
“Perbuatanmu telah melampaui batas, HP\#2 MSDP. AKu tidak membayangkan bagaimana perubahan terjadi tanpa adanya diriku di dunia. Tanpa aku, sang aku, hidup manusia akan jungkir-balik. Dunia tidak memiliki patokan yang bis adisepakati bersama.”
“Eit! Jangan berkhotbah di depanku. Budek aku mendengarnya. Aku tidak peduli. Aku sudah diciptakan, maka sejak itu aku tidak bisa dihalangi untuk berkeksistensi. Manusia tidak lagi membutuhkan waktu, hanya membutuhkan koordinat-koordinat persepuluhan dalam layar kaca atau melalui erat-serat elektromagnetik, semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan duduk.”
Karena jengkel, waktu kemudian berlari menabrak serat optik, menuju sepasang mata Ergo. Lamgkahnya terayun dengan sangat cepat, melebihi kecepatan suara, dan pada saat yang hampir bersamaan, langkah itu menabrak kembali serat-serat yang membentuk dinding-dinding kaca. Aku merabanya dengan kepastian, dan saat itulah aku sang waktu menyadari telah terjebak di layar monitor sebuah handphone.
Hatiku remuk. Aku tersenyuh. Selama ini tidak ad ayang memperlakukan dirinya sehina hari ini. Aku diperlakukan seperti burung kicauan yang ditaruh di dalam sangkar dan dipermainkan sedemikian rupa, Waktu bergumam, dan hanya menghelas napas pelan.
Kemudian aku berteriak sekuat tenaga. Memanggil Ergo yang berada di luar dan sementara matanya terus menatap layar monitor, yang bwerarti pula menatap diriku. Dia mengetikkan sesuatu. Retinanya membuntuti kemana arah kursor handpohone bergerak. Aku, sang waktu, berteriak sekali lagi. Tetapi aku seperti berteriak di ruangan hampa udara.
Hanya ada serat-seerat optik yang berseliweran dengan sagnant cepat, menggasak-kgasak tubuhku, dari satu sudut ke sudut yang lain Serat-serat itu mengandung sengatan listrik rendah sehingga cukup membuat badanku menggigil. Begitulah, kelihatannya manusia digerakkan oleh ion-ion listrik yang berbahaya. Di balik tenaga yang dihasilkan, berapa banyak orang yang telah menjadi korban keganasan serat-sewrat listrik. Beberapa banyak orang yang langsug mati tersengat listrik; sebuah tenaga yang dicadangkan selama ini. Dan aku hampir mati karena senagtan-sengatan itu.
Aku tahu, HP \#2 MSDP sedang menyiksaku. Sengaja aku dijebak dalam kabang-kabang yang tidak aku mengerti. Aku yang selalu bergerak, yang selalu mendapakan hal-hal baru, yang selalu tidak aku mengerti. Begitulah, perubahan yang aku tuawarkan kadang menjebakku dalam ketidaktahuan. Kini aku dirundung ketidakmengertian yang sangat.
Aku akan meloloskan diri dari jebakan keparat ini. Aku bertekad sampai mati.
Tapi tampaknya Ergo sudah abai kepadaku, Bujktinya dia terus menekan tombol-tombol sepoerti tengan mengungkapkan sesiauti di altar monitor handphone.
__ADS_1
“Hei, Waktu, sebenta lagi aku akan membunuhmu,” tiba-tiba gertakan hadphone memekakkan telinga.
“Kau merusak peredaran alam. Teknologi telah peredaran semesta!”
“Kami teknologi yang mahaagung hanya memperbaiki kinerja alam. Lebih tepatnya menyempurnakannya”
“Alam sudah sangat tepat bekerja untuk keseimbangan kosmos.”
“Bulshit. Taik kucing yang kau omongkan. Kini akau akan benar-benar membunuhmu. Cukup dengan sekali tekan pada tombol-timbol digital yang telah kuprogram sendiri, kamu akan menyusut, kian mengecil, menjadi partikel, sebelum kemudian menguap.”
“Kamu hanya besar mulut saja.”
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN $&%&%&%&%&
Waktu \= %*^(&$%*
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN $&%&%&%&
__ADS_1
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN $&%&%&%&($*&&
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN ^*%*^v$&%&%&%&
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN )&(^v$&%&%&%& &(b
IF #^%^%&^(&(&B&, THEN $&%&)&(&^^%&%&
Waktu merasakan panas-dingin, Dia sepetri berada poada aatu tempat yang mulai senja, dan sebentar lagi gelap. Angin menderu-deru. Badannya seperti mau terpisah, Kemudian perlahan-lahan bergear. Kini menghebat,. “Kewparat! Ada apa denganku.”
“Sudah aku katakan kepadamu. Aku bisa memusnahkan dirimu hanya dengan satu tombol: enter!”
“Kamu memang sudah keterlaluan.”
“Bahkan manusia pun tidak bisa menghentikan aliran program-program penghapus waktu yang telah diciptakan oleh generasiku di seluruh dunia.”
Waktu menatap HP #2 MSDP dengan nanar. Badannya terasa lemas. Sayap-sayap yang telah ditebarkan kesana-kemari menjadi ciut. Saudara-saudara sang waktu yang berada pada tempat-tempat lain akan merasakan hal yang sama. Bila dirinya bisa dikerjai teknologi seperti ini, bukan tidak mungkin bila sekumpulan waktu yang berada di dekat teknologi keparat itu sudah dibantai. Waktu telah dimusnahkan begitu rupa, tanpa harus memikirkan apa dampaknya di kemudian hari. Mungkin nasib kematianku akan sebentar lagi.
__ADS_1
Waktu terunduk lesu. DIkuatkan dirinya agar tidak menangis. Dia merasa ajalnya sudah hampir tiba.
***