
Sabrina melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mencuci muka terlebih dahulu.
Ya, biasa ,rutinannya sebelum tidur.
"Baru jam 9" gumamnya sambil melirik jam dinding di kamar.
Karena belum terlalu ngantuk, Ia mengambil handphonenya yang tadi tersimpan di nakas.
Ia melihat-lihat status whatsapp teman-temannya semasa SMP dan SMA.
"Hebat kamu ,Syell " gumamnya karena melihat status Misyell, salah satu teman yang melanjutkan kuliah.
"Andai aku bisa..." lirihnya lagi sambil menghela nafas panjang.
Misyell, teman sekelas Sabrina dulu ketika SMA.
Walaupun Dia anak orang berada , tapi tidak membedakan teman dalam bergaul.
Sehingga mereka pun bisa berteman dengan dekat, bahkan bersahabat.
Mereka selalu saling curhat masalah apapun, bahkan mungkin hal- hal yang sangat rahasia menurut mereka saat itu.
Diingatnya kala itu ,Misyell membela ketika Sabrina di fitnah mencuri nilai oleh teman sekelasnya , karena Ia merasa iri kalau Sabrina selalu mendapatkan nilai lebih daripadanya.
Sambil memegang handphone ,pikirannya melayang ke alam ketika Ia sekolah.
"Bu...Via tidak bersalah, ga mungkin Dia mencuri nilai Bu..." jelas Misyell.
"Terima kasih atas keterangannya, namun Ibu akan mencari bukti terlebih dahulu kalau yang dikatakan oleh Lili mengenai Via tidak benar.." jelas Bu Guru.
" Tapi Bu, apa Ibu tidak merasa curiga kalau yang dikatakan Lili itu sedikit janggal, Via kan selalu mendapatkan nilai yang bagus selama ini, apa mungkin mencuri nilai, toh bisa mikir sendiri.." Misyell kembali menjelaskan.
"Sudah lah Syell, biar Bu Guru aja yang menilai, yang penting aku memang tidak mencuri nilai itu" sahut Sabrina menenangkan Misyell yang terlihat sedikit emosi.
Akhirnya Misyell pun terdiam, walaupun dengan muka sedikit cemberut ,karena merasa belum puas akan luapan perasaan nya.
"Ya sudah, kalian kembali ke kelas.." perintah Bu Guru.
"Dan untuk kamu Via, jika memang nanti tidak terbukti bersalah, Ibu minta maaf , tapi bila ternyata benar , akan Ibu skors kamu..." terang Bu Guru.
"Baik Bu..." sahut Sabrina menganggukkan kepalanya.
"Kami permisi Bu..." kata Misyell.
"Ya, silahkan..." sahut Bu Guru sambil berdiri.
Sabrina tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara pintu kamar di ketuk.
"Vi...sudah tidur?" terdengar suara Mama bertanya dari balik pintu.
"Belum Ma..." sahut Sabrina.
Mama masuk dan Sabrinapun menyimpan handphonenya.
"Ada apa Ma..." tanya Sabrina.
"Misyell tadi mampir , Mama lupa bilang, Ia mengundang kamu ke pesta ulang tahun nya minggu depan.." jelas Mama.
"Ooh...ko ga lewat whatsapp aja ya..."
__ADS_1
"Sekalian lewat pulang kuliah katanya" terang Mama kembali .
"Ooh..ya ..makasih ya Ma udah ngasih tau" kata Sabrina sambil memeluk Mamanya.
"Ya udah, kamu lekas tidur, besokkan harus pergi kerja" jelas Mama.
"Ya.. Ma.."
Mamapun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kamar Sabrina.
Sepeninggal Mama, Sabrina mematikan dulu lampu utama dan menggantinya dengan lampu thumbler warna warni.
Ya, walaupun tidak semewah kamar Misyell, tapi Ia buat nyaman kamarnya sendiri.
Sabrina mulai merebahkan dirinya di atas tempat tidur , melurus kaki dan punggungnya yang terasa pegal karena aktivitas di tempat kerja.
"Andai ada yang mijitin, pasti enak nih badan.." gumamnya sambil senyum sendiri.
Tak lama kemudian, Ia pun tertidur.
"Hai Misyell...selamat ulang tahun ya..." ucap Sabrina sambil memeluk Misyell.
"Maaf , aku belum bawa kado nih, belum gajian..haha" jelas Sabrina dengan sedikit tertawa.
"Kamu cantik banget sih pakai gaun ini .." Sabrina menatap Misyell penuh takjub.
"Gimana rasanya jadi anak kuliahan? Enak ga sih? Kalo aku punya biayanya, pasti mau kuliah kayak kamu" jelasnya dengan penuh harapan.
Dreett...Dreett...Dreett....
Handphonenya bergetar kencang, karena sengaja Ia pasang sebagai alarm untuk membangunkannya.
"Ya Allah...ternyata mimpi" gumam Sabrina sambil mengucek mata yang masih merasa lelah untuk dibuka.
Memang sengaja Ia setting alarm jam segitu, biar tidak kesiangan.
Sebelum beranjak dari tempat tidurnya, Ia masih senyum-senyum sendiri mengingat mimpinya.
"Mikirin banget kali ya.."
Ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu menyambar handuk sambil melangkah keluar kamar tidur, menuju kamar mandi.
Dilihat Mamanya sudah didapur menyiapkan sarapan.
"Eh...udah bangun.." sapa Mama melirik Sabrina.
"Iya Ma...pake alarm ..hehe" sahut Sabrina.
"Tadinya mau Mama bangunin, syukur deh udah bangun duluan.." jelas Mama sambil tersenyum.
Sabrina bergegas ke kamar mandi karena takut bentrok dengan Papa dan adiknya.
Mereka sama-sama beraktivitas pagi.
Byurr..Byurr..Byurr..
"Segar nya..." Ia basuh tubuhnya dengan cepat.
Sehabis mandi dan berpakaian, Sabrina menuju meja makan.
__ADS_1
"Ma...mulai hari ini aku bekal makan aja deh, biar irit Ma...dan hemat waktu kata Ranti juga" terangnya sambil duduk didepan meja makan.
"Memang tidak dikasih makan gitu?" tanya Mama.
"Ya engga dong Ma ..emang pabrik..." sanggah Sabrina.
"Ya deh, Mama siapin, karena kamu ga sarapan, Mama kasih banyak ya...biar kenyang..." jelas Mama.
"Terserah Mama deh, yang penting jangan sampai aku minta ama Ranti kayak kemarin..hi hi" sahutnya sambil tertawa.
"Waduh ...malu-maluin dong kalo begitu" sahut Mama kembali.
Papa dan adik Sabrina sudah selesai bersiap-siap dan melangkah menuju meja makan untuk sarapan.
Mereka berdua terbiasa sarapan pagi, berbeda dengan Sabrina yang tidak pernah sarapan pagi karena kondisi perut yang sedikit aneh.
"Pagi Pa..." sapa Sabrina pada Papa.
" Pagi Vi..." balas Papa.
" Pagi kakak..."
" Pagi..." Sabrina mengelus puncak kepala adiknya.
Setelah Ia membereskan bekalnya dan memasukkannya dalam tas, Sabrina beranjak untuk berangkat.
"Ma ...Pa... aku berangkat dulu ya..." kata Sabrina berpamitan sama Mama Papa.
Ia cium punggung tangan kedua orangtua nya.
"Hati-hati ya Vi...bismillah dulu kalo kerja itu" jelas Mama sambil mengelus puncak kepala Sabrina.
"Yang semangat ya kerja nya..." sambung Papa.
"Ya Ma...Pa...Assalamu'alaikum" salam Sabrina pada mereka berdua.
"Waalaikumsalam..." sahut mereka.
Ia langkahkan kakinya dengan semangat ,dan menghirup kuat udara pagi yang masih sangat menyegarkan.
"Hemmm....segarnya menghirup udara sepagi ini." gumamnya.
Sengaja Ia berangkat lebih awal, karena selain memakai kendaraan umum.
Sabrina ingin sedikit santai sebelum bekerja.
Dilihatnya waktu di handphone baru menunjukkan jam 6 pagi.
Lalu Ia buat status 'Semangat Kerja" diwhatsapp statusnya
Sambil tersenyum sendiri Ia mengklik *s*end.
Angkutan tiba dan Sabrina segera menghampiri kendaraan tersebut.
Ketika masuk ke dalam angkutan, tampak Ranti sudah lebih dulu ada dalam angkutan tersebut.
"Ran...ko kamu udah duluan , bukannya kemaren kamu dulu yang turun" sapa Sabrina.
"Iya, semalam aku nginap di rumah Bibi ku disana" jelas Ranti sambil menunjuk ke arah depan.
__ADS_1
"Ooh..." sahut Sabrina tanpa bertanya lagi dan langsung duduk sebelah Ranti.
.