
32
Adakah Pertolongan yang Dinantikan?
Sebuah sinyal penerima bergetar mendapatkan rangsangan dari gelombang elektromagnetik dari kejauhan. Getaran itu kemudian diteruskan melalui kabel-kabel kemudian menerukan ke sirkuit motherboard. Dengan tingkat hambatan terukur, kecepatan gelombang yang diubah menjadi energi digital, kemudian diteruskan dalam benyuk sistem biner. Gelombang elektromagnetik itu kemudian diteruskan ke ikon inbox.
Tidak lama kemudian, sinyal itu juga menggetarkan komponen yang sangat peka denagn gelombang, dan pada saat yang sama berbinar, Itu biasanya dinamakan dengan layar monitor yang berkedap-kedip. Biasanya juga diikuti dengan getar badan handphone atau bunyi yang disetel sesuai dengan keinginan user.
“Lihatlah, ada pesan yang masuk ke dalam handphone ini!” teriak Waktu kepada Sanng Raja dengan sangat girang.
Sang Raja yang sejak tadi terpekur putus asa akhirnya mendongakkan kepala. Dilihatnya di sebuah kotak inbox tertera ikon kotak surat “Lantas, kalau memang ada pesan untuk Kana, kenapa kita harus merasa senang?”
“Sang Raja, ini berarti kita bis amenitipkan pesan sekali lagi untuk Kana. Anda tahu, betapa selama ini pesan kita diabaikan Kana. Begitu kita mengirimkan dan membuat layar monitornya terganggu, dia hanya membacanya sebentar. Selebihnya Kana hanya mendenguskan napas. Sebal, mungkin,” waktu meregangkan pipi-pipinya dengan gigi yang gemeretak.
“Kalau dia membuka pesan pun mungkin juga akan mendapatkan hal yang sama. Dia sebal dengan peringatan kita.”
“Paling tidak ada peluang sekali lagi untuk kita bisa dilihat.”
“Aku pesimis usahamu berhasil.”
__ADS_1
“Aku akan lebih pesimis ketika kita tidak melakukan apa pun.”
Sang Raja diam. Dia melihat luka-luka tubuhnya belum juga pulih. Di sana-sini mondar-mandir unsur biner yang slelau mengancam jiwanya tiap saat. Belum lagi bila dia diketahui oleh kaki tangan handphone yang mengejarnya. Mungkin riwayatnya akan selesai di sebut pojok handphone usang. Mungkin segala petulangannya menembus ruang-waktu akan berakhir dengan kesia-siaan. Memang, mungkin segalany aharus berakhir di sini.
“Ayolah, kita harus menghadapi krisis ini dengan harapan,” sekali lagi Waktu berbisik kepada Ramses. Ditepuk pundaknya berkali-kali sebagai bentuk dorongan bagi Ramses yang tampak sudah kehilangan asa.
Untuk ke sekian kali, Ramses termangu.
“Begiy dia membuka pesan, aku nanti langsung memasukkan pesan dengan kalimat yang berbeda. Aku berharap dia bisa tergugah,” tambah Waktu sekali lagi.
Tampaknya Ramses tidak berniat untuk menanggapi. Dia hanya termangu. Dalam termangu, dia berjalan menuju monitor. Ketika menatap keluar, dia melihat Kana sedang menatap handphone-nya. “Dia menatap kita, Waktu,” ucap Ramses seperti tanpa sadar.
Kemudian Waktu pun turut melihat keluar. Ya, tampaknya soropt mata itu tahi, bahwa memang ada pesan untuknya, tetapi dia tidak bisa membuka begitu saja ketika di sisinya ada sosok lelaki uyang selama ini memag mencurigai isi handphone Kana,. Dia melirik sebentar, tetapi ternyata lirikan itu dikeyahui oleh sang lelaki.
Kana tampak berusaha untuk membuat rona wajah sewajar mungkin. “Nggak, buka ada, tidak ada apa pun di dalam handphoneku.”
“Ah, yang benar? Aku akan membuka hapemu.”
Kana hanya tergelak, setengah kaget, “Buka saja,” sahutnya agak ragu. Dia pura-pura menyuruhnya membuka hape, tetapi ternyata dia tampak serius.
__ADS_1
Kelihaannya begitu, sebab tangan lelaki itu kemudian bergerak ke sisi kanan menjauhi tubuh Kana yang menggelendot di sisi kiri, Ini tidak mungkin dibiarkan, bati Kana keras. Dia tidak boleh membuka handphone-ku karena aku yakin itu berasal dari Ergo. Tidak ada bunyi pesan yang berurutan dalam waktu yang berdekatan kalau bukan Ergo. Kalau lelakio tu sampai tahu dia menjalin hubungan dengan Ergo maka kecurigaannya sempurna. Lelaki itu selama ini memang sudah lama curiga, bahwa Kana telah menjalin hubungan gelap dengan lelaki yang satu profesi, yakni dengan wartawan tolol bernama Ergo. Kana dan Ergo pernah tertangkap basah di kontrakan, dan sedang berbuat mesum, Ketika itu Kana masih bisa berkelit, Kana bilang mau pinjam data-data untuk laporan majalahnya. Dan memang, sang lelaki itu tidak menangkap apa pun kecuali Kana berada di dalam kamar Ergo, ettapi dengan pintu yang terbuka. Sejak itu, Ergo lebih memilih untuk tidak meneruskan kontrakan itu, Dia pindah tempatm menghindari masalah yang mungkin timbul di kelak kemudian hari. Pernah suatu kali Ergo menyuruh Kana agar kawin saja dengan lelaki itu, tetapi dia menolak. Katanya, bagiku, pernikahan hanya mebuat hidyp menjadi lebih sempit. Ijab kabul adalah rantai-rantai yang membuat tangan dan kaki tidak bisa bergerak, Status sebagai istri hanya semakin merendahkan derajat kaum wanita. Ibu rumah tangga adalah bagian dari ketololan yang pernah dibuat oleh kaum hawa kepada kaum Adam. Bahkan Kana pernah berang kepada Ergo Kalau kamu tidak mau diduakan, lebih baik berpisah, dan Ergo tampaknya tidak kuat untuk berpisah, Akhirnya, dia megaku bersedia diduakan. Dina yang tampak tolol, tetapi di dalam lubuk hati Ergo, ternyata mengatakan ikhlas untuk semua itu. Dia terlanjut cinta, setelah kehancuran cintanya terdahulu.
Tangan lelaki itu hampir saja menyentuh hape yang digeletakkan di sisi tempat tidur ketika tubuh Kana langsung menindihi badan lekaki itu. Sampai-sampai lelaki itu seperti tidak bisa bernapas, Belum sempat kaget, bibir lelaki itu sudah diterjang dengan bibir Kana, bertubi-tubi, terus-menerus, sampai terengah-engah. Pada saat yang sama, tangan Lana yuang sanga cekatan tidak harus menarik tangan lelaki yang hampir menyentuh hapenya, karena dia lebih dulu menyentuh anggota badan sang lelaki itu sehingga dia menggeliat-geliat.
“Hei! LIhat, pacar Ergo begitu agresif! Kurang ajar dia!” seketika Ramses naik pitam.
“Ssst! Bukan kurang ajar!”
“Bagaimana tidak kurang ajar. Lihat dari bibir sampai bawah dikuasai Kana dengan begitu tangkasm sampai-sampai si lelaki itu tidak bisa melakukan apa-apa. Bangsat dia.”
Langsung saja waktu memotong dengan membentak “Bukan bangsat. Itu strategi Kana.”
“Kenapa strategi harus seperti itu?”
“Tampaknya dia merasa terjepit sampai-sampai dia harus memancing dengan sesuatu yang baru dilakukan sejam yang lalu,” tangkas Waktu menjawabnya. “Dia hanya ingin agar lelaki itu tidak jadi membuka hapenya.”
Ramses menggeleng cepat, “Aku tak habis pikir, kenapa hasrat untuk melihat hape bisa ditukar dengan tubuhnya.”
“Itu bukan urusan kita, Yang pokok bagi kita adalah keluar dari sini. Dengan sikap Kana yang seperti itu, tentu saja dia akan lebih lkama membuka hapenya. Ketika dia tidak membuka juga sampai subuh nani, kita pastilah tertangkap,” ujar Waktu dengan sedih.
__ADS_1
“Dan kita aka selesai sampai di sini? Kana memang keparat!”
“Tapi kita harus percaya kepada Kana. Dia pasti punya rencana. Lihat saja gaya permainan ranjangnya. Tampaknya dia merasa harus melakukan sesuatu yang lebih dengan cara berada di atas dan melakukan trik-trik yang tidak dilakukan sebelumya, Lihatlah respons lelaki itu, begitu bergairah dan berkali-kali seperti cacing yang kepanasan. Dia tidak ubahnya seperti boneka mainan yang sedang dipegang oleh anak kecil. Anehnya, anak kecil itu membuak boneka itu bisa berbunyi pada saat yang telah ditentukan. Jadi tolol sekali lelaki itu …