Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 22 - Ngidam aneh stevani


__ADS_3

Demi menghibur diri wanita hamil itu memutuskan untuk pergi ke sebuah taman, karena hari mulai sore dan beberapa orang tampak berdatangan menambah suasana ceria di sekitarnya.


Namun tidak dengan dirinya yang di landa gundah hatinya, bagaimana nasib anaknya tanpa seorang ayah.


Terlihat juga sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan sang ayah yang menggendong si kecil manis itu di pundaknya membuat sang anak tertawa ceria.


Tanpa sadar Stevani mengusap pelan perutnya yang masih rata dan tersenyum lembut penuh kesedihan.


" Mommy akan menjaga dan membesarkan mu nak walau tanpa sosok seorang ayah di sisi mu, Mommy akan menjadi penerang mu di saat gelap dan ketika dunia tak berpihak kepada mu Mommy akan tetap di samping mu " ucap Stevani lirih namun penuh ketegasan.


Kata - katanya bak sebuah sumpah yang indah yang di lantunkan seorang ibu kepada anaknya.


Angin bertiup lembut menerbangkan anak - anak rambut Stevani seolah sedang bahagia karena calon ibu itu berusaha ikhlas menerima takdirnya pada janin yang dikandungnya.


Tak lama kemudian ia memutuskan untuk pulang khawatir seen datang lebih awal dari pada dirinya, pasti si cerewet itu akan mengomelinya.


Sebelumnya dia juga sudah mengatakan akan mampir di sebuah taman lewat chat wa.


" Terimakasih " ucapnya pada sopir taksi.


Melangkah dengan gontai ke arah rumahnya, lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi disana dan memejamkan mata lelah.


Seen tiba tepat pukul 5 sore dengan wajah yang lelah, saat masuk ia terhenyak melihat pemandangan di mana Stevani tertidur menyender di kursi ruang tamu.


" Van.. Van.. bangun " ucapnya menggoyang - goyang pelan tubuh Stevani membuat wanita itu terjaga.


" Em, sudah pulang. Jam berapa ini ??" tanya Stevani dengan serak khas orang yang baru bangun dari tidur.


" pindah lah ke kamar, badan mu akan sakit kalau tidur di sini " ucap seen lembut bukan menjawab pertanyaan Stevani tapi ia malah menasehati wanita itu.


" Hm, Baiklah. Kau juga beristirahatlah setelah makan, wajah mu tampak sangat lelah " kata Stevani beranjak dari duduknya.


Stevani memang menyempatkan memasak sebelum berangkat ke dokter, jadi seen hanya perlu memanaskannya saja.


Kebiasaan Stevani sejak tinggal bersama Morgan membuatnya terbiasa makan di rumah, karena wanita itu menjadi suka sekali memasak.


Menjelang tengah malam seperti biasa,terdengar Stevani yang memuntahkan cairan bening dari mulutnya.

__ADS_1


" Sudah " kata seen lembut, meski tubuhnya lelah ia tetap setia menemani Stevani.


Anggukan pelan Stevani sebagai isyarat iya, lalu seen membantunya berjalan ke pembaringan meski dengan tertatih.


" Seen.. ??" lirih Stevani meliriknya ragu.


" Apa ??" tanya seen tak mengerti.


" Aku tiba - tiba kepengen lihat kamu dengan perut buncit " lirih Stevani mengutarakan niatnya dengan hati - hati.


" Apaan !! " pekik seen dengan mata melotot.


" Kamu gila Van, punya pacar aja nggak gimana mau bunting " kesalnya merasa di lecehkan Stevani dengan status ke jombloan nya.


" Hey, bukan hamil beneran tapi hanya berdandan seperti ibu hamil aja dengan perut buncit " katanya menjelaskan keinginannya.


" Please seen demi anak aku, emang kamu mau punya ponakan ileran gara - gara ngidam ibunya tak terpenuhi " ucap Stevani dengan tampang melas.


Bayangan bayi ileranan melintas di benaknya membuat ia bergidik ngeri.


Mendesah pasrah akhirnya seen setuju dengan ngidam aneh Stevani bahkan di tengah malam buta seperti sekarang.


" Bagai mana penampilan ku ?? " tanya seen saat keluar dari pintu kamar mandi sambil bergaya konyol khasnya, membuat Stevani tertawa yang tadinya lemah sekarang menjadi semangat kembali tenaganya seperti telah terisi penuh karena ngidamnya terpenuhi.


" Terimakasih seen, kamu emang sahabat terbaik sedunia " pujinya dengan berbinar.


" Sekarang kita foto bareng " kata wanita hamil itu membuat seen menegang.


" Van kamu nggak serius kan ??" tanya nya was - was.


" Kamu tenang saja, nggak akan ku upload kok. Setelah foto akan aku hapus ini cuma bagian dari ngidam aku. mau ya please.. " jelas Stevani merayu.


" Janji ya ??" kata seen yang di balas anggukan yakin Stevani.


Akhirnya sesi ngidam aneh Stevani terpenuhi dan kini ia tertidur lelap dengan seen bernafas lega di sebelahnya.


" Syukurlah " fikirnya. Lalu menyusul Stevani ke alam mimpi.

__ADS_1


Keesokan paginya keduanya bangun dengan wajah segar, bahkan kini Stevani makan dengan lahapnya.


" Pelan - pelan Van, kamu seperti orang yang nggak makan satu bulan " ingat seen ngeri melihat Stevani yang makan dengan lahap sampai - sampai pipinya menggembung.


" hehe.. lapar bangen seen " katanya setelah menelan makanan di mulutnya.


Lalu seen meluncur ke kantor setelah menghabiskan sarapannya meninggalkan Stevani sendirian seperti biasa.


Sedangkan Stevani bersiap berangkat ke dokter kandungan demi memastikan kehamilannya.


Dia sudah berusaha ikhlas menerima takdir yang Tuhan gariskan untuknya, kedepannya dia akan menghadapi apa pun jalan yang Tuhan pilihkan untuk hidupnya.


Dengan menaiki kendaraan umum ia tiba di rumah sakit yang kemarin di datanginya tapi bedanya ia mendaftarkan diri di poli kandungan.


" Selamat pagi Miss Stevani " sapa seorang dokter tampan.


" Pagi dok " jawab Stevani berusaha tersenyum.


" Keluhannya ??" tanya nya.


Stevani menjelaskan hanya ingin memastikan yang dokter umum katakan benar adanya.


" Hm, biar saya periksa. Silahkan berbaring " katanya lalu dengan sigap seorang perawat wanita membantu Stevani.


Setelah melakukan pemeriksaan dokter itu mengoleskan jel di perut Stevani, rasa geli saat dokter tampan itu menggerak - gerakkan sebuah alat di perutnya.


" Anda bisa lihat ada satu titik hitam dan ini adalah calon bayi anda. Dalam arti anda benar hamil dan detak jantungnya sehat ya " ucap sang dokter lalu melepaskan alat itu dari perut Stevani lalu berjalan ke arah meja kerjanya.


" Usia kandungan anda baru berumur 4 Minggu saya akan resepkan vitamin, Ada keluhan ??" tanya nya pada Stevani yang baru selesai membersihkan jel di bantu oleh perawat.


" Saya sering muntah dan kehilangan nafsu makan dok " ucap Stevani.


" Anda sedang mengalami morning sickness atau biasa juga di sebut ngidam, itu hal biasa yang sering di alami ibu hamil, saya akan resepkan obat anti mual " jelas dokter.


Umur 0 - 13 Minggu adalah periode terpenting untuk perkembangan janin. Dalam trimester ini, struktur tubuh dan sistem organ janin berkembang. Terjadi perubahan besar pada tubuh ibu yang kerap menimbulkan berbagai gejala, seperti mual-mual, muntah, mudah lelah serta emosional, sering berkemih, dan nyeri pada payudara. Meski demikian, kondisi tiap ibu bisa berbeda-beda. Sebagian besar kasus keguguran dan cacat lahir terjadi pada periode ini.


" Saya sarankan anda harus selalu makan biar perkembangan janinnya sehat, sedikit - sedikit aja makannya tapi sering " sambung dokter.

__ADS_1


" Baik dok terimakasih " ucap Stevani lalu keluar dari ruang praktek dokter itu.


Wajahnya tampak ceria, beberapa kali ia mengajak sang anak berbicara sambil mengelus perutnya.


__ADS_2