Untuk sahabat-sahabat satu kantornya, dia memasang lagu Uhibuk yang dinyanyikan oleh Maskan. Sekadar tahu saja, Maskan adalah penyanyi seksi Timur Tengah. Jika penyanyi asal Lebanon itu meliuk-liuk di depan layar televisi Aljazirah, maka setiap mata akan menatap pusarnya yang melesak ke dalam dan memuat sumur kecil yang mempesona.
Entahlah, aku tidak tahu kenapa dia memasang lagu itu. Aku juga tidak tahu alasan mengapa pula dia memasang lagu Teletubbies untuk dua perempuan yang mengejarnya, “My Heart Will Go On” Celine Dion untuk istri orang yang mencintai dia. Gundul-gundul Pacul untuk orang tak dikenal, beberapa instrumental Mozart dan Bethoven dipasang untuk bunyi pesan dan alarm dan soundtrack Casino Royale James Bond.
Setelah di pinggir jalan dia melihati monitorku, menjelang membeli Kuka Kula pun dia menyempatkan diri untuk menengok rupa wajahku. Dia tahu betul tidak ada sesuatu yang datang kepadanya, tetyapi dia hanya ingin menengokku. Aku suka dilihati tiap saat. Dipegangi tiap saat. Aku suka merasa diperhatikan, seperti perempuan-perempuan miliknya. Aku suka bila ditimang-timang menjelang tidur, bangun tidur, di kamar mandi, ganti baju, naik trem, melintasi jalan, menuju kantor, ngegebet, dan letih kemudian membanting tubuh di atas kasur. Dari sekian banyak peristiwa, aku hanya ingin mengatakanahwa tidak ada apa pun di dalamnya dirinya kecuali aku.
Aku bisa menggambarkan di matanya hanya terbayang kotak monitorku, DI dalam kepalanya hanya berisi huruf-huruf yang tercetak di layar monitor, dan setiap jengkal ruang otaknya hanya terisi timbol-tombol pintar yang telah diatur sedemikian rupa sehingga dia selalu akan menyebut nama Tuhan ketika menghidupkan diriku; dia selalu terkagum-kagum dengan barang seperti aku.
__ADS_1
“Mahamulia orang yang telah menciptakan handphone secerdas kamu. Mahasuci mereka yang memiliki gagasan menggabungkan segala kepentingan hanya di dalam kotak mungil yang bisa mengatasi apa saja. Aku berkirim puja-puji dan salam untuk mereka yang telah merakitmu, mulai dari rangkaian elektronik yang sederhana smapai chip yang telah membuat demikian pintar. Mahahebat kau,” selalu saja begitu yang dilafalkan sambiol melihat monitor.
Ucapan selamat datang memang bergambar mahkota bunga mawar, sedang mekar-mekarnya, warnaya menyalah, dan di tengah-tengah akan tersembul tulisan. Huruf itu mulai dari sebiji timun, kemudian membesar, membesar, kemudian mewujud tulisan: “Beyond Tomorrow”. Dan begtiu melihat tulisan itum maka matanya akan mebgerjap-ngerjap, napasnya akan ditarik dengan sangat dalam, dan dirinya akan selalu memandangi monitor dengan perasaan yang selalu bertanya-tanya. Aku suka dipandangi seperti itu, sepetri halnya seorang perempuan yang selalu ingin dipandangi dengan perasaan penuh kagum dan berahi yang meledak-ledak.
Jelas ketika dia sudah berada di depan gerai, penjua menjadi sangat jengjelm karena mat alelaki pemilik tubuhku itu hanya tertuju pada tubuhku, Dia tidak langsung menjawab barang apa yang dibutuhkan Lihat saja, lelaki itu masih sibuk dengan tubuhku memencet-mencet apa saja, da menguncinya setelah dia rasa cukup. Kontan dia ditinggaklkan oleh pemilik gerai Dan ketika dia menyadari telah ditinggalkan, dia memanggil-manggil. Pemikik gerai diam di balik dinding. Tahu bahwa dirinya dipanggil, tetapi dia sudah terlanjur jengkel. Akhirnya Ergo mengumpat-umpat sambil berlalu dari gerai itu.
Sebalijnya, sesuatu yang salah bagiku adalah mereka yang mecampakkan aku tak ubahnya degan benda rongsokan. Menganggapku tidak berharga Semacam besi tua uang menjadi penghuni bak sampah. Maka, terkutuklah mereka yang berani menganggapku demikian.
Sampai akhirnya, lelaki itu kemudiah memutar badan, kembali ke taman. Bukan dengan sebotol minuman Kuka Kula, tetapi dengan kedongkolan yang menyesakkan dada. Dia merasa dadanya penuh dengan perasaan muak yang amat sangat dengan dua penjual minuman tadi. Dia merasa tidak dihargai sebagai manusia, Bahkan dia selalu bertanya, apa salahnya sehingga orang-orang itu mengusir dan tidak memberikan hanya sebotol minuman bersoda. Kembali dia menarik napas panjang, dan membuang rasa sesak di dada dengan hembusan yang sangat kuat.
__ADS_1
Lihatlah, dia kembali membuka tubuhku mencari menu utama, kemudian menekan tombol create message. Rupanya dia mau mengirim pesan. pesan demi pesan.
Ketikan dengan jempol saja. Dua jempol tepatnya. Seringkali orang memelesetkan "mulutmu harimaumu" menjadi "jempolmu harimaumu".
Sudahlah.
Aku biarkan saja dia mengirim
***
__ADS_1