Digi The Killer

Digi The Killer
26 HP #2 MSDP: Biner Pembunuh


__ADS_3

lKarena kerusakan pada labirin-labirin microchip akhirnya Ergo merasa tidak nyaman. Aku merasa dia mengelukan tentang fasilitas-fasilitas yang sudah ada dalam fiturku. Bahkan aku lihat dia mengeluhkan tentang kata-kata yang diserang virus dengan sangat kejamnya.


Maafkan aku, Ergo, Ini Semua bukan karena kecerobohanku, tetapi lebih karena ada masalah di dalam programku sendiri. Semua telah diatasi oleh program swadaya, dan sebantar lagi akan selesai. Itu semua anggapanku semula.


Tapi kini, setelah mendenagr laporan dari program swadaya, aku menjadi kesal. Teramat kesal, Tapi aku bertanya, ada apa ribut-ribut di daerah perbatasan, semula Program Swadaya hanya menjawab bahwa Biner Pembunuh sedang berusaha menangkap mereka di sana. Jawaban itu jelas membuatku lega. Aku menyukainya. Serasa aku juga berdoa agar penangkapan itu segera berhasil dan aku tidak lagi dipusingkan dengan aneka gangguan yang menjengkelkan. Sungguh aku berdoam berhadap dan membayangkan bahwa tuhan memang benar-benar ada. Mungkin demikian tepat bila kalimat mesin diterjemahkan menjadi bahasa manusia.


Tetapi, doaku ternyata tidak dikabulkan oleh Tuhan. Program swadaya datang ke ruanganku. Dia tidak membawakan mayat. Waktu dan penyusup, tetapi membawakan bangkai Biner Pembunuh.


“Untuk apa kau bawa kemari?”


“Maaf, Tuan. Dilaporkan bahwa Biner Pembunuh tadi sudah mencegat Waktu dan penyusupnya di perbatasan dan melaukan pagar betis di kanal Enter.”


“Lalu kenapa Biner Pembunuh dalam keadaan mampus?”


“Dia dibunuh oleh Waktu dan penyusupnya?”


“Bagaimana bisa?”


“Saya tidak tahu, Tuan.”


“Katamu Biner Pembunu meruapakn program mutakhir yang kamu buat sendiri dengan perhitugan ketepatan dan kecepatan yang luar biasa?”


“Benar, Tuan. Tetapi mereka lebih tepat dan lebih cepat Tuan. Kita menggunakan gelombang elektromagnegik, sedangkan mereka menggunakan gelomang cahaya. Kami menggunakan ketepatan seperseribu milimeter, sedangkan mereak ternyata sampai sepersepuluh ribu. Luar biasa mereka, Tuan.”


“Kenapa kita jadi ketinggalan seperti itu?” Aku setegah jengkel karena bawahanku semua ternyata tidak becus. Memuakkan.


“Bukan ketinggalan, Tuan.”


“Kami ingin menyalin dengan kata-kata yang lain untuk mengganti kata ketinggalan?”


“Bukan begitu, Tuan. Kita bukan ketinggalan, tetapi mereka yang didukung oleh kekuatan luar biasa dari penyusup.”


“Penyusup?”


“Tepat, Tuan. Penyusup itulah yang memberikan motivasi kepada Waktu untuk membuat segalanya jadi berantakan.”

__ADS_1


“Hanya memberikan motivasi, kenapa Waktu bisa mengalahkan kita?”


“Ingatlah, Tuan. Waktu hanaylah serupa energi yang bisa dicangkokkan kepada tiap kesadaran seseorang yang membutuhkan. Kalau Waktu berdiri sendiri, mungkin tidak berarti apa-apa. Tetapi ketika Waktu sudah disinergikan dengan kesadaran lain, maka jelas bis amenjadi kekuatan luar biasa.”


“Jadi apa kesimpulanmu?”


“Tampaknya penyusup ke markas kita adalah sebentuk kesadaran, Tuan.”


AKu mengernyitkan kening, Langkah kakiku mondar-mandir mengitari ruangan. Aku tidak mengerti kenapa ada kesadaran yang bis amasuk ke dalam renik-renik teknologi. “Kenapa bisa begitu?”


“Saya tidak tahu, Tuan. Semua terjadi begitu cepat.”


“Carilah jejak-jejak kesadaran itu di dalam program kita.”


“Semua sudah berlalu dengan sangat cepat, Tuan.”


“Aduh! Goblok benar kamu. AKu hilang carilah jejak-jejak kesadaran di setiap bagian dari program kita. Carilah sampai dapat, dan identifikasi kesadaran itu. Dia tidak mungkin lolos dari teknologi kita. Nanti untuk perburuan, kita minta bantuan provider di seluruh dunia.”


“Baik, Tuan.”


“Sekalian cari koodrinat pendaratan Waktu dan penyusup itu. Aku akan menghajarnya.”


“Sekarang pergilah,” kukibaskan tanganku untuk mengusir dia dari ruanganku. Aku muak dikelilingi oleh kaki tangan yang tolol dan tidak tangkas mengerjakan tugas. Saat-saat seperti ini, aku selalu ingin sendiri, memikirkan apa yang telah terjadi, dan apa rencanaku nanti. Bila ada orang bertanya, apa keinginanku saat ini, aku akan berteriak ke telinganya, bahwa aku hanya ingin Waktu mai di hadapanku Aku ingin dia terkapar, dan seluruh dunia hanya memperhatikan aku, sang teknologi yang sanggup mengatur apa pun dari kehidupan manusia di seluruh dunia.


Aku melakukan scanning ke seluurh track programku. Seluruhnya. Ada beberapa bagian yang rusak. Tampak kelihatan parah. Perlu renovasi yang mencukupi. Mungkin aja benar- kata Program Swadaya. Waktu mungkin saja dibantu oleh kekuatan luar biasa sehingga mampu membuat segalanya beranyakan seperti ini. Lebih dari sekadar membunuh Waktu, aku jelas harus bisa menangkap siapa pun atau apa pun yuang berada di sisi Waktu. Aku sangat kesal dengan dia. Gigiku gemeretakan ketika mengingat tingkah polahnya di wilayah kekuasaanku.


“Ini harus kutangani sendiri, paling idak di bawah pengawasan ketat agar rencana-rencana ke depan berhasil,” bisik hatiku. Seperti mengancam saja.


Setelah mondar-mandir beberapa jenak, aku langsung mengontak Program Swadaya. “Sudah kamu temukan koordinatnya?”


“Sebentar lagi, Tuan.”


Huh! Menyebalkan. Sudah hampir dua detik dia keluar dari ruanganku. Dua detik adalah saat yang sudah lama bagi sebuah program untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Karena setiap pekerjaan dikerjakan dalam skala 1/1000 detik. Jadi hitungan satu detik dimulai dari 1 sampai 1.000. Dari hitungan itu, jelas satu detik adalah kesempatan yang begitu lama. Tetapi kenapa dia tidak juga menyelesaikan.


Aku hampir saja tidak tahan menanti kalau saja tidak ada peringatan dari program penjaga power supply. Sebentar lagi diriku akan stand by. Itu artinya, layar akan dipenuhi dengan gambar dan aku dalam kondisi berjaga-jaga. Tidak mati, Tidak juga beroperasi, Hanya berjaga-jaga untuk menerima frekuensi dari luar dan membuat kiriman yang dianggap perlu oleh user,. Kalau sudah ada sinyal tersebut, biasanya aku langsung beranjak isirahat atau melakukan akivitas apa pun yang aku sukai.

__ADS_1


Tapi sekarang ini akau benar-benar merasa gelisah, tidak ahu kenapa. Baru sekarang aku merasa gelisah yang sangat seperti ini.


Tak berapa lama Program Swadaya datang tergopoh-gopoh.


“ada apa kamu?”


“Saya bermaksud melapor, Tuan.”


“Cepat katakan!”


“Laporan saya tentang dua hal. Pertama tentang penyelundip ternyata bukan virus biasa. Birus itu hanya bercokol di Program sistem kita saja. Tida ada dalam sistem jaringan nirkabel yang lain Berdasarkan pelacakan, saya menemukan penyelundup itu megaku sebagai ramses yang datang dari 1/500 tahun Sebelum Masehi, Ini mungkin tidak masuk akal, Tuan.”


“Soal masuk akal atau tidak nanti urusanku. Soal kedua?”


“Kedua, pendaratan waktu dan penyelundup itu tampaknya di handphone dengan nomor +6281234, atas nama Kitakana, pada 24/08/2020 pukul 02:25:22. Kami sudah menelepon interpolisi jaringan hadnphone internasional. Begitu mendapatkan informasi, apalagi dapat menangkap penyelundup itu, kami meminta segewra diekstradisi ke naungan kami.”


“Kenapa tidak kirim program ke nomor tersebut?”


“Kami sudah memikirkannya, Tuan.”


“Lantas, kalau kamu memang sudah memikirkan, apa keputusanmu?”


“Tanpa ada pengangkutan messagem kami tidak bisa berlabuh ke handphone lain, Tuan.”


“Jadi?”


“Jadi kami menanti user mengirim message ke Kitakana. Saya yakin dia akan segera mengirim begitu pacaranya membalas.”


“Baik, baik,” kuangguk-anggukkan kepala sembari melayangkan mataku ke beberapa sudut.


Aku menarik napas panjang sebelum kemudian berkata: “Apakah kamu yakin rencanamu akan berhasil? Sebab, kamu tahu sendiri, di dalam lingkungan kita saja kamu kesulitan menangkapnya …”


“Maaf, Tuan, Saya kira kalau tidak berhasil menangkap di sana, saya yakin mereka akan kembali ke Ergo.”


“Kembali ke sini? Mengapa?”

__ADS_1


“Karena munculnya virus yang menjengkelkan itu pertama-tama di sini. Pastilah dia memiliki misi. Masalahnya, sampai kini, tampak misinya belum berhasil. Jadi saya memprediksi akan ke sini. Selama masa menunggu dia ke sini, kita bisa memperbarui diri agar semua jebakan bisa berfungsi dengan baik.”


“Kamu boleh-boleh saja memprediksi, tetapi kenyatannya kamu hanya bisa menunggu dan menunggu.”


__ADS_2